Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Mahasiswa PTN Bohongi Orang Tua, Mengaku Baik-Baik Saja padahal 4 Tahun Kuliah Menderita karena HP Kentang dan Laptop Bobrok

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
12 Agustus 2025
A A
Kuliah, Mahasiswa PTN, bidikmisi, hp kentang.mojok.co

Ilustrasi Mahasiswa PTN Bohongi Orang Tua, Mengaku Baik-Baik Saja padahal 4 Tahun Kuliah Menderita karena HP Kentang dan Laptop Bobrok (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang mahasiswa di PTN Jogja, mengaku ke orang tua bahwa dirinya hidup baik-baik saja di perantauan. Padahal, dia aslinya begitu menderita. Ia kuliah modal HP kentang dan laptop bobrok, tak mau mengaku yang sebenarnya karena sadar akan penghasilan pas-pasan keluarganya.

***

Iklan

Sebagai anak pertama dari seorang petani, Fahri paham betul caranya hidup prihatin. Sebab, di rumah, ia bukan satu-satunya beban. Ada tiga adiknya yang masih butuh biaya sekolah, mulai dari yang berusia 5 tahun, sampai yang sudah SMA.

Maka, ketika ia diterima di PTN Jogja pada 2017 dan lolos beasiswa Bidikmisi (selarang KIP Kuliah), ia merasa ada kelegaan di dadanya. Secara teori, hidupnya di perantauan seharusnya aman. UKT-nya gratis, ditambah uang saku bulanan dari pemerintah.

Namun, lelaki asal Jawa Tengah ini tahu, itu hanya setengah dari beban orang tuanya. Masih ada uang kos, bensin, dan kebutuhan tak terduga yang harus mereka pikirkan.

Alhasil, ia pun tak mau menjadi anak yang rewel. Dengan bekal seadanya, ia berangkat ke Jogja. Bekalnya bukan HP canggih keluaran terbaru atau Laptop “Spek Dewa” seperti milik teman-temannya. Melainkan HP merek “V” yang sudah dibeli sejak kelas 10, dan laptop merek “H” yang usianya sudah tua.

“Kalau mau jujur, dua barang ini yang bikin hidupku menderita. Tapi, ya, aku tahan saja demi orang tua di rumah,” ceritanya kepada Mojok pada Senin (11/8/2025).

Penderitaan punya HP kentang yang bikin terisolasi dari pertemanan

Bagi Fahri, HP-nya adalah saksi bisu dari semua drama yang ia jalani. Dengan RAM cuma 2 GB dan kamera yang burik, HP itu sering menjadi sumber penderitaan selama empat tahun masa kuliah.

“HP-ku sering ngelag. Bahkan kalau mau install aplikasi, aku harus hapus yang lain biar ada ruang tersisa,” ujar mahasiswa PTN ini.

Tak jarang, HP-nya itu menjadi penyebab dirinya merasa “terputus” dari lingkar pertemanan. Tiap ada ajakan mabar, ia hanya bisa menolak karena sadar HP-nya tak akan kuat. 

Melihat teman-temannya tertawa asyik, Fahri hanya bisa duduk diam. Ada rasa iri yang menusuk, tapi cepat-cepat ia tepis.

Penderitaannya memuncak ketika kondisi HP-nya nyaris mati total. HP itu hanya bisa hidup kalau terus terhubung ke sambungan daya. 

“Jadi, kalau aku nggak bisa dihubungin, bukan karena nggak punya paket data, tapi pasti lagi nggak nge-charge HP,” tawanya. 

Situasi “harus membawa charger” ke mana-mana itu berlangsung nyaris enam bulan, sebelum akhirnya ia mampu mengganti baterai seharga Rp350 ribu dari sisa uang beasiswa.

Iklan

Ironisnya, setelah baterai normal, HP-nya malah terasa makin lemot. Responsnya lambat, sampai-sampai ia menghapus nyaris semua aplikasi media sosial agar bisa berfungsi. 

“Kalau ada orang puasa medsos karena lagi pengen aja, aku nggak aktif medsos ya karena HP-nya kentang, nggak kuat buat bukanya,” katanya, jujur.

Kehidupan kuliah penuh dengan “drama laptop bobrok”

Tak cuma HP-nya yang kentang, nasib laptop Fahri tak kalah menyedihkan. Kondisinya sama: baterainya sudah rusak, memaksanya hanya bisa digunakan saat terhubung ke listrik. 

Beberapa tombol keyboard-nya juga mati. Touchpad-nya pun ikut rusak, sehingga ia harus membeli keyboard eksternal seharga Rp150 ribu.

“Laptopku itu tipikal ‘laptop penulis’. Ya, karena normalnya cuma kuat dipakai buat ngetik tugas saja. Kalau disambi buka Youtube, udah nggak karuan lemotnya,” kenang mahasiswa PTN ini.

Yang paling membuat Fahri malu adalah…

Baca halaman selanjutnya…

Laptop bobrok saksi bisu empat tahun perjuangan dan kebohongan, sampai bisa lulus kuliah.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2025 oleh

Tags: hp kentangkuliahKuliah di PTNmahasiswa ptnPTN
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa
Sekolahan

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Mahasiswa S2 PAUD UNJ, WNA Malaysia
Sekolahan

Cerita Mahasiswa Malaysia Nekat Kuliah S2 di UNJ karena Dosen “Unik”, Bahagia Meski Tiap Hari Diceng-cengin

21 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
UGM.MOJOK.CO

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

24 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
Warung Kopi Aceh: Tempat Orang Terlihat Sibuk, Padahal Cuma Ngopi MOJOK.CO

Warung Kopi Aceh: Tempat Orang Terlihat Sibuk, Padahal Cuma Ngopi

19 Juni 2026
tips menonton konser EXO dari akuntan. MOJOK.CO

Membayar Utang Masa Kecil: Cerita EXO-L yang Menabung Berbulan-bulan walaupun Situasi Ekonomi sedang Sulit

20 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.