Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Pecel lele, Nasi Kucing, Gudeg, Cilok, dan 7 Lainnya Jadi Makanan Indonesia Terburuk

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
20 Februari 2024
A A
Pecel lele, Nasi Kucing, Gudeg, Cilok, dan 7 Lainnya Jadi Makanan Terburuk Asal Indonesia MOJOK.CO

Ilustrasi Pecel lele, Nasi Kucing, Gudeg, Cilok, dan 7 Lainnya Jadi Makanan Terburuk Asal Indonesia. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada 11 street foods atau makanan jalanan terburuk asal Indonesia versi Taste Atlas di tahun 2024. Beberapa di antaranya merupakan andalan mahasiswa Jogja saat kelaparan atau nggak punya uang banyak, misalnya pecel lele dan nasi kucing.

Selain dua makanan tersebut, ada 9 makanan lainnya yang masuk sebagai makanan jalanan dengan nilai terburuk asal Indonesia di tahun 2024 yaitu buntil, karedok, cilok, bakso bakar, getuk, gudeg, cireng, sayur lodeh, dan bakwan malang. Makanan-makan tersebut tentu akrab di telingga orang-orang Indonesia, termasuk mahasiswa.

Badan pangan dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan, street foods atau makanan jalanan merupakan berbagai macam makanan dan minuman siap saji yang dijual dan kadang-kadang disiapkan di tempat umum, terutama di jalanan.

Taste Atlas, selama ini dikenal sebagai panduan pengalaman perjalanan online untuk makanan tradisional melakukan penilaian dari 293.486 pemeringkat hingga 8 Februari 2024. 

Nasi kucing itu makanan favorit dan murah asal nggak ambil satenya

“Wah ini cara vote-nya gimana, tiap daerah kan punya ciri khas masing-masing. Sayang kurang setuju dengan hasil surveinya,” kata Riyo (26) kepada Mojok, Senin (19/2/2024). Menurut Riyo setiap daerah punya karakter makanan sendiri-sendiri sehingga tidak pas kalau ada penilaian makanan jalanan terburuk di Indonesia tanpa tahu cara alat ukurnya.

Ia melihat banyak makanan asal Jogja yang oleh Taste Atlas sebut sebagai makanan buruk. Bisa saja yang ngasih rated bukan orang asli Jogja. “Jika melihat warung angkringan yang selalu ramai, nasi kucing masih jadi favorit. Jadi penyelamat orang-orang termasuk mahasiswa yang kantongnya kering karena harganya murah. Asal lauknya nggak ambil sate,” katanya tertawa. 

Wanda (23) mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) ini penyuka nasi kucing. Namun, tidak semua nasi kucing di angkringan ia suka. Ia pilih-pilih soal nasi kucing. “Nasi kucing di Jogja yang paling aku suka itu di Angkringan Pak Tetet di dekat Pasar Ngasem dan Area Taman Sari. Nasinya pulen dan bersih, sambelnya enak dan nggak manis,” katanya. 

Ada beberapa makanan yang ia nggak suka seperti buntil, gudeg, karedok, tapi bukan berarti makan itu jadi makanan jalanan Indonesia yang terburuk. “Kalau menurutku makanan jalanan terburuk di Jogja itu jajanan ala Korea di Alun-alun Kidul dan di setiap event makanan. Alasannya bau amis, dikerumuni lalat, tidak variatif soal rasa dan mahal,” ujarnya. 

Gudeg itu Jogja banget

Soal gudeg yang khas Jogja kalau ukurannya manis dan tidak manis, menurut Riyo sekarang banyak gudeg di Jogja yang menawarkan beragam rasa, ada yang gurih, ada yang pedas. 

Michele (28) salah seorang karyawan di Jogja adalah penyuka gudeg. Ia menilai mungkin orang nggak suka gudeg karena rasa manisnya yang berlebih dan nggak cocok di lidah setiap orang. “Kalau aku suka gudeg pertama karena mengingatkan aku akan sesuatu yang ‘Jogja banget’, memang agak sentimentil. Tapi selain itu juga karena komposisinya,” ujar Michele.

Menurutnya perpaduan tahu, tempe bacem sayur nangka manis, telur pindang dengan perpaduan gurih areh dan pedas kuah krecek itu itu sangat padu. “Kayak harmonis aja gituuu, kesedapannya dan juga buat kenyang. Bisa jadi opsi sarapan, makan siang maupun malam,” ujarnya. 

Namun, Chele juga mengakui, disebut sebagai salah satu makanan terburuk asal Indonesia karena mungkin banyak yang nggak suka dengan rasanya yang terlalu manis. 

Baca halaman selanjuntya

Makan pecel lele sudah jadi budaya kita!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2024 oleh

Tags: makanan jalananmakanan terburuk asal indonesianasi kucingpecel lelestreet foods
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)
Pojokan

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Cerita perintis bukan bocil pewaris yang lulus SMK langsung bayar utang keluarga, pecel lele di jogja, omzet pecel lele. MOJOK.CO
Urban

Dihina Tetangga dan Teman karena Cuma Kerja Kasar dan Menempati “Kosan Bedeng” di Jogja, padahal Penghasilan Rp30 Juta Sebulan hingga Mampu Kuliahkan Adik

15 Februari 2026
kuliner ring road selatan.MOJOK.CO
Sosok

Cerita Anak Muda Lamongan yang Tidak Makan Ikan Lele Seumur Hidup

25 Desember 2022
pelukis spanduk pecel lele mojok.co
Liputan

Cak Ubaid, Pelukis Spanduk Pecel Lele yang Bertahan di Tengah Gempuran Printing

18 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.