Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Geliat Kecamatan Depok Sleman dengan 24 Kampus dan Deretan Pusat Hiburan, Bisa Jadi Kabupaten Tersendiri?

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
9 Desember 2023
A A
kecamatan depok sleman.MOJOK.CO

Foto kantor kecamatan depok (wikimedia commons)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kapanewon atau Kecamatan Depok jadi wilayah dengan perputaran ekonomi yang kencang di Sleman bahkan DIY. Sekitar 25 perguruan tinggi di Jogja ada di wilayah ini. Bisakah jadi kabupaten sendiri?

Buat lelaki bernama Akbar Alfaris (25), tinggal di Depok, Sleman adalah sebuah keberuntungan. Baginya yang dulu kuliah di UIN Jogja, hampir semua hal yang ia butuhkan ada di kecamatan ini.

Iklan

“Mau apa aja ada di Depok. Kalau ada kecamatan yang bisa jadi kabupaten tersendiri di DIY, ya Depok ini yang paling layak. Meskipun kalau secara wilayah ada kecamatan yang lebih luas di Sleman,” kelakarnya yang tingga di Desa Caturtunggal.

Anak muda yang hobi ngopi ini seakan terfasilitasi dengan adanya kedai-kedai tempat nongkrong di setiap sudut wilayah tersebut. Pusat hiburan dan kuliner pun seakan tak pernah surut dari keramaian.

Wilayah ini terdiri dari tiga desa yang namanya pasti tidak asing di telinga warga maupun pendatang di Jogja. Ketiganya yakni Desa Caturtunggal, Desa Condongcatur, dan Desa Maguwoharjo. Jika menelusur lebih detail, ada 58 padukuhan, 215 RW, dan 648 RT di wilayah tersebut.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Sleman 2021, penduduk Depok berjumlah 131.005 jiwa. Namun, kepadatan di kawasan ini jauh lebih tinggi dari angka itu karena banyaknya pendatang baik mahasiswa maupun pekerja dari luar daerah.

Tidak mengherankan jika sebagian titik kemacetan di DIY berada di kawasan ini. Mobilitas manusianya begitu tinggi setiap hari.

Tempat berkumpulnya kampus, mal, dan pusat hiburan terbesar di DIY

Depok menjadi pusat berbagai kebutuhan masyarakat di DIY. Mulai dari mal, dua pusat perbelanjaan terbesar di DIY yakni Pakuwon Mal dan Ambarukmo Plaza terletak di kecamatan ini. Belum lagi, deretan hotel-hotel berbintang juga banyak berdiri.

Selanjutnya, stadion terbesar di DIY, Stadion Maguwoharjo juga berada di kecamatan ini. Stadion dengan kapasitas sekitar 32 ribu penonton ini berada di Desa Maguwoharjo.

Hal yang tak kalah menarik, Depok menjadi wilayah mayoritas perguruan tinggi di Jogja berada. Terdapat 24 perguruan tinggi di wilayah ini. Mulai yang besar seperti UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, Universitas Sanata Dharma, Amikom, UPN Veteran Yogyakarta, sampai yang kecil dengan bentuk sekolah tinggi dan politeknik.

UGM salah satu kampus di kecamatan depok sleman.MOJOK.CO
UGM, salah satu kampus besar di wilayah Kecamatan Depok (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Banyak objek vital berada di wilayah ini. Dinamika wilayahnya cukup kompleks. Bahkan, kecamatan Depok jadi wilayah dengan angka kriminalitas tertinggi di Sleman. Sementara Sleman, kerap jadi wilayah dengan angka kriminalitas tertinggi di DIY.

Baca selanjutnya…

Kecamatan Depok bisa jadi kabupaten sendiri?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2023 oleh

Tags: DIYJogjakapanewon depokkecamatan depokpilihan redaksisleman
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO
Catatan

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO
Kabar

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.