Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tembok Kokoh dari Bukit Tidar Itu Bernama Orin, Bawa Timnya Melaju Jauh Meski Main dengan Dua Lutut Cedera

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
10 November 2025
A A
Tembok Kokoh dari Bukit Tidar Itu Bernama Orin, Bawa Timnya (futsal Untidar) Melaju Jauh Meski Main dengan Dua Lutut Cedera MOJOK.CO

Ilustrasi - Tembok Kokoh dari Bukit Tidar Itu Bernama Orin, Bawa Timnya (futsal Untidar) Melaju Jauh Meski Main dengan Dua Lutut Cedera. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Laga baru berjalan satu menit. Namun, pemain tim futsal putri Universitas Negeri Malang (UM) sudah melesatkan shot keras yang melengkung ke pojok kanan bawah gawang Universitas Tidar (Untidar) Magelang.

Sabrina Putri Jovika, sang penjaga gawang, langsung reflek melompat. Tubuhnya terhempas ke lantai dengan keras. Suara debam terdengar lebih keras dari sorak penonton. Bola pun berhasil ditepis ujung jarinya, memantul keluar lapangan. 

Belum sempat kembali mengatur napasnya, dua tembakan susulan datang beruntun. Ia menjatuhkan diri lagi, dua kali melakukan double block di depan gawang yang nyaris porak-poranda itu.

Semenit berselang, bola liar kembali datang dari sisi kanan. Seorang pemain tim futsal UM berlari cepat, hanya tinggal berhadapan satu lawan satu. Orin, sapaan akrabnya, maju setengah langkah. Ia merelakan tubuhnya jadi tameng hidup demi menahan bola masuk ke gawangnya. 

Brak! Benturan keras terjadi. Bola terpental, lawan terjatuh, dan Orin terbaring sejenak, memegang lututnya yang memang belum pulih. Sorak kecil terdengar dari bangku Untidar. “Bagus, Orin! Aman!” 

futsal untidar.MOJOK.CO
Potret Orin, kiper tim futsal Untidar, jatuh bangun menghalau serangan lawan. (Dok. Campus League 2025)

Ia tersenyum sebentar sebelum berdiri lagi.

Pertandingan matchaday ketiga Campus League 2025 by Polytron antara tim futsal putri Untidar vs UM memang baru berjalan lima menit. Namun, Orin sudah menjadi pemain paling sibuk.

Timnya terus digempur, nyaris tanpa perlawanan. Namun, berulang kali juga, tangan ajaib dan keberaniannya berduel dengan lawan berhasil menggagalkan bola yang mengancam gawangnya.

Selama dua kali 20 menit, ia menjelma menjadi tembok kokoh: 20 kali saves, berkali-kali jatuh, berdiri, lalu jatuh lagi. Salah satu penonton bahkan ada yang nyeletuk: titisan David de Gea lahir di Tidar. Lucu, tapi memang begitu adanya.

Sialnya, di laga tersebut timnya harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-1. Ironisnya, gol yang membobol gawangnya dihasilkan oleh bunuh diri rekan setimnya.

Namun, sebagai gambaran, itu bukan penampilan apik perdananya. Sehari sebelumnya, saat menghadapi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), ia mencatat 32 saves. Sebuah angka yang membuat namanya disebut-sebut oleh penonton.

Mungkin Untidar memang kalah telak: 0-7 dari UGM, 0-9 dari UNY, dan 0-1 dari UM Malang. Namun, itu tak bisa menutup fakta bahwa Orin tampil solid sepanjang turnamen. Di matchday keempat, alias laga penentuan menghadapi UIN SATU Tulungagung, ia berhasil mencatatkan cleansheet. Timnya menang 3-0 dan berhasil melaju ke semifinal hari Selasa (11/11/2025).

fustal untidar.MOJOK.CO
Orin, kiper tim futsal Untidar, melakukan 20 saves dalam laga melawan UM. Bahkan, di pertandingan vs UNY, ia ciptakan 32 saves. (Dok. Campus League 2025)

Jadi kiper futsal karena berani duel

Penampilan solid Orin memang unik. Bagaimana tidak, sebab dulunya ia bukanlah seorang kiper. Saat masih SMA di Banyumas, ia bermain futsal sebagai pemain depan. Ia menikmati sensasi mencetak gol, bukan menahannya. 

Namun, ketika bergabung dengan tim futsal putri Untidar, pelatih melihat sesuatu yang lain: refleks cepat, keberanian menutup bola, dan kesigapan membaca arah gerak lawan. 

Iklan

“Dulu sempat dicoba. Ternyata terlihat berani duel, berani tabrakan sama lawan. Makanya seterusnya diplot menjadi kiper,” ungkapnya, Minggu (9/11/2025).

Meski demikian, menjadi kiper bukan sekadar pindah posisi. Ia mengaku harus belajar ulang hampir segala aspek. Mulai dari cara menempatkan posisi tubuh, membaca arah bola, mengatur jarak dengan garis gawang, hingga kapan harus maju untuk menutup sudut tembakan. 

“Tapi kata coach sudah punya modal berani duel,” imbuhnya.

fustal Untidar.MOJOK.CO
Bagi Orin, kiper tim futsal Untidar, kunci seorang penjaga gawang adalah berani duel. (dok. Campus League 2025)

Alhasil, latihannya tak lagi soal sprint atau shoting drill, melainkan soal jatuh. Berulang kali menjatuhkan diri di lantai, menghalau bola dengan bahu, siku, lutut, bahkan wajah. Tubuhnya penuh tak bisa lepas dari yang namanya.

“Kalau jadi kiper, memang harus siap sakit,” ujarnya, sambil menatap lututnya yang dibalut plester. 

Tetap main solid meski dalam keadaan cedera lutut

Lutut kanan itu pernah sobek saat masih SMA. Makanya, ia harus ekstra hati-hati agar cederanya tidak kambuh.

Namun, di turnamen Campus League 2025 by Polytron kali ini, cedera di kedua lututnya memang tak terhindarkan. Lutut kiri cedera saat melawan UGM di matchday pertama, dan kanan saat melawan UNY di matchday kedua. 

“Jadi, melawan Malang tadi posisi kedua lutut ini sedang cedera,” katanya, yang dalam kondisi cedera sekalipun masih bisa tampil sebagai man of the match.

Bagi Orin, posisi itu bukan tempat yang nyaman. Setiap kali lawan menembak, waktu seolah berhenti sepersekian detik, dan semua keputusan tergantung pada keberanian. 

futsal Untidar.MOJOK.CO
Bagi kiper tim futsal Untidar ini, jadi penjaga gawang bukan cuma soal menghalau bola, tapi mendistribusikannya. (dok. Campus League 2025)

Ia mengingat satu momen yang paling membekas. Dalam satu laga di UGM dua tahun lalu, ia bahkan sempat bertubrukan dengan pemain asing bertubuh dua kali lebih besar darinya. Tubuh besar itu jatuh tepat di atas Orin. 

Penonton terdiam, kawan setim panik. Namun, beberapa detik kemudian, ia berdiri lagi, dan memberi isyarat: “lanjut!”

“Ya itu [tabrakan] sudah risiko kiper. Kalau kiper takut benturan, gawang nggak akan aman.”

Bagi Orin, dalam futsal, kiper bukan hanya penjaga gawang, ia juga penentu tempo permainan. Makanya, setiap kali berhasil menangkap bola, ia akan berdiri cepat, melontarkan umpan panjang ke depan, memberi kesempatan rekan setimnya menyerang balik. 

Dari bawah mistar itu, ia tak cuma jadi tembok, tapi sekaligus pengatur ritme. Orin mungkin tidak mencetak gol, tapi ia menciptakan sesuatu yang lebih krusial: menggagalkan gol lawan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: El Capitano dan Sepasang Decker yang Menjaga Irama Permainan Tim Futsal Putri UGM atau liputan Mojok lainnya rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 13 November 2025 oleh

Tags: campus league 2025campus league 2025 by polytronfutsalfutsal untidar
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kiper tim futsal putri UNY, Agma. MOJOK.CO
Liputan

Perjuangan Ibu Belikan Sepatu Futsal, Beri Saya Kegigihan di Bawah Mistar

13 November 2025
futsal uny.MOJOK.CO
Sosok

Aulia, Clutch Player UNY dari Bukit Pinus yang Tak Butuh Sorotan Untuk Bersinar

13 November 2025
futsal uny.MOJOK.CO
Kabar

Satu Malam, Dua Trofi: Tim Futsal UNY Kawinkan Gelar Juara, Putra-Putri Menang Besar di Final

12 November 2025
Campus League 2025: Gol Detik Akhir yang Bawa Dahlan Muda Raih Peringkat Ketiga MOJOK.CO
Kabar

Campus League 2025: Gol Detik Akhir yang Bawa Dahlan Muda Raih Peringkat Ketiga

12 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.