Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Perantau Lampung Tak Bisa Menikmati Rasa Soto dan Mie Ayam di Jogja karena Sulit Cari yang Nggak Kemanisan, Tersiksa 5 Tahun di Jogja Cuma Bisa Makan Penyetan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
9 Mei 2024
A A
Soto dan Mie Ayam Jogja Gak Cocok di Lidah orang Lampung MOJOK.CO

Ilustrasi - Soto dan mie ayam Jogja nggak cocok di lidah orang Lampung. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Belanda di balik cita rasa manis makanan di Jogja

Cita rasa manis memang menjadi ciri khas makanan di Jogja. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh pakar Gastronomi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minta Harsana.

Tak hanya makanan berat, cita rasa manis pun juga bisa didapati pada makanan ringan (kudapan). Dari 113 jenis kudapan di Jogja, kata Harsana, 60 persennya adalah bercita rasa manis.

“Di masa Belanda kan diterapkan cultuurstelsel (tanam paksa), di mana tanah yang dimiliki oleh warga 20 persennya wajib ditanami tebu. Di Jogja, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur waktu itu mayoritas menanami tebu,” jelas Harsana seperti Mojok kutip dari kanal YouTube CNN Indonesia.

“Bahkan dari Jogja (masa itu) cukup mendominasi, karena bisa mengirim 70,4 persen gula ke Eropa,” sambungnya.

Keterangan Harsana juga terkonfirmasi dalam buku Antropologi Kuliner Nusantara: Ekonomi, Politik, dan Sejarah di Belakang Bumbu Makanan Nusantara. 

Dalam buku tersebut tertulis, pada masa berlakunya tanam paksa pada 1830, pemerintah Hindia Belanda mewajibkan petani di Jogja dan Jawa menanam tanaman komoditas ekspor. Antara lain tebu, kopi, dan teh.

Petani di kawasan Jogja, Jawa Tengah hingga Jawa Timur dipaksa menanam tebu. Sebab, kondisi lahan di sana sangat ideal untuk menanam tanaman penghasil gula.

Dalam rentang 1830-1870, terjadi krisis pangan di Pulau Jawa. Hal tersebut membuat masyarakat di Pulau Jawa pada akhirnya mengolah tebu untuk bertahan hidup. Saat itu tebu diolah menjadi bahan baku beragam makanan. Itulah kenapa kemudian masyarakat Jawa cukup akrab dengan cita rasa manis. Khususnya orang Jogja.

Pasalnya, setelah setelah berakhirnya masa tanam paksa, produksi gula di Jogja masih terus berlanjut. Tidak lain karena adanya kerja sama pihak Belanda dengan pecahan Kerajaan Mataram Islam: Keraton Surakarta Hadiningrat dan Kasultanan Ngayogjokarto Hadiningrat.

“Tapi ya tidak semua makanan di Jogja manis. Tidak sulit juga menemukan makanan dengan cita rasa pedas dan gurih,” tegas Harsana.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Bagi Perantau Surabaya Tukang Parkir di Kafe Basabasi Jogja Tak Layak Dibayar Rp2000, Caranya Perlakukan Orang Tak Seperti Tukang Parkir di Kafe Surabaya yang Bikin Emosi

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2024 oleh

Tags: JogjaLampungmie ayam di jogjamie ayam enak di jogjapilihan redaksirekomendasi mie ayam enak di lampungrekomendasi soto enak di jogjasoto di jogjasoto di lampungsoto lampung
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO
Catatan

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO
Urban

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang.MOJOK.CO

UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

27 April 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026
Semifinal Kompetisi Basket Campus League musim perdana Regional Surabaya hujan skor. Universitas Surabaya (Ubaya) jadi raja Jawa Timur MOJOK.CO

Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

29 April 2026
Kenaikan harga plastik bikin UMKM menjerit. MOJOK.CO

Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik

30 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.