Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Hari-hari Terasa Berat bagi Petugas Atlantis Land Surabaya, Lebih Suka Debat dengan Pengunjung daripada Kerja di Wahana Mangkrak

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
14 Juli 2025
A A
Atlantis Land Surabaya kini surup. MOJOK.CO

ilustrasi - Atlantis Land Surabaya, wahana bermain yang sudah tidak semenyenangkan dulu. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Petugas Atlantis Land wajib sabar 

Kalau sudah begitu, Alief harus memaksa balik tanpa terbawa emosi. Ia menjelaskan satu-persatu aturan permainan agar pengunjung tidak nekat dan tahu bahaya yang akan terjadi. Pantas saja, ia bisa hafal aturan-aturan permainan tadi di luar kepala.

“Aku harus sabar menjelaskan SOP wahana secara berulang-ulang supaya mereka paham. Belum lagi, pandanganku nggak boleh lepas dari pengunjung anak-anak saat wahananya beroperasi,” kata petugas operator wahana di Atlantis Land tersebut.

Lebih dari itu, ia juga harus sabar mengajari pengunjung anak-anak. Misalnya, saat seorang anak tidak tahu cara memainkan bumper car senior. Alief harus menjelaskan, mulai dari cara ngegas menggunakan kaki kanan lalu yang kiri sebagai pijakan karena tidak ada rem.

“Bahanya itu kalau ada yang mengeluarkan anggota badan tangan dan kaki. Tidak boleh keluar dari mobil saat wahana sedang beroperasi,” ujar Alief. 

Atlantis Land: wahana bermain yang mulai surup

Selain wahana dengan syarat tinggi badan, Alief juga sering menjumpai wahana anak-anak yang harus didampingi oleh orang tua atau orang dewasa. Salah satu wahana yang populer adalah carousell atau komedi putar.

“Seringkali yang naik ini satu keluarga, ada Bapak atau Ibu yang berjaga di samping anaknya,” kata Alief.

Konsep wahana keluarga seperti carousell, menurut Alief, jauh lebih aman karena orang tua tidak sepenuhnya memberikan tanggung jawab keamanan anaknya kepada petugas.Sebab lebih dari itu, Alief juga punya petugas inti untuk mengevakuasi pengunjung jika ada wahana yang bermasalah.

Ia tak ingin kejadian ambrolnya perosotan di Kenjeran Park Surabaya pada tahun 2022 terulang. Barangkali, kejadian ini pula yang membuat orang-orang jadi parno pergi ke taman bermain.

Dulu, kata Alief, Atlantis Land, Surabaya tak pernah sepi pengunjung. Sejak tahun 2018, awal mula ia bekerja, rombongan dari luar Surabaya malah lebih ramai. Jumlahnya bisa mencapai seribu pengunjung.

Namun, menurutnya, jumlah pengunjung makin tahun makin menurun. Di tahun 2023, jumlahnya hanya sekitar 500 orang. Sementara tahun ini, jumlahnya berkisar 200 sampai 300 orang.

“Sekarang sudah sepi sekali, mungkin efek dari pandemi dan kondisi ekonomi negeri saat ini,” ujar Alief.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

Iklan

BACA JUGA: Pengalaman Liburan ke Jatim Park Bikin Kapok, “Surga Edukasi” dengan Antrean yang Menguji Iman atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2025 oleh

Tags: atlantis land surabayarekomendasi tempat liburanSurabayataman bermain di surabayatempat keluarga recommanded
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO
Urban

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO
Edumojok

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Cat therapy di Jalan Tunjungan Surabaya yang merawat 12 kucing. MOJOK.CO
Sosok

Kisah Pemilik “Cat Therapy” di Jalan Tunjungan, Rela Tinggalkan Rumah agar Bisa Merawat 12 Kucing dan Bikin Keluarga Kecil yang Bahagia

26 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

30 Maret 2026
Diledek ibu karena merantau dari Jakarta ke Jogja. MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pulang ke Jakarta setelah Sekian Lama, malah Diledek Ibu Saat Kumpul Keluarga karena Tak Bisa Sukses seperti Saudara Lainnya

29 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Pilih side hustle daripada pekerjaan kantoran

Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga

31 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.