Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
11 Maret 2026
A A
Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO

ilusrtasi - Abdullah Dzikri pedagang keripik buah lulusan UMM. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Abdullah Dzikri, lulus kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jurusan Agribisnis tahun 2017. Semasa kuliah, ia mengaku jarang ikut organisasi kampus. Otomatis dia tidak bisa digolongkan sebagai mahasiswa “kura-kura” atau kuliah rapat-kuliah rapat, melainkan mahasiswa “kuda-kuda” alias kuliah dagang-kuliah dagang.

Sebelum atau sesudah mendengarkan teori dari dosennya, Dzikri akan menjajakan lumpia ke teman-teman mahasiswanya di kelas. Kadang-kadang, ia juga pergi ke fakultas sebelah untuk meraup untung lebih banyak.

Bagi Dzikri saat itu, kuliah sambil berdagang jadi proses pembelajaran yang berharga. Alih-alih hanya belajar teori di kelas, Dzikri merasa perlu untuk langsung mempraktikkannya hingga mental kewirausahaannya terbentuk. Ia juga pernah mengikuti ajang Pesta Wirausaha dan berhasil menjadi salah satu pemenang pada kategori inovasi olahan.

Lulus kuliah, Dzikri menekuni usahanya dengan membuat produk keripik buah bersama petani dan ibu-ibu di desa, hingga mampu mengekspor ke mancanegara. 

Mahasiswa Jurusan Agribisnis, kuliah sambil jualan di dalam kelas

Menurut Dzikri, UMM memang mendorong mahasiswanya terutama Jurusan Agribisnis untuk menciptakan produk, memasarkan, hingga mengevaluasi hasilnya. Pola pembelajaran tersebut membentuk keberanian mahasiswa untuk memulai usaha sejak dini.

“Hal yang paling berkesan adalah bagaimana kami dilatih membangun mental kewirausahaan. Kami tidak hanya mempelajari teori seperti marketing mix, tetapi juga diminta menciptakan produk dan memasarkannya secara langsung. Proses tersebut benar-benar mengajarkan kami berwirausaha dari tahap paling awal,” jelas Dzikri dilansir dari laman resmi UMM, Rabu (11/3/2026).

Jurusan Agribisnis UMM juga memiliki program unggulan mencakup kelas profesional ekspor, kemitraan magang internasional, kebun percobaan, serta kurikulum yang mengintegrasikan ilmu bisnis, teknologi, dan kewirausahaan. 

Alumnus Jurusan Agribisnis UMM jadi pedagang keripik. MOJOK.CO
Abdullah Dzikri pedagang keripik buah. (Sumber: UMM)

Bahkan, akreditasinya sudah Unggul atau di atas A. Akreditasi ini diperoleh dari BAN-PT pada tahun 2021. Tak heran, jurusan ini menjadi salah satu program studi favorit di Fakultas Pertanian-Peternakan UMM.

Kualitas jurusan tersebut juga dibuktikan Dzikri setelah lulus kuliah. Alumnus Agribisnis UMM tahun 2017 ini sukses mengembangkan usaha keripik buah dan sayur berbasis teknologi vacuum frying di desa. Produk olahannya bahkan telah menembus pasar Singapura.

S1 Jurusan Agribisnis temukan solusi untuk warga desa

Semasa kuliah di Jurusan Agribisnis UMM, Dzikri memanfaatkan lingkungan kampusnya yang terbuka untuk terjun langsung ke petani, UMKM, hingga industri besar guna melakukan analisis usaha. 

Salah satu perusahaan berskala nasional yang ia kunjungi adalah Indomie, sementara untuk usaha lokal ia belajar langsung dari petani desa. Salah satu keresahannya saat itu ialah fluktuasi harga hasil panen petani yang tidak menguntungkan.

“Saat panen raya, harga hasil pertanian kerap jatuh, sementara pada masa paceklik biaya produksi justru meningkat. Nah, agar produk pertanian memiliki daya simpan lebih lama sekaligus nilai jual yang lebih tinggi, saya pakai teknologi vacuum frying,” jelasnya. 

Vacuum frying merupakan metode penggorengan kedap udara dengan suhu rendah yang mampu menjaga warna dan cita rasa asli bahan baku. Namun, apalah arti teknologi canggih tanpa bahan baku yang berkualitas. 

Oleh karena itu, untuk memperoleh bahan baku yang bagus, Dzikri mulai bermitra dengan petani desa tanpa perantara sekaligus mengajak para ibu di desa untuk melakukan proses produksi. Dengan kata lain, model bisnisnya ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat di desa.

Iklan

Dari bangku kuliah hingga pasar global

Pada Oktober 2025, usaha keripik buah dan sayur milik Sarjana Agribisnis UMM itu melejit. Secara perdana, Dzikri diminta mengekspor 12 ribu produk keripik ke Singapura dalam satu kontainer. Angka yang menurutnya bombastis pada saat itu.

Dalam sekejap, produk itu habis terjual, bahkan permintaan dari negara lain mulai berdatangan. Hal inilah yang membuatnya sibuk menyiapkan berbagai sertifikasi tambahan untuk memperluas pasar hingga ke Australia dan kawasan Timur Tengah.

Bagi Dzikri, kunci untuk bersaing di pasar global adalah kemampuan memahami data serta membaca kebutuhan konsumen. Bekal tersebut telah ia peroleh sejak bangku kuliah.

“Pesan saya, mulailah sejak sekarang dan jangan menunggu usaha menjadi sempurna. Justru melalui proses memulai itulah kita belajar memahami dinamika usaha serta melakukan evaluasi secara bertahap,” tegasnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang 

Editor: Meninggalkan Surabaya yang Sumpek, Pilih Hidup Jadi Petani Stroberi di Kabupaten Malang atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2026 oleh

Tags: agribisnisagrobisnisjurusan agribisnislulusan AgribisnisMalangUMKMUniversitas Muhammadiyah Malang
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO
Urban

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Orang Surabaya hina Malang. MOJOK.CO
Urban

Malang Dihina “Desa”, padahal Tempat Pelarian Terbaik bagi Orang Kota Surabaya yang Stres meski Punya Mal Mewah

5 Maret 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO
Ragam

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Kumpul kebo (kohabitasi) sesama jenis di Malang dan Surabaya. Menemukan kebahagiaan, berharap menikah, tapi takut lukai hati orang tua MOJOK.CO
Ragam

Kumpul Kebo Sesama Jenis di Malang-Surabaya: Tak Melulu Soal Seks, Merasa Bahagia meski Lukai Orang Tua

7 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Penyesalan pasang WiFi di rumah MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Rumah: Lepas Kendali “Merusak” Hidup dan Mental karena Terkungkung Layar HP

17 April 2026
Lulusan SMK cuma kerja jadi pegawai di SPBU, diremehkan saudara tapi malah jadi tempat ngutang MOJOK.CO

Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

21 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.