Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Geliat Malam di Setiabudi Bandung, Menelusuri Hal-hal di Kawasan Elite Kota Kembang yang Tak Ditemukan di Jogja

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
1 Juni 2024
A A
malam di bandung.MOJOK.CO

Ilustrasi pepohonan di jalanan Bandung (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bandung punya sejumlah landmark menarik. Selain Braga, yang kerap disandingkan dengan Malioboro di Jogja, ada pula kawasan Setiabudi Bandung yang terkenal sebagai daerah elite.

Jalan Doktor Setiabudi Bandung muncul saat saya mencari rekomendasi tempat nongkrong malam di Kota Kembang lewat Google Maps. Pada Kamis (30/5/2024) malam, kebetulan saya dan beberapa teman singgah di sebuah penginapan kawasan Jalan Sukajadi yang tak terlalu jauh dari Setiabudi Bandung.

Saya singgah di Bandung untuk sebuah agenda kerja bersama tiga rekan lain, dua sesama dari Jogja dan satu dari Jakarta. Namun, yang malam itu hendak singgah ke kedai kopi di Setiabudi hanya saya dan Dhio (25), seorang pekerja freelance lulusan sebuah PTS di Jogja. Sementara dua rekan lain memilih berpisah karena hendak menemui temannya.

Plang penanda arah menuju <yoastmark class=

Saat saya memilih untuk memesan ojek online, Dhio lebih memilih untuk berjalan kaki. Lelaki ini mengaku ingin bisa menikmati suasana malam di sekitar Jalan Sukajadi hingga Jalan Doktor Setiabudi.

“Terakhir aku ke Bandung nggak bisa banyak eksplorasi. Soalnya sama orang tua, ngikut agendanya,” kenangnya.

Suasana malam di Setiabudi Bandung yang tak bisa didapati di Jogja

Setiabudi Bandung dekat dengan beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Pasundan, hingga Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung. Selain itu, ada beberapa beberapa landmark lain seperti Museum Pendidikan Nasional.

Kawasan Setiabudi Bandung juga terkenal dengan beberapa tempat hiburan yang cukup elite. Tak henti bergerak dari pagi hingga pagi lagi lantaran saat malam ada beberapa tempat hiburan anak muda.

Dhio berjalan kaki sekitar setengah jam, sebelum akhirnya tiba di kedai kopi tempat saya sudah singgah lama. Sepanjang perjalanan, menurutnya, Setiabudi Bandung adalah salah satu kawasan yang nyaris tidak ada padanannya di Jogja.

Jalanan yang ia lewati salah satu yang teramai di Bandung. Hal yang membedakan dengan suasana jalan padat penuh tempat hiburan dan berkumpulnya banyak kalangan adalah suasana di sekitarnya.

“Heran, di sini bener-bener banyak banget pohonnya. Ini yang beda sama Jogja. Trotoar itu banyak kepotong batang dan akar pohon yang besar-besar,” jelasnya.

Baca halaman selanjutnya…

Deretan klub malam hingga muda-mudi yang bermesraan di balik rindang pepohonan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2024 oleh

Tags: Bandungjalan setiabudiJogjasetiabudiwisata bandung
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO
Urban

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026
KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO
Catatan

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

19 Februari 2026
Mila Sejahtera Bus Sialan, 15 Jam Disiksa Berakhir Demam MOJOK.CO
Otomojok

Rangkaian Penderitaan Naik Bus Mila Sejahtera dari Jogja Menuju Jember: Disiksa Selama 15 Jam, Berakhir Demam Tinggi dan Diare. Sialan!

19 Februari 2026
pendatang di jogja.MOJOK.CO
Urban

Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Mio Sporty 2011 selalu mogok di Jogja. MOJOK.CO

Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru

20 Februari 2026
Orang desa ogah bayar pajak motor (perpanjang STNK) di Samsat MOJOK.CO

Orang Desa Ogah Bayar Pajak Motor (Perpanjang STNK), Lebih Rela Motor Disita daripada Uang Hasil Kerja Tak “Disetor” ke Keluarga

19 Februari 2026
Nyaris dicurigai kumpul kebo di penginapan Jogja saat Valentine. MOJOK.CO

Sisi Gelap Penginapan “Murah” di Jogja, Ramai dan Untung Saat Valentine Berkat Anak Mudanya yang Hobi Kumpul Kebo

14 Februari 2026
Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska

Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

19 Februari 2026
Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
Toxic sibling relationship antar saudara kandung karena rebutan sertifikat tanah. Saudara kandung bisa jadi mafia tanah soal warisan MOJOK.CO

Saudara Kandung di Desa Itu Bak Mafia, Justru Jadi Orang Paling Busuk dan Licik demi Sikat Sertifikat Tanah Saudara Sendiri

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.