Nekat Merantau ke Jakarta Karena Desa Bikin Stres, 2 Bulan Kerja Memilih Resign Meski Gaji Tinggi Karena Kerjaan Buat Mentalnya Tak Sehat

Menteng Jakarta Pusat, Saksi Bisu Perantau “Diinjak-injak” Orang Kaya.MOJOK.CO

Memutuskan kerja di desa dengan gaji Rp800 ribu sebulan

Tercatat cuma dua bulan Ridho sanggup menjalani hari-hari yang begitu dekat dengan maut itu. Minimal, sih, kalau enggak sampai mati ya mental dia yang kena. Ridho pun memutuskan resign dan kembali ke desa.

“Gaji utuh, kadang ada bonus besar-besaran, tapi percuma kalau tiap malam harus siap ditebas sama preman-preman Jakarta,” ujar dia.

Ia mengaku kapok kerja di pelabuhan lagi. Meski ada tawaran dengan gaji dua kali lipat sekalipun, Ridho bersumpah tak akan kembali ke tempat itu.

Kini, ia memutuskan untuk bekerja di industri pembuatan jas hujan plastik skala rumahan di desanya. Meski cuma dapat upah rata-rata Rp800 ribu sebulan, setidaknya mentalnya jauh lebih sehat ketimbang menantang maut di Jakarta.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Cerita Mahasiswa Kedokteran Surabaya Lulus Kuliah Enggak Jadi Apa-apa, Susah Kerja Karena Akreditasi Jurusan C

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 7 April 2024 oleh

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.