Belajar dari tetangga baik hati
Enggar sendiri belajar membuat mie ayam dari tetangganya. Awalnya ia yang hobi makan mie ayam tertarik untuk jualan. Keinginannya lantas ia utarakan pada tetangga yang jualan keliling dengan dorong gerobak.
Tetangganya nggak keberatan untuk mengajari Enggar. Syaratnya, Enggar harus langsung jualan.
Tetangganya mungkin ingin melihat keseriusan Enggar yang ingin jualan. “Langsung diminta jualan, jadi langsung tahu kesalahan,” katanya tertawa.

Awalnya mie ayam yang ia pelajari dari tetangganya tipe yang manis. Namun, ia kemudian sesuaikan dengan seleranya yang lebih suka bercita rasa asin gurih.
“Saya memang hobinya makan mie ayam, Mas. Kalau ada info warung yang enak enak pasti saya datangi, sampai sekarang,” katanya.
Warung mie ayam pertamanya kemudian ia serahkan ke adiknya karena ia mulai kerja kantoran sehingga tidak punya waktu. Baru dua tahun kemudian berpikir untuk membuka mie ayam malam hari.
“Alasannya kenapa malam hari, ya karena saya punya waktunya itu, pagi sampai sore kan harus di kantor,” ujarnya.
Mie ayam malam demi rumah idaman dan membahagiakan keluarga
Enggar tak memungkiri ada orang-orang yang ngrasani, mengapa seorang pegawai bank mau-maunya jualan mie ayam. Padahal secara pendapatan seharusnya sudah mencukupi. Belum dengan rasa lelah yang mungkin ia rasakan.
“Saya ingin membahagiakan keluarga saya, istri dan orang tua. Saya sedang membangun rumah. Ngapain harus gengsi, selama saya sanggup, akan saya usahakan,” kata Enggar menjelaskan alasannya jualan
Menurutnya, rumah untuk istrinya sudah jadi, tapi karena rumah tumbuh tentu butuh proses sampai benar-benar jadi rumah idaman. Selama pekerjaan itu halal dan ia mampu secara fisik dan pikiran, akan tetap ia kerjakan.
Baginya meski fisik kadang terkuras, Enggar tidak mempersoalkan karena ia senang melakukannya. Meski kadang kerepotan, ia melarang istri membantunya. Ia juga sudah dibantu satu karyawan, sehingga sebenarnya tak terlalu kerepotan.
“Kalau kenapa nama warungnya Mie Ayam dan Bakso Urat Pak Sunar itu berasal dari nama bapak saya, Sunarko,” kata Enggar menjelaskan nama warungnya.
Lokasi: Jalan Godean, sebelah barat Jembatan Klajuran
Buka: Pukul 20.00 – habis
Penulis: Agung Purwandono
Editor: Achmad Aly Reza
BACA JUGA Rekomendasi Mie Ayam Paling Enak di Wonogiri Versi Warga Lokal Maniak Mie Ayam
dan tulisan menarik lainnya tentang di kanal Liputan.














