Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Akhir Pekan Indah di Pusat Jakarta: Ajak Bapak Pertama Kali Nonton Bulu Tangkis di Istora, Obati Kesepian di Masa Tua

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
24 Januari 2026
A A
Akhir pekan indah di pusat Jakarta. Ajak bapak pertama kali nonton bulu tangkis langsung di Istora Senayan (Daihatsu Indonesia Masters 2026) MOJOK.CO

Ilustrasi - Akhir pekan indah di pusat Jakarta. Ajak bapak pertama kali nonton bulu tangkis langsung di Istora Senayan (Daihatsu Indonesia Masters 2026). (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Antrean di ticket box mengular. Gelombang para penikmat bulu tangkis terus berdatangan di Istora Senayan, Jakarta, sebagai tempat berlangsungnya Daihatsu Indonesia Masters 2026. 

Sabtu (24/1/2026), hari kelima Daihatsu Indonesia Masters 2026, menyuguhkan laga semi final. Ada enam wakil Indonesia yang dipastikan berlaga, antara lain: 

  1. Sektor tunggal putra: Alwi Farhan
  2. Sektor ganda putra: Sabar Karyaman Gutama-Moh Reza Pahlevi Isfahani
  3. Sektor ganda putra: Raymond Indra-Nikolaus Joaquin
  4. Sektor ganda putri: Rachel Allessya Rose-Febi Setianingrum
  5. Sektor ganda putri: Apriyani Rahayu-Lanny Tria Mayasari
  6. Sektor ganda campuran: Jafar Hidayatullah-Felisha Alberta Nathanile Pasaribu
animo istora senayan.MOJOK.CO
Animo penonton hari kelima Indonesia Masters 2026. Penonton sudah datang sejak pagi, meski pertandingan dimulai siang hari. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Para penikmat bulu tangkis jelas tidak mau ketinggalan untuk mendukung para wakil Indonesia yang tengah berjuang mengharumkan nama bangsa di Istora. Tak pelak jika hari ini suasana di tribun semakin bergemuruh, tampak penuh. 

Di tengah semarak suasana Istora Senayan, Jakarta, saya tanpa sengaja bersua dengan Dafina (28), seorang perempuan asal Cikarang, Jawa Barat, di gate reguler. Ia datang bersama bapaknya yang tampak agak terpincang-pincang saat berjalan. 

“Bapak senang, Pak?” Sepintas terdengar percakapan hangat antara Dafina dengan sang bapak. Sang bapak tersenyum semringah, sembari menepuk-nepukkan balon tepuk yang ia dapat secara gratis dari penyelenggara. 

Ajak bapak pertama kali nonton bulu tangkis di Istora Senayan Jakarta

Sebenarnya Dafina tidak begitu mengikuti bulu tangkis. Ya hanya sekilas-sekilas. Beda cerita kalau drama Korea (drakor) atau drama China (drachin). Dengan bercanda, Dafina mengaku sebagai drakor and drachin enthusiast. 

Namun, bapak Dafina beda soal. Bapak Dafina adalah penikmat bulu tangkis sejak muda. Hanya saja, kendati jarak Cikarang ke Istora Senayan, Jakarta, tidak terlalu jauh, sang bapak belum sempat sekali pun nonton langsung bulu tangkis di Istora hingga sekarang hampir berusia 60 tahun. 

Dengan kata lain, gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2026 ini menjadi kesempatan pertama kali bapak Dafina bisa merasakan langsung atmosfer Istora yang, konon, selalu memberi kesan magis, baik untuk para atlet yang bermain maupun pada setiap penonton di tribun. 

Gelombang penikmat bulu tangkis yang ingin nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO
Gelombang penikmat bulu tangkis yang ingin nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta. (Aly Reza/Mojok.co)

Bapak yang kesepian usai ibu meninggal

Dafina adalah anak tunggal. Ibunya meninggal di tengah memburuknya situasi pandemi Covid-19 pada 2021 lalu. 

Kematian sang ibu membuat kondisi bapak Dafina drop seiring waktu. Dari sosok ceria menjadi pendiam. “Ya gimana, misalnya nonton bulu tangkis di tv, biasanya kan sama ibu yang nemenin. Biarpun ibu juga nggak paham-paham amat,” ungkap Dafina. 

Di penghujung 2023, bapak Dafina sempat jatuh stroke. Aktivitasnya hanya berkutat di pembaringan, rumah sakit, dan terapis tradisional. 

Dafina pun harus membagi waktu antara kerja dengan merawat bapaknya. Kalau ia kerja (pagi-sore), ia biasanya akan menitipkan bapaknya ke saudara. Malam sampai paginya Dafina gantian menemani. 

“Untungnya karena terapi rutin, jadi sekarang dikit-dikit udah bisa jalan,” kata Dafina. 

Nazar ajak bapak nonton bulu tangkis di Istora Senayan 

Bapak Dafina memang tidak pernah terus terang ingin nonton langsung bulu tangkis di Istora Senayan, Jakarta. Tapi dalam benak Dafina, pasti sang bapak akan semringah jika suatu kali diajak nonton langsung. 

Iklan

“Sebenarnya pikiran pengin ngajak bapak nonton langsung udah lama. Sebelum beliau sakit. Tapi masa-masa itu aku kan belum dapat kerjaan sattle. Pas udah dapat kerjaan, bapak malah sakit,” beber Dafina. 

Gelombang penikmat bulu tangkis yang ingin nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO
Gelombang penikmat bulu tangkis yang ingin nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta. (Aly Reza/Mojok.co)

Oleh karena itu, Dafina punya nazar, kalau bapaknya sudah pulih (dalam arti sudah bisa beraktivitas jauh dari rumah), maka ia akan mengajaknya nonton langsung bulu tangkis di Istora Senayan, Jakarta. 

Sebenarnya Dafina ingin mengajak sang bapak nonton gelaran Indonesia Open 2025. Akan tetapi, Dafina masih belum yakin dengan kondisi sang bapak. Baru pada Daihatsu Indonesia Masters 2026 inilah, setelah sang bapak bisa berjalan lebih baik (walaupun masih agak terpincang-pincang), Dafina akhirnya bisa membawa sang bapak untuk pertama kalinya merasakan langsung atmosfer Istora sebagai salah gelanggang bulu tangkis dunia. 

Akhir pekan indah di pusat Jakarta

Dafina sengaja hanya berangkat berdua dengan bapaknya. Tidak mengajak saudara atau teman. Karena ia ingin menikmati momen berdua dengan bapak. Apalagi itu menjadi momen pertama kali bapak masuk di venue utama Istora. 

“Kalau sekadar lewat mah bapak udah beberapa kali. Kalau masuk buat nonton bulu tangkis langsung di tribun kan belum,” kata Dafina. 

Suasana tribun penonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan MOJOK.CO
Suasana tribun penonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan. (Faizah Azizah/FlyPower)

Sejak dari pintu masuk kompleks Istora Senayan, Jakarta, Dafina menangkap wajah sang bapak berseri. Bibirnya menyunggingkan senyum. Matanya terlihat berbinar. Bapak Dafina memang tidak banyak bicara. Tapi Dafina tahu hati sang bapak tengah berbunga. 

Bagi Dafina, ini menjadi akhir pekan yang sangat indah, meski cuaca di Jabodetabek tak begitu cerah. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2026 oleh

Tags: bulu tangkisdaihatsu indonesia masters 2026indonesia mastersindonesia masters 2026Istoraistora senayanjakartasenayan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO
Urban

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co
Pojokan

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026
Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO
Cuan

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO
Urban

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026
Habis Doa Langsung Goyang- Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri MOJOK.CO

Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

17 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma MOJOK.CO

Lolos Seleksi CPNS dalam Sekali Coba, Aman Finansial tapi Hidup “Tersandera” karena Leha-leha Dapat Gaji Buta

13 April 2026
Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri

14 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.