Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Malang dan Kediri, Konon Pusat Wanita Cantik di Jawa Timur yang Diserang Stigma Negatif

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
20 Februari 2024
A A
Malang dan Kediri Konon Jadi Pusat Wanita Cantik MOJOK.CO

Ilustrasi wanita cantik (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Malang dan Kediri disebut sebagai daerah penghasil wanita cantik di Jawa Timur. Dalam versi Okezone.com, dari lima daerah dengan wanita cantik di Jawa Timur, Kediri ada di urutan kedua. Sementara Malang ada di posisi lima. Namun, stigma negatif justru melekat pada dua kota tersebut.

Menelusuri gen wanita cantik di Malang dan Kediri

Sebelum agak jauh menjawab soal opini-opini liar tersebut, saya mencoba menghubungi Ilham Wahyudi (25), alumnus Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan penerbitan di bawah naungan Jawa Pos.

Kebetulan ia cukup gandrung pada naskah-naskah Jawa kuno. Belakangan ia suka meneliti perihal diksi-diksi unik dari daerah-daerah di Jawa Timur.

Saya menghubunginya dengan asumsi, siapa tahu dalam beberapa naskah, ada yang menyebut perihal gen wanita cantik di Kediri dan Malang. Asumsi goblok. Tapi patut saya coba.

“Guyon? (Bercanda)”, tanya Ilham menanggapi WA saya, Senin, (20/2/2024).

“Soal yang kamu tanyakan (Kediri dan Malang pusat wanita cantik di Jawa Timur) itu kan opini subjektif. Jadi ya berkembang begitu saja. Kok ya kamu telusuri segala,” katanya.

“Cuma memang ada cerita kalau Kediri dan Malang itu keturunan trah wanita cantik di masa lalu,” bebernya.

Ilham lalu membagikan catatan, bahwa dulu Malang saat masih merupakan Kerajaan Singasari pernah memiliki seorang ratu cantik, Ken Dedes.

Ken Dedes adalah permaisuri dari pendiri Kerajaan Singasari, yakni Ken Arok. Ia digambarkan sebagai seorang yang cantik bak bidadari.

Sementara di Kediri ada folklore tentang Dewi Sekartaji. Konon, ia adalah putri cantik jelita yang kisah asmaranya dengan Panji Asmarabangun cukup populer khususnya di daerah-daerah sekitar Kediri.

“Kalau mau gothak-gathuk (cocokologi), ya itu, mungkin karena wanita-wanita Kediri dan Malang adalah titisan sosok-sosok cantik,” ucap Ilham.

Stigma negatif melekat

Teman saya sampai punya slogan “Malang tak aman” untuk menggambarkan betapa ngerinya pergaulan di Malang.

Menurutnya, pergaulan bebas di Malang sudah di level mengerikan. Kumpul kebo dan seks bebas bisa terjadi secara terang-terangan.

Komika Gilang Herlambang (Gilang Durhaka), melalui akun Instagramnya (@gilang.her) sering membuat parodi dan sketsa pendek untuk menggambarkan perihal panasnya pergaulan di Malang.

Iklan

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Gilang Herlambang (@gilang.her)

Teman saya, yang namanya enggan disebut dan diinisial itu menceritakan, di Malang ia  punya kumpulan pertemanan mahasiswa yang dulu satu pesantren dengannya.

Setiap kali ke Malang tiga minggu atau satu bulan sekali, teman saya itu sudah tak heran jika teman-temannya berganti-ganti menginapkan cewek di kontrakannya.

Malang dan Kediri Memang Pusat Wanita Cantik di Jawa Timur, Sayang Sekali Ternoda Stigma Seks Bebas MOJOK.CO
Ilustrasi pergaulan bebas. (Kesley Chance)

“Dulu kan sempat viral juga TikToker ke Malang untuk nemuin ceweknya. Eh ceweknya malah tidur sama cowok lain di kos. Nah, hal-hal semacam itu, dalam kaca mata saya yang sering ke Malang, lantas membuat saya menyimpulkan bahwa Malang tak aman,” katanya.

Kasus TikToker yang teman saya maksud adalah Zicho Nofriandika yang sempat menggegerkan TikTok, Twitter, dan Instagram.

Sementara soal Kediri, teman saya hanya mengakui kalau banyak wanita cantik di Jawa Timur berasal dari Kediri. Tapi ia buta soal pergaulan di Kediri.

“Tapi kalau wanita Kediri kuliah di Malang, nah, nggak tahu lagi itu gimana pergaulannya. Aku hanya ngomong yang aku tahu saja,” imbuhnya.

Kasus hamil di luar nikah di Malang dan Kediri

Sebenarnya sudah sejak lama pergaulan dan seks bebas di Malang menjadi sorotan. Bahkan oleh pejabat publik di Kota Apel tersebut.

Dari catatan Pengadilan Agama Kabupaten Malang, Ada sebanyak 740 permohonan dispensasi nikah selama Januari sampai September 2023. Di mana sebanyak 110 di antaranya adalah akibat hamil di luar nikah.

Sedangkan dari data Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, ada sebanyak 569 permintaan dispensasi nikah di sepanjang 2022. Mayoritas lantaran hamil di luar nikah.

Jumlah permohonan dispensasi nikah di Kediri itu bahkan melampaui angka permohonan dispensasi nikah di Ponorogo berjumlah 191 di sepanjang 2022 yang sempat ramai diberitakan.

Angka-angka tersebut bukanlah gambaran riil sebagaimana di lapangan. Tentu kasus yang tak tercatat lebih banyak. Sebab, banyak di antara mereka yang memutuskan untuk tidak menikah.

Sebagian lagi memutuskan untuk menggugurkan kandungan (aborsi).  Belum lagi korban pemerkosaan yang hamil dan tidak mungkin menikah dengan pelakunya.

Belum lagi persoalan HIV/AIDS dan aborsi. Berdasarkan data Sekda Kota Malang, temuan HIV positif di Kota Malang per 2021-2023 kira-kira sebagai berikut:

2021: sekitar 329 kasus

2022: ada 482 kasus

2023: terdapat 460 kasus

Tak berhenti di situ, aborsi pun menjadi sesuatu yang marak terjadi di kalangan pasangan muda di Malang (entah di Kediri).

Data-data tersebut, seolah menguatkan opini teman saya sebelumnya, bahwa Malang sudah di level “mengerikan” dalam hal pergaulan bebas.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Teganya Mahasiswi Surabaya PHP Dosen Tampan, Baru Pacaran Sebentar Langsung Ditinggal Nikah

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2024 oleh

Tags: hamil di luar nikahkediriMalangpilihan redaksiseks bebas
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Tinggalkan ibunya demi kuliah di PTIQ Jakarta untuk merantau. MOJOK.CO
Catatan

Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata

9 Februari 2026
Media pers online harusnya tidak anxiety pada AI dan algoritma. Jurnalisme tidak akan mati MOJOK.CO
Tajuk

Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 

9 Februari 2026
Open To Work.MOJOK.co
Sehari-hari

Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba

9 Februari 2026
Sinefil.MOJOK.co
Urban

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Media pers online harusnya tidak anxiety pada AI dan algoritma. Jurnalisme tidak akan mati MOJOK.CO

Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 

9 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi jadi tempat jeda selepas lari MOJOK.CO

Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat

9 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.