Kebebasan Bersuara Direnggut Gara-gara Cap Terlalu Feminis
Di era modern ini budaya patriaki masih terjadi, tulisan ini berisi kisah Laras yang dicap terlalu feminis karena lantang bersuara.
Baca selengkapnyaDetailsDi era modern ini budaya patriaki masih terjadi, tulisan ini berisi kisah Laras yang dicap terlalu feminis karena lantang bersuara.
Baca selengkapnyaDetailsUpaya dua anak ideologis Gus Dur, Khofifah Indar Parawansa dan Mahfud MD berjibaku menjaga citra sang presiden ke-4 itu.
Baca selengkapnyaDetailsShin Tae Yong tanpa pemain naturalisasi di Timnas Indonesia jadi kayak pelatih biasa yang tidak kelihatan hebatnya.
Baca selengkapnyaDetailsKapolrestabes Semarang Irwan Anwar harus dipenjara. Dia telah melakukan rekayasa kasus, penyebaran hoaks, fitnah kepada korban pembunuhan.
Baca selengkapnyaDetailsMundakir cuma bercita-cita jadi guru agama karena ekonomi pas-pasan. Malah "tiba-tiba" jadi Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.
Baca selengkapnyaDetailsOrang Jawa kerap dianggap sebagai pemalas. Padahal, stigma itu cuma stigma dari penjajah Belanda saat melihat orang Jawa nggak mau...
Baca selengkapnyaDetailsTulisan ini mencatat cinta kasih seorang bapak petugas kebersihan di Surabaya yang bisa mengantarkan anaknya kuliah hingga sarjana.
Baca selengkapnyaDetailsDi sebuah langgar tua dan tersembunyi di Surabaya, Soekarno kecil habiskan sore-malam untuk mengaji Alquran.
Baca selengkapnyaDetailsMuhammadiyah meluncurkan produk pendingin udara yang ramah lingkungan. Namanya, ACMU. Sudah layak uji dan bisa dibeli!
Baca selengkapnyaDetails
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.