Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Potret Bukti Dugaan Kehadiran Harimau Jawa yang Mengelilingi Perkemahan Regu Ekspedisi di Ujung Kulon

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
15 April 2024
A A
Ilustrasi harimau jawa.MOJOK.CO

Ilustrasi harimau jawa (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak dinyatakan punah sejak 1980-an, banyak ekspedisi demi membuktikan bahwa harimau jawa masih ada. Termasuk “Ekspedisi Menjemput Harimau Jawa” di Ujung Kulon yang pulang dengan sejumlah temuan menarik yang memperkuat dugaan eksistensi hewan tersebut.

Ekspedisi Menjemput Harimau Jawa diinisiasi oleh Yayasan Astacala, Kappala Indonesia, Peduli Karnivor Jawa (KPJ), dan sejumlah Mapala dari berbagai kota. Penelusuran berlangsung di Blok Gunung Payung Semenanjung Ujung Kulon pada 27 Juni – 8 Juli 2018 silam.

Selama 10 hari di dalam hutan, tim mencari bukti-bukti eksistensi harimau jawa. Sebelumnya, mereka berangkat berdasarkan kesaksian yang datang dari jagawana atau ranger di kawasan TN Ujung Kulon yang mengaku bertemu karnivor tersebut di area Cidaon.

Fajar Kuncoro (34), salah satu peserta ekspedisi perwakilan dari Bingkai Indonesia yang berbasis di Jogja mengungkapkan ada beberapa temuan bukti penting selama perjalanan membelah belantara.

Temuan-temuan ekspedisi

Tak mudah mencari hewan itu di dalam hutan lebar yang diduga menjadi habitatnya. Pada hari kelima penjelajahan, tim Fajar, menemukan sebuah titik tumpukan ranting dan daun kering yang mirip seperti persinggahan harimau jawa.

“Selain itu sempat juga mencium bau bangkai, tapi kami tidak berhasil menemukan lokasinya. Yang jelas baunya cukup kuat,” terangnya saat Mojok temui, Senin (1/4/2024).

tulang banteng
Temuan tulang banteng korban predator di Padang Gembala Cidaon (Fajar Kuncoro/Tim Ekspedisi)

Selain itu, tim ekspedisi menjumpai beberapa bukti berupa bekas cakaran di pohon. Jika melihat dari ukuran cakaran, dugaan mengarah ke sosok hewan yang mereka cari selama ini.

cakaran harimau jawa.MOJOK.CO
Pengukuran bekas cakaran diduga dari harimau jawa di Ujung Kulon (Fajar Kuncoro/Tim Ekspedisi)

Belum lagi, beberapa kali tim juga bertemu dengan petapa yang sedang melakukan ritus spiritual di area TN Ujung Kulon. Mereka memberikan kesaksian bahwa pernah sekelibat melihat hewan besar dengan loreng di bulunya.

area kiara lawang ujung kulon.MOJOK.CO
Area Kiara Lawang di TN Ujung Kulon (Fajar Kuncoro/Tim Ekspedisi)

Titik di mana para petapa mengaku melihat karnivora besar itu berada di area Kiara Lawang. Selain itu, menurut Fajar, pada 2010, seorang jagawana bernama Yoyok memberikan kesaksian pernah menemukan bangkai diduga harimau jawa.

“Mitos dari masyarakat setempat juga mengungkapkan kalau lewat Kiara Lawang pengunjung harus berhenti sejenak,” kata Fajar.

Harimau jawa di Cidaon Ujung Kulon

Beberapa bukti temuan paling kuat memang mereka jumpai di area Cidaon. Bahkan, di kawasan itu beberapa anggota ekspedisi memberikan kesaksian langsung melihat sosok harimau jawa.

Namun, kejadian itu, tim lebih dulu menemukan beberapa bukti seperti kotoran dengan dugaan berasal dari harimau jawa. Dua dari lima regu yang dibagi untuk melakukan pencarian, terlebih dulu tiba dan bermalam di Cidaon.

area sekitar camp di cidaon
Area sekitar perkemahan ekspedisi di Cidaon (Fajar Kuncoro/Tim Ekspedisi)

Dua regu itulah yang kemudian kedatangan hewan besar yang diduga harimau jawa. Saat itu, selepas waktu magrib, anggota regu sudah berada di tenda perkemahan. Suara hutan yang biasanya agak riuh dengan berbagai bunyi-bunyian tiba-tiba menjadi sunyi. Keheningan itu berlangsung sekitar lima menit sampai tiba-tiba ada suara yang cukup mengagetkan.

“Suaranya itu grrr… kencang, kalau pernah dengar suara harimau di kebun binatang, ini lebih besar lagi suaranya,” terangnya.

Setelahnya, beberapa di antara anggota regu berpencar untuk mencari sumber suara. Sambil berjalan, lampu senter mereka sorot ke berbagai arah.

“Salah satu anggota kami itu ke pinggir aliran sungai dan kemudian mengaku melihat sorot mata di balik dedaunan pohon talas liar. Dia kaget, terjatuh, nggak sempat dokumentasi. Sekelebat saja terus penampakan itu menghilang,” tuturnya.

garutan harimau jawa.MOJOK.CO
Bekas garutan kaki diduga sepanjang 60cm dari harimau jawa (Fajar Kuncoro/Tim Ekspedisi)

Sampai ekspedisi berakhir, momen itulah, Fajar mengaku merasa begitu dekat dengan “Mbah Gembong” -julukan untuk harimau jawa. Temuan tim ekspedisi “Menjemput Harimau Jawa” kemudian diserahkan kepada Dirjen KSDAE KLHK.

Penulis: Hammam Izzuddin

Iklan

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kemunculan Harimau Jawa di Hutan Dekat Permukiman, Warga Desa Tak Perlu Khawatir Seperti Orang Kota

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 19 April 2024 oleh

Tags: bantenekspedisi menjemput harimau jawaharimau jawajawaJogjaujung kulon
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026
kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

El Nino.MOJOK.CO

Ancaman El Nino Kuat Intai Indonesia, Waspada Kekeringan Ekstrem dan Kebakaran Hutan

11 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
ilustrasi - PSEL DIY di dekat TPA Piyungan. MOJOK.CO

Pemda DIY Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja Khususnya Warlok untuk Olah Sampah Jadi Energi Listrik di Dekat TPA Piyungan

11 Agustus 2026
Slow living, Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Tanpa Punya Rumah di Desa Tetap Bisa Slow Living Asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

12 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.