Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Mall di Malang Bikin Syok Orang Surabaya karena Ngaca di Toilet Saja Bayar dan Pelit Tisu, Kalah sama Indomaret

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
15 Mei 2025
A A
Mall di Malang Bikin Syok Orang Surabaya karena Ngaca di Toilet Saja Bayar dan Pelit Tisu, Kalah sama Indomaret.MOJOK.CO

Ilustrasi - Mall di Malang Bikin Syok Orang Surabaya karena Ngaca di Toilet Saja Bayar dan Pelit Tisu, Kalah sama Indomaret (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mall di Malang bikin orang Surabaya geleng-geleng. Mereka tak habis pikir, bisa-bisanya pakai toilet mall kudu bayar. Nggak lumrah!

***

Nyaris di semua kota, toilet di dalam mall sudah pasti gratis. Alasannya sederhana, karena toilet memang termasuk ke dalam fasilitas umum yang bebas dinikmati pengunjung tanpa dipungut biaya.

Sialnya, hal demikian tak berlaku di Malang, Jawa Timur. Di kota ini, pakai toilet di dalam mall kudu bayar. 

Cerita paling ikonik, dan sempat ramai di jagad maya, salah satunya oleh influencer perjalanan @Widino dalam unggahannya di platform media sosial X (Twitter) beberapa waktu lalu.

Dalam twitnya, ia menulis, “Mall terbesar di Malang tapi toiletnya bayar viral di sosial media X, 1000 doang sih, tapi kan mayan juga kalo beser musti bolak balik toilet wkwk.” 

Terakhir gw posting culture shock toilet mall di Malang bayar, direpost di IG makin shock banyak warga malang yg ga terima 😭

Sepertinya warga Malang memang udah terbiasa dan menormalisasi bayar-bayar toilet dan parkir di mana2, bahkan ke ATM pun parkirnya bayar 🫠 https://t.co/hckGWR37Og pic.twitter.com/1y0rDmHWrN

— Dino (@Widino) May 14, 2025

Menariknya, @Widino juga menambahkan, mall di Malang tersebut telah menyiapkan tiket resmi dan uang kembalian bagi pengunjung yang tidak memiliki recehan. Hal ini menunjukkan bahwa praktik toilet berbayar di mall tersebut bukanlah sesuatu yang baru. 

Ngaca di toilet mall saja bayar Rp2.000

Influencer dengan 194 ribu pengikut di Twitter itu hanya satu dari sekian banyak orang yang kaget dengan mall di Malang yang toiletnya berbayar. Ani (20), mahasiswa asal Surabaya, juga mengalami culture shock tersebut.

Bulan lalu, Ani berkunjung ke Malang untuk mengikuti beberapa agenda. Rencananya, ia akan berada di kota tersebut selama beberapa hari. Kebetulan juga acara yang ia ikuti diselenggarakan di salah satu mall terbesar di Malang.

Kepada Mojok, Ani mengaku tak mempermasalahkan fasilitas yang disediakan mall tadi. Menurut dia, semua serba normal, laiknya mall-mall lain. Hanya saja, ada satu hal yang mengganggunya: toiletnya berbayar.

“Bertahun-tahun aku hidup di Surabaya, belum pernah nemu mall yang toiletnya bayar. Makanya, kaget aja ketika di Malang harus bayar,” ungkapnya, Kamis (15/5/2025) pagi.

Memang, tarifnya masih wajar, yakni Rp2.000 untuk sekali pakai, nggak beda sama toilet umum di luar mall. Masalahnya, sehari mengikuti acara di mall tersebut ia beberapa kali ke toilet, yang berarti harus sering-sering mengeluarkan uang juga.

“Namanya cewek, pasti bentar-bentar ke toilet. Buat sekadar ngaca atau touch up make up. Kan aneh aja ya kita ngaca di toilet saja bayar 2.000.”

Iklan

Toilet mall di Malang juga pelit tisu

Tak sampai di situ. Ani juga baru mengetahui kalau toilet mall di Malang juga pelit banget sama tisu. 

Di toilet-toilet lain, biasanya tisu sudah tersedia di dalam toilet. Entah itu di dekat kaca dan wastafel tempat cuci tangan, maupun di dalam bilik. Sementara mall di Malang, kata Ani, tidak demikian.

“Tisunya itu ada yang jagain. Jadi sebelum kita masuk ke dalam toilet, ambil dulu itu tisu di penjaga,” ujarnya. “Jadi kalau kalian lupa atau nggak tahu soal hal ini, siap-siap aja nggak pakai tisu di dalam toilet.”

Bagi Ani sendiri, ini hal yang tak lumrah. Sebab, yang namanya tisu itu sudah jadi komponen wajib di dalam toilet. Selain itu, pengunjung pun juga “merasa sungkan dan terintimidasi” ketika hendak mengambil banyak tisu karena selalu diperhatikan petugas.

“Biasanya kan wajar-wajar aja kita pakai tisu banyak-banyak, 5 lembar lebih lah. Nah, kalau dijagain gitu kan jadi sungkan mau ambil tisu banyak,” ujarnya. “Sebenarnya mall di Malang itu juga aneh banget, toiletnya bayar tapi nggak include tisu. Hadeh.”

Kalah sama Indomaret

Soal toilet mall yang berbayar, Ani coba bertanya kepada teman-temannya yang warga asli atau sudah lama tinggal di Malang. Siapa tahu hanya mall tertentu saja yang bayar, sedangkan toilet di mall lain gratis.

Lucunya, ketika ia menanyakan hal tersebut, teman-temannya justru kaget.

“Mereka terkejut, malah tanya balik, ‘emang ada ya mall yang toiletnya nggak bayar?’ gitu. Jadi, toilet mall di Malang bayar itu emang wajar-wajar gitu bagi mereka,” kata Ani.

Dengan demikian, ia pun tahu kalau toilet mall di Malang, sebagian besar memang berbayar. Berbeda dengan mall di Surabaya, atau kota-kota lain seperti Jogja–yang pernah ia kunjungi–di mana toilet tersedia secara gratis.

“Ya lucu aja sih. Mall di Malang kalah sama Indomaret, soalnya di sana kan gratis. Hahaha.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Bengkel Motor Jogja bikin Kaget Orang Surabaya Gara-gara Servis Motor Berujung “Pemorotan” atau liputan Mojok lain di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2025 oleh

Tags: Malangmallmall di malangpilihan redaksitoilet gratistoilet mall di malang
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO
Ragam

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Sewakan kos bebas ke teman sesama mahasiswa Malang yang ingin enak-enak tapi tak punya modal MOJOK.CO

Mahasiswa Malang Sewakan Kos ke Teman buat Mesum Tanpa Modal, Dibayar Sebungkus Rokok dan Jaga Citra Alim

14 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.