Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Penyesalan Mahasiswa yang Gagal Masuk UNAIR lalu (Terpaksa) Kuliah di UNESA: Kantin Kampus Mirip Kantin Pabrik, Mau Parkir Saja Sulit!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
4 April 2024
A A
Penyesalan Mahasiswa yang Gagal Masuk UNAIR Surabaya lalu (Terpaksa) Kuliah di UNESA: Kantin Kampus Mirip Kantin Pabrik, Mau Parkir Saja Sulit! Sosiologi UNESA, Surabaya

Penyesalan Mahasiswa yang Gagal Masuk UNAIR lalu (Terpaksa) Kuliah di UNESA: Kantin Kampus Mirip Kantin Pabrik, Mau Parkir Saja Sulit!

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

UNAIR Surabaya, tidak bisa dimungkiri lagi, adalah salah satu kampus terbaik di Surabaya. Amat wajar jika banyak mahasiswa yang memimpikan bisa menempuh ilmu di sana. Namun, terkadang mimpi tak jadi kenyataan. Dan banyak mahasiswa yang gagal keterima di UNAIR, akhirnya berlabuh di UNESA. Ini cerita mereka, mahasiswa UNESA yang menyesal gagal menambatkan mimpi di UNAIR.

***

Iklan

Ada kelakar seperti ini: kampus di Jogja itu hanya ada dua, yaitu UGM dan yang bukan UGM. Kelakar itu jelas muncul dari fakta bahwa UGM adalah top of mind kampus di Jogja. Benar, kampus di Jogja yang bagus banyak. UII, UMY itu nggak bisa dipandang remeh, tapi ya bagi orang-orang biasa, UGM punya prestise tersendiri.

Coba tanya mahasiswa di Jogja satu-satu. Hampir semuanya punya keinginan untuk kuliah di UGM. Saya sendiri juga dulunya ingin kuliah di UGM, tapi gagal dan berakhir di UNY. Dan lucunya, UNY ini punya sebutan lumayan yang menggelitik: kampusnya orang gagal masuk UGM.

Lebih lucunya lagi, di Surabaya sana, ada kampus yang berbagi nasib dengan UNY, yaitu UNESA.

Kalau kampus di Jogja hanya ada UGM dan bukan UGM, Surabaya juga mirip, meski beda dikit. Bedanya adalah, kampus di Surabaya itu ada tiga: UNAIR, ITS, dan yang bukan keduanya. Tapi perbedaan UNAIR dan ITS dengan kampus lain di Surabaya itu benar-benar mengerikan. Bumi dan langit, benar-benar anjlok, setidaknya itulah yang dikatakan oleh Dito dan Naima, dua mahasiswa angkatan 2020 yang bermimpi kuliah di UNAIR Surabaya, dan terbangun untuk mendapati fakta bahwa mereka hanya bisa kuliah di UNESA.

Inilah cerita dua manusia yang (sempat) punya mimpi yang indah.

Dua orang yang bernasib sama (pedihnya)

Saya baru bisa ngobrol dengan Dito dan Naima jam 22.20 semalam sebelum artikel ini terbit. Tak masalah, malam yang mendekati pekat gelapnya justru waktu paling tepat untuk manusia yang ingin berbicara kejujuran.

Dito dan Naima ini berbagi nasib yang sama: memimpikan UNAIR Surabaya, tapi justru berakhir di UNESA. mereka berdua sempat bisa menerima nasib dan sampai pada titik penerimaan. Tapi ketika menjalani kuliah, dan melihat betapa superiornya UNAIR Surabaya dalam segala aspek, penerimaan itu jadi menguap dan berubah jadi paksaan.

Mereka berdua punya nasib yang sama dengan saya, tapi setelah saya gali, ternyata jauh berbeda. Dan kita mulai cerita nasib buruk Dito terlebih dahulu.

Psikologi UNAIR Surabaya

Sebagai arek Sidoarjo, sepertinya kuliah di Surabaya itu jadi keharusan. Ibu Dito ingin salah satu anaknya kuliah di UNAIR Surabaya. Dan keinginan ibu adalah titah yang tak boleh disanggah. Maka, dengan penuh keteguhan hati, saat jalur undangan dibuka, dengan penuh keyakinan Dito memasukkan Psikologi UNAIR sebagai pilihannya. Pilihan kedua juga UNAIR. Pokoknya, UNAIR.

Tapi yang namanya keinginan, ia bisa saja tak terwujud. Dito terpukul ketika menerima fakta bahwa dia gagal masuk kampus yang selalu dia bilang terbaik di Surabaya tersebut.

Percobaan pertama gagal, akhirnya Dito mencoba jalur tes. Kali ini, UNAIR lagi sebagai pilihan utama, masih Psikologi. Tapi, kali ini dia akhirnya menapak tanah. Dito tak lagi memasukkan UNAIR sebagai pilihan keduanya, tapi UNESA. Setidaknya, misal dia tidak keterima di pilihan pertama, dia masih bisa masuk kampus pilihan kedua yang baginya lebih “mudah”.

Lagi-lagi, dia harus menerima fakta bahwa UNAIR memang tak masuk dalam perjalanan hidupnya. Dia diterima di UNESA, jurusan Sosiologi, yang mana dia tak tahu, bahwa pada beberapa waktu kemudian, dia menyesali betul hal ini.

Iklan

“Aku tiap kumpul sama kawan-kawan SMA-ku, Mas, isin. Kebanyakan pada keterima UNAIR, dan jadi orang-orang keren. Tertekan aku kadang-kadang.”

Naima, akamsi Surabaya ini nasibnya mirip dengan Dito, tapi, tragedi yang sama belum tentu punya efek yang sama pada tiap orang.

Sabuk, sabuk

Cerita bagaimana Naima berakhir di UNESA mirip dengan Dito. Memimpikan UNAIR Surabaya, gagal, tes lagi, tapi pilihan kedua diisi UNESA, dan berakhir di kampus kedua. Mirip. 

Hanya saja, efek yang dirasakan oleh Naima berbeda. Dia lebih tertekan dengan nasibnya, terlihat dari betapa kuatnya emosi yang saya rasakan waktu dia bercerita tentang “penderitaannya” menjadi mahasiswa UNESA. Pertama, gara-gara SMA Naima begitu dekat dengan UNESA Lidah. Ya mana kerasa bedanya lah.

Tapi itu nggak begitu parah, ada yang lebih parah: tragedi sabuk.

Putar ingatan kalian kembali ke sekitar 3 tahun yang lalu, masa pandemi. Di masa itu, viral video tentang senior kampus yang bentak-bentak mahasiswa baru lewat zoom. Kalau susah membayangkannya, mudahnya seperti ini: bayangkan panitia ospek kampus bentak juniornya, tapi lewat video call. Aneh? Memang. Dan pelaku keanehan tersebut adalah mahasiswa UNESA.

Awalnya, Naima tak masalah dengan fakta bahwa dia harus menghabiskan masa mudanya menjadi mahasiswa UNESA. Tapi gara-gara masalah bentakan viral tersebut, hingga kini, dia masih kerap kena ejekan sabuk. Hal itu menghantam mental Naima, yang bikin dia makin menyesal tidak masuk UNAIR Surabaya.

Setelah selesai cerita dan melewati banyak tawa, saya bertanya kepada mereka berdua, apa sih yang bikin UNAIR sebegitu hebatnya sampai mereka terlihat menyesal kuliah di UNESA?

Baca halaman selanjutnya

Kualitasnya beda bumi dan langit

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 April 2024 oleh

Tags: kampus terbaik di SurabayaSurabayatragedi ospekUNAIR Surabayaunesa
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO
Sosok

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO
Eksplor

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.