Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Warteg di Jogja Eksis Sejak 1990-an, Mandek Gagal Saingi Warmindo tapi Sekarang Tumbuh Berkat Strategi Khusus

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
12 Maret 2024
A A
warteg jogja sulit kalahkan warmindo.MOJOK.CO

Ilustrasi warteg (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dua tahun terakhir warteg mulai berkembang pesat di Jogja. Padahal, di daerah lain seperti Jakarta sudah ada sejak lama.  Penjual jelaskan kenapa warteg sulit berkembang seperti warmindo di Jogja.

Lima tahun lalu, warteg adalah pemandangan yang agak asing di Jogja. Berbeda dengan awal 2024 ini, kuliner dari Tegal ini hadir dengan berbagai jenama yang berjejaring. Di berbagai sudut kota Jogja ada warteg.

Warteg Kharisma Bahari misalnya, mulai merambah Jogja pada pertengah-akhir 2022 dan dalam enam bulan saja sudah punya 20 cabang. Hingga sekarang, jumlahnya tentu sudah berlipat ganda.

Mojok pernah mewawancarai pemilik salah satu warteg pertama di Jogja. Warung itu letaknya ada di Glagahsari, Bantul. Pemiliknya, Muhammad Cholid (42) bercerita kalau usaha turunan dari orang tua ini awalnya buka di Jakarta.

Saat krisis moneter 1998, keluarganya memutuskan untuk hijrah tempat usaha ke Jogja. Salah satu alasannya karena saat di Jabodetabek, tepatnya di Bekasi, warteg mereka berada di dekat pabrik sepatu yang saat itu melakukan PHK besar-besaran. Pasarnya pun hilang.

“Dulu riset kecil-kecilan, di Jogja memang belum ada warteg jadi potensinya besar,” katanya kepada Mojok.

Akhirnya, pada 1999 keluarga Cholid membuka warteg di Glagahsari yang kini lokasinya berada di sekitar gedung kampus UTY, UAD, dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST).

Ia mengakui buka usaha warteg di Jogja tidak mudah. Sepanjang perjalanan sejak 1999, keluarganya pernah buka cabang di Jalan Parangtritis, Jalan Perumnas, dan daerah Babarsari. Namun, hanya di Glagahsari yang tetap ramai dan bertahan.

Alasan warteg di Jogja sejak dulu perkembangannya tidak masif seperti warmindo

Cholid mengamati bahwa di Jogja orang lebih suka makan dengan santai. Setelah makan, pelanggan terutama mahasiswa ingin bercengkerama dahulu sembari merokok atau berbincang.

Sementara warteg, penataan tempat duduk yang mengitari etalase makan. Bagi Cholid, selain memudahkan penataan lauk supaya terlihat jelas, juga agar sirkulasi pelanggan yang makan bisa lebih cepat.

“Pas di Jakarta, pangsa pasar kan buruh pabrik. Mereka makan cepat. Sirkulasi yang keluar masuk lebih cepat juga,” paparnya.

Warteg memang menawarkan keragaman lauk dan sayuran yang tidak ditemukan di warmindo. Etalase lauk di warmindo hanya satu dan tidak terlalu besar. Tapi meja dan kursi yang tersedia untuk pelanggan berlimpah.

Perkembangan warmindo di Jogja sekarang juga sudah semakin memanjakan pelanggan untuk bercengkerama berlama-lama. Beragam fasilitas disediakan seperti WiFi dan tempat yang luas.

“Kalau saya lihat ya memang secara sosial dan budaya, di Jogja itu orang suka makan sekalian nongkrong. Entah itu sarapan, makan siang, atau malam. Makannya sekarang juga banyak warmindo yang konsepnya semi kafe,” jelasnya.

Iklan
warteg yang dulu ramai di jakarta sekarang di jogja.MOJOK.CO
Warteg Kharisma Bahari yang dua tahun terakhir berkembang pesat di Jogja (Hammam/Mojok.co)

Dulunya warmindo di Jogja juga hanya berjualan menu makanan bubur kacang hijau dan mi instan. Saat ini, berkembang dengan menyediakan berbagai macam lauk-pauk yang lengkap juga.

Baca halaman selanjutnya…

Strategi yang membuat warteg akhirnya berkembang pesat di Jogja

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2024 oleh

Tags: Jogjawarmindowartegwarteg kharisma bahari
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO
Aktual

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya Mojok.co
Pojokan

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

24 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Minyak wangi cap lang lebih bagus dari FreshCare. MOJOK.CO

Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

27 April 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.