Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Sate Donal Pak Min Kaliurang, Racikan Lezat Penjaga Rumah Peristirahatan Sultan Jogja

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
30 Agustus 2023
A A
Sate Donal Pak Min Kaliurang, Racikan Lezat Penjaga Rumah Peristirahatan Sultan Jogja MOJOK.Co

Ilustrasi Sate Donal Pak Min Kaliurang, Racikan Lezat Penjaga Rumah Peristirahatan Sultan Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sate Donal Pak Min jadi salah satu kuliner menarik untuk dicoba di Kaliurang, Sleman. Warung kecil ini dikelola oleh sepasang abdi dalem penjaga Pesanggrahan Ngeksigondo, rumah peristirahatan Sultan Jogja di Kaliurang.

***

Iklan

Beberapa bulan lalu saya akhirnya menemukan salah satu warung makan sederhana yang menarik untuk jadi tempat bersantap saat berkunjung ke Kaliurang. Sebagai orang yang sudah satu dekade tinggal di Jogja, sejak dulu saya hanya mengenal kuliner sate kelinci yang identik dengan kawasan wisata lereng Merapi itu.

Namun, selain pedagang yang menjajakan sate kelinci, ternyata ada juga warung yang menyediakan olahan entok. Tepatnya di warung Sate Donal Pak Min yang letaknya Magersari, Ngeksigondo, Kaliurang Barat, Sleman.

Rasa penasaran akan kisah di balik warung dan rasa lapar akhirnya membawa saya kembali ke tempat itu pada Selasa (29/08/2023) siang. Kendaraan saya pacu cepat dari menelusuri tanjakan demi tanjakan sampai di tempat itu.

Lokasinya mudah untuk pengunjung temukan lantaran berada persis di pinggir jalan. Persisnya berada di Jalan Astorenggo, sisi utara Taman Kaliurang yang jadi salah satu pusat keramaian.

Setibanya di sana, warung sedang sepi. Hanya ada dua lelaki yang sedang menikmati seporsi sate dan tongseng entok di halaman depan Sate Donal Pak Min.

Begitu masuk ke dalam, tampak pemandangan yang menunjukkan identitas pemilik warung ini sebagai seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta. Di dinding kayu, terpajang deretan foto Sultan Jogja dari masa ke masa. Mulai dari Sri Sultan HB I sampai Sri Sultan HB X.

Warung Sate Donal Pak Min, salah satu tempat kuliner unik di Sleman MOJOK.CO
Warung Sate Donal Pak Min, salah satu tempat kuliner unik di Sleman. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Setelah mengucap permisi, Bu Parmin, pemilik warung ini menunjukkan batang hidungnya. Saya lantas memesan seporsi sate donal untuk mengganjal lapar.

“Pas banget Mas, dagingnya tinggal cukup untuk satu porsi,” ujarnya sembari melempar senyum.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Turun temurun menjaga rumah Sultan Jogja yang mulanya milik orang Belanda

Bu Parmin mengaku sampai siang itu stok entok belum kunjung datang. Ia biasanya memesan dari warga sekitar desa yang memelihara unggas satu ini. Pesan hidup-hidup dengan jumlah yang tak begitu banyak.

“Entok itu nggak ada yang menernak jadi susah kalau mau cari banyak,” keluhnya.

Ia lalu melenggang ke dapur untuk mulai memasukkan potongan daging ke tusuknya. Saat mulai membakar di atas bara, saya kembali menghampiri untuk bertanya soal kisah keluarganya menjadi abdi dalem. Siang itu suaminya sedang pergi ke kebun sehingga Bu Suparmin hanya dibantu oleh menantu perempuannya.

Bu Parmin bercerita bahwa mulai mengabdikan dirinya ke Keraton Yogyakarta sejak era 1980-an. Saat itu Sri Sultan HB IX masih bertahta. Namun, kisah pengabdian keluarga ini bermula jauh sebelum itu.

Iklan

“Kakek dan nenek saya yang asli orang Kaliurang itu sudah jadi abdi dalem sejak zaman HB VIII,” ujarnya sambil membolak-balikkan sate di panggangan.

Pesanggrahan Ngeksigondo tercatat sebagai tempat peristirahatan Sultan Jogja dan keluarganya sejak 1927. Sri Sultan HB VIII membeli bangunan ini dari orang Belanda. Luas tempat tersebut mencapai 19 ribu meter persegi. Ada beberapa bangunan seperti Gedung Keputren, Gedung Gongso, hingga Gedung Diesel.

Bangunan ini sempat menjadi saksi sejarah forum Komisi Tiga Negara pada 1948. Kala itu, Sri Sultan HB IX meminjamkan Pesanggrahan Ngeksigondo sebagai tempat menginap delegasi pertemuan itu.

Ruangan di Warung Sate Donal Pak Min. Turun temurun keluarganya menjadi abdi dalem penjaga rumah peristirahatan Sultan Jogja MOJOK.CO
Ruangan di Warung Sate Donal Pak Min. Turun temurun keluarganya menjadi abdi dalem penjaga rumah peristirahatan Sultan Jogja. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Saat ini fungsinya memang sudah berubah sekadar menjadi cagar budaya. Sesekali ada acara seni budaya di tempat itu. Di dalam terdapat sejumlah gamelan milik Keraton.

“Beberapa waktu lalu Ngarso Dalem juga sempat mampir ke sini,” kata Bu Parmin. Tampak di dinding, sebuah foto menunjukkan Pak Parmin dan anaknya sedang bersama Sri Sultan HB X.

Baca halaman selanjutnya…

Membawa resep Sate Donal dari Cilacap

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2023 oleh

Tags: Kaliurangsate donalsate donal pak minSultan Jogja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Jalan Kaliurang, Jalan Paling Tidak Ramah Pejalan Kaki Mojok.cp
Pojokan

Jalan Kaliurang, Jalan Paling Tidak Ramah Pejalan Kaki 

4 Oktober 2025
Alasan Warlok Sleman Malas Berwisata ke Kaliurang Mojok.co
Pojokan

Alasan Warlok Sleman Malas Berwisata ke Kaliurang

2 Oktober 2025
Cangkringan, Kecamatan Paling Cantik di Sleman (Foto oleh Mohammad Sadam Husaen)
Pojokan

Ketika Klub Sepeda Bahagia Cycling Comedy Membelah Cangkringan Sleman, Kecamatan Paling Cantik yang Membuat Kecamatan Lain Minder

10 Juli 2025
Bandara YIA Gagal, Bikin Jogja Butuh Bandara Baru Lagi? MOJOK.CO
Esai

Bandara YIA Kulon Progo Ternyata Bukan Solusi Bijak karena Banyak Orang Jogja Tidak Bahagia. Apakah Kini Saatnya Membangun Bandara Baru?

26 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026
Petugas Sensus Ekonomi ditolak masyarakat karena sudah sulit percaya dengan pemerintah MOJOK.CO

Yang Harus Dibenahi dari Sensus Ekonomi usai Petugas Ditolak di Mana-mana, Karena Masyarakat Makin Sulit Percaya sebab Sering Dibuat Kecewa

6 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.