Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kuliah S2 Luar Negeri Berkat Beasiswa LPDP: Dibanggakan malah Berakhir Melukai Orangtua karena Lupa Diri

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
22 Agustus 2025
A A
beasiswa kuliah. MOJOK.CO

Ilustrasi - Penerima Beasiswa (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setahun jadi mahasiswa penerima beasiswa S2 LPDP, langsung berubah drastis

Baru setahun kuliah S2 di luar negeri sejak awal berangkat 202, Faradina langsung melihat ada perubahan drastis yang dialami sang adik.

Awalnya, Faradina menaruh curiga kalau sang adik kerap menghabiskan malam di bar. Itu dia lihat dari WA story sang adik. Namun, saat ditanya, sang adik berdalih hanya ikut teman biar akrab. Tapi dia tidak menyentuh minuman keras sama sekali.

Iklan

Setelah pertanyaan itu, WA story sang adik seperti tidak muncul lagi di ponsel Faradina. Sepertinya memang disembunyikan dari Faradina.

“Tapi di Instagram aku masih bisa lihat. Makanya aku pakai siasat ikutin pakai second account,” ujar Faradina.

Dan dari situ Faradina bisa melihat, ternyata sang adik sudah berubah drastis. Hijab rapat yang selama ini dikenakan tiba-tiba saja ditanggalkan. Pakaiannya menjadi kebarat-baratan.

Tapi itu tak seberapa membuat Faradina kaget. Yang paling membuatnya “makdeg!” adalah, ada satu momen saat sang adik berpose dengan botol alkohol bersama beberapa teman perempuannya.

Mulai berani menentang nilai keluarga

Faradina sempat mencoba menahan diri untuk tidak memberitahu orangtuanya. Dia ingin dengar langsung penjelasan langsung dari sang adik. Lebih-lebih ketika akhirnya Faradina tahu, sang adik termasuk salah satu orang mendukung penuh kampanye LGBT dan childfree. Cara pandang yang bertentangan betul dengan moralitas dan nilai yang dianut oleh keluarganya.

“Suatu kali aku berhasil nelepon dia. Aku mencoba bicara agar tegas, menentang apa yang dia lakukan. Tapi dia malah membentak aku balik. “Udah lah, Mba, hidup-hidup aku. Nggak usah diceramahain. Aku punya kebebasan untuk memilih hidup”. Begitu katanya,” ungkap Faradina.

Tak berselang lama, telepon dimatikan dari seberang. Setelahnya, dia amat kesulitan menghubungi sang adik lagi. Telepon tak diangkat, pesan WA tak dibalas. Hingga kemudian kontaknya diblokir.

Pilih kecewakan orangtua demi kebebasan sendiri

Akhirnya Faradina memberanikan diri memberitahu orangtuanya. Tentu saja mereka langsung kaget.

“Ibu nyoba nelepon, awalnya video call, tapi nggak mau diangkat. Pas telepon biasa baru diangkat. Jawabannya sama, adikku merasa lebih tahu pilihannya sendiri. Jadi ibu atau bapak nggak perlu ngatur-ngatur,” beber Faradina.

Paling membuat sakit hati adalah ketika sang adik menegaskan kalau dia kuliah S2 di luar negeri dengan usaha sendiri. Beasiswa LPDP yang dia dapat pada akhirnya memungkinkannya tidak membebani orangtuanya dari aspek biaya.

Ibu Faradina langsung menangis tersedu. Sementara sang bapak langsung muntab. Tapi itu tidak mengembalikan adik Faradina. Setelahnya dia malah susah dihubungi dan tak pernah pulang.

“Tapi ibu masih sering kirim pesan. Sekadar tanya sudah malam apa belum? Kabarnya bagaimana? Kuliahnya bagaimana? Adikku jawab, tapi singkat. Hanya sesekali aja adikku mengangkat telepon ibu, itupun diawali dengan kalimat, “Ibu, aku nggak pengin diceramahi ya.” Daripada teleponnya ditutup, sementara ibu kangen, jadi ibu mending tanya yang sekadarnya saja,” ungkap Faradina.

Faradina tahu belaka, batin ibunya benar-benar terluka. Bahkan, dia kerap menangis kepada Faradina; Tak menyangka bagaimana sang adik bisa berubah seperti itu.

Pulang untuk kemudian pergi lagi…

Karena cerdas, tak butuh waktu lama bagi adik Faradina untuk menuntaskan masa kuliah menjadi mahasiswa S2 di luar negeri. Seiring itu, dia memutuskan pulang ke kampung halaman.

Baik Faradina, orangtua, maupun tetangganya pangling dan kaget. Sebab, penampilannya benar-benar jauh dari sang adik di masa lalu. Rambut bercat pirang, pakaian seksi. Lebih dari itu, sudah makin jarang salat.

“Aku nyoba deketin dia, orangtua juga. Tapi dia membentengi diri, nggak pernah mau kalau dinasihati. Mungkin itu juga yang membuatnya nggak betah di rumah,” kata Faradina.

Iklan

Hanya dua bulan Faradina di rumah. Setelahnya dia memutuskan kerja di Jakarta dan amat jarang pulang. Hingga sekarang.

“Di titik itu, kadang ibuku menyesal. Berandai-andai seandainya adikku nggak keterima beasiswa LPDP di luar negeri kalau ujung-ujungnya membuat dia seperti itu,” ucap Faradina.

Meski begitu, ibu Faradina tak henti-henti berdoa. Dalam lelehan air mata, sang ibu berharap agar Tuhan mengembalikan anaknya terebut kembali sebagaimana sediakala.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Mahasiswa PTN Bohong ke Orang Tua, Mengaku Dapat Beasiswa padahal Diam-Diam Kuliah Sambil Kerja demi Gelar Sarjana atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 23 Agustus 2025 oleh

Tags: beasiswabeasiswa lpdpbeasiswa s2kuliah s2LPDPmahasiswa S2s2 luar negeri
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Lulus dari Universitas Mataram lanjut ke University of Queensland Australia. MOJOK.CO

Kisah Awardee LPDP yang Tak Ingkar Janji: Dulu Hanya Bocah Penggembala Kuda, Kini Jadi Asisten Gubernur NTB

6 Juli 2026
Cerita awardee Beasiswa LPDP University of Edinburgh, Skotlandia, pilih pulang ke Indonesia untuk bangun bisnis brand tas kerja lokal MOJOK.CO

Pulang Kuliah dari Skotlandia Pilih Bisnis Tas Lokal di Indonesia: Buka Lapangan Kerja hingga Terlibat Pemberdayaan Perempuan

29 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Perjalanan Kopikina menjadi kedai kopi populer di Jakarta yang dirintis oleh alumni Beasiswa LPDP MOJOK.CO

Jalan Kopikina dari Kedai Kopi Kecil dan Bukan untuk Bisnis Serius Jadi Brand Besar di Jakarta, Terapkan Ilmu dari Inggris

19 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Sikap-sikap sederhana ke pelayan rumah makan atau restoran yang seharusnya jadi kewajaran MOJOK.CO

Sikap-sikap Sederhana ke Pelayan Rumah Makan atau Restoran yang Kita Abaikan karena Ego, Padahal Bermakna Memanusiakan

20 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
GVD Resmi Rilis Single Perdana "VII", Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah.MOJOK.CO

GVD Resmi Rilis Single Perdana “VII”, Bawa Konsep Post-Black Berbalut Visual Kei Cerah

23 Agustus 2026
budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.