Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Warung Mak Uti Perlakukan Perantau di Jogja Layaknya Keluarga Sendiri, Bahkan Jadi Tempat Curhat Mahasiswa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
23 April 2024
A A
Warung Mak Uti Beri Kehangatan bagi Perantau di Jogja. MOJOK.CO

Ilustrasi Warung Mak Uti, Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jadi tempat curhat mahasiswa Kalimantan

Saat suasana Warung Mak Uti, Jogja perlahan sepi, saya kemudian menanyakan berapa kiranya yang harus saya bayar atas makanan yang sudah saya santap.

“Rp13 ribu, Nak. Nasi telur dan tahunya Rp9 ribu. Es tehnya Rp4 ribu,” ucap Mak Uti.

Iklan

Setelah membayar, seorang mahasiswa yang berjalan dari Universitas Sanata Dharma Kampus III masuk ke Warung Mak Uti. Ia menyapa Mak Uti terlebih dulu, juga dengan akrab. Ia lantas mengambil sendiri menu yang hendak ia santap.

Mak Uti pun demikian. Seperti sudah hafal, ia langsung menuju ke dapur mengambil segelas air putih untuk si mahasiswa USD Kampus III tersebut.

“Kok lama kamu nggak kelihatan?,” tanya Mak Uti ke si mahasiswa itu yang kemudian dijawab dengan penjelasan yang agak panjang.

“Masnya ini juga pelanggan di sini. Asalnya dari Kalimantan,” ucap Mak Uti saat kembali menghampiri tempat duduk saya. Mak Uti lantas menceritakan sedikit seluk-beluk dari mahasiswa asal Kalimantan itu. Saya tentu heran. Kok bisa Mak Uti tahu detail-detail kecil dari si mahasiswa Kalimantan itu?

“Karena saya juga sering curhat, Mas, ke Mak Uti. Termasuk masalah-masalah saya. Misalnya, yang terbaru, saya punya masalah sama anak asrama, saya cerita juga ke Mak Uti,” ucap mahasiswa asal Ketapang, Kalimantan Barat itu, yang kemudian saya tahu bernama Samuel (21).

Samuel memilih sering makan di Warung Mak Uti ya apalagi kalau bukan karena murah. Dengan nasi+lauk (entah telur, ayam, atau yang lain) dan air putih, Samuel hanya perlu membayar Rp8 ribu saja. Lebih dari itu, kehangatan Mak Uti membuat Samuel seperti sedang makan di rumah nenek sendiri.

Mak Uti dan barang-barang pelanggan yang tertinggal di warung

Saya sudah hampir beranjak dari Warung Mak Uti, Joga. Tapi baru saja berdiri, Mak Uti tampak lari-lari ke seberang jalan sambil meneriaki seseorang. Ternyata ia meneriaki seseorang yang menggondol HP pelanggan Mak Uti yang entah jatuh atau tertinggal di selokan seberang jalan warung.

Sebelumnya, setelah si pelanggan makan, si pelanggan memang sempat ke selokan untuk memberesi paralon. Saya tak terlalu paham soal ini. Tapi ketika si pelanggan beringsut, sepertinya HP-nya kelupaan.

Mak Uti melihatnya. Hanya saja si pelanggan sudah keburu memacu motor. Ketika Mak Uti keluar hendak mengamankannya, ternyata ada seseorang yang melintas dan menyambar HP tersebut. Sontak teriaklah Mak Uti. HP pelanggan pun terselamatkan. Sampai kemudian si pelanggan datang untuk mengambil HP-nya yang tertinggal tersebut.

“Yang seperti ini sering, Mas, di warung. Dompet itu paling sering ketinggalan. Tapi ya saya amankan. Nggak berani saya buka-buka. Pokoknya saya ambil terus amankan.”

Mak Uti berucap demikian sambil berlalu. Lalu Samuel menatap saya sambil tersenyum dan mengangguk dalam. Seperti hendak mengatakan, “Kamu tahu kan kenapa saya menganggap Mak Uti seperti nenek sendiri?”.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

Iklan

BACA JUGA: Menelusuri Bebek Purnama yang Pertama di Surabaya, Ternyata Tidak Buka Cabang 

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

 

 

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 23 April 2024 oleh

Tags: Jogjakampus usdpilihan redaksiUniversitas Sanata Dharmauniversitas sanata dharma kampus 3usd jogjawarung mak utiwarung mak uti jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Apem ya qowiyyu: kue apem khas Jatinom Klaten berusia 400 tahun. Bukan sekadar warisan kuliner tradisional tapi simbol kesalehan sosial MOJOK.CO
Eksplor

Apem Ya Qowiyyu: Kue Khas Jatinom Klaten Berusia 400 Tahun, Bukan Semata Warisan Kuliner tapi Kesalehan Sosial

10 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO
Catatan

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Apem ya qowiyyu: kue apem khas Jatinom Klaten berusia 400 tahun. Bukan sekadar warisan kuliner tradisional tapi simbol kesalehan sosial MOJOK.CO

Apem Ya Qowiyyu: Kue Khas Jatinom Klaten Berusia 400 Tahun, Bukan Semata Warisan Kuliner tapi Kesalehan Sosial

10 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
lestarikan budaya.MOJOK.CO

Rayakan HUT ke-81 RI, InJourney Tebar Diskon 81 Persen dan Gelar Pesta Budaya di Destinasi Sejarah Nusantara

10 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.