Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Bocah Asal Wonosari Jogja Rela Putus Sekolah untuk Jualan Bakwan Kawi, Dikira Malas Belajar padahal Berkorban demi 4 Adik

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 Juni 2024
A A
Bocah Wonosari Jogja Jualan Bakwan Kawi demi Adik MOJOK.CO

Ilustrasi - Bocah asal Wonosari Jogja jualan bakwan kawi demi adik-adiknya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang bocah lulusan SD asal Wonosari, Jogja, memilih tak lanjut SMP untuk jualan bakwan kawi. Bukan karena ia malas sekolah. Tapi di atas pundaknya, ia memikul tanggung jawab sebagai seorang kakak yang harus turut mengurus adik-adiknya.

***

Sepulang dari kantor di Perum Sukoharjo Indah, Ngaglik, saya kerap berjalan random di sekitaran Ngaglik. Tentu jika tidak sedang ada agenda liputan keluar Ngaglik, Sleman.

Jalan random tersebut sering kali mempertemukan saya dengan “sosok-sosok tak terduga”. Sosok-sosok dengan cerita-cerita menyentuh dan inspiratif.

Seperti misalnya sore itu, Rabu (12/6/2024). Saya akhirnya punya kesempatan ngobrol panjang dengan Radit (16), bocah asal Wonosari, Jogja, yang jualan bakwan kawi di Jalan Besi Jangkang.

Seminggu sebelumnya, sebenarnya saya sudah berniat mampir di tempat mangkal Radit. Saya sudah kerap melihat bocah itu tiap kali melintas di Jalan Besi Jangkang. Namun, seminggu lalu ia tak terlihat ada di sana.

“Oh seminggu kemarin saya pulang, Mas, ke Wonosari,” ujar Radit saat kemudian saya tanya kenapa seminggu lalu tak terlihat.

Ngaglik baru saja diguyur hujan bulan Juni sejak siang. Lalu menyisakan gerimis yang cukup awet. Suasana yang sangat cocok untuk menikmati bakwan kawi.

Bocah Wonosari Jogja yang terlatih kerja sejak SD

Sembari menyantap bakwan kawi, saya mengajak Radit duduk di dekat saya untuk ngobrol-ngobrol. Ia tampak gugup. Terlihat dari caranya menyulut rokok yang agak tak santai.

Tapi lama-lama ia mulai nyaman berbicara. Malah ada bagian-bagian yang tanpa saya tanya pun ia justru cerita sendiri.

“Dulu saya SD-nya malah di Magelang (Jawa Tengah), Mas. Waktu itu ikut bapak. Karena bapak jualannya di sana,” ungkap bocah asal Wonosari, Jogja, tersebut.

Bapak Radit juga jualan bakwan kawi. Sementara sang ibu adalah ibu rumah tangga biasa.

Dulu bapak Radit memang jualan kawi di Magelang. Tapi setelah Radit lulus SD dan karena ada suatu hal, bapak Radit pun akhirnya balik ke Jogja dan sekarang jualan bakwan kawi di sekitaran Cangkringan, Jogja.

“Dulu tinggal sama bapak ya bareng sama orang-orang jualan bakwan. Dari situ ikut berlatih cara membuat bakwan kawi,” terang Radit.

Iklan

Sebagai informasi, umumnya para penjual bakwan kawi memang tinggal dalam satu kontrakan. Atau kalau kos ya dalam satu kompleks kos-kosan. Mereka akan membuat bakwan kawi bareng-bareng di malam hari sebelum kemudian dijual esok harinya.

“Kalau saya mangkalnya jam 10 pagi sampai jam 5 sore, Mas. Upahnya paling sering ya di angka Rp80 ribu per hari,” kata bocah asal Wonosari, Jogja, tersebut.

Sengaja tak lanjut sekolah SMP

Radit lulus SD pada 2021 silam. Setelah itu ia memang sudah mantap tak lanjut SMP.

Ibu Radit sebenarnya sudah mencoba mendaftarkan Radit ke sebuah SMP di Wonosari, Jogja. Namun, bocah itu tetap pada pilihannya: tak mau lanjut SMP.

Radit menjelaskan kalau ia ingin bekerja saja, jualan bakwan kawi. Mendengar itu, orang tua Radit tak mempermasalahkan.

“Juragannya saudara sendiri, jadi saya ikut,” ucap Radit. Rokoknya habis. Ia lalu menyeruput segelas kopi yang ada di depannya.

Bocah Wonosari Jogja Jualan Bakwan Kawi demi Adik MOJOK.CO
Radit (16), bocah asal Wonosari Jogja yang jualan bakwan kawi demi adik-adiknya. (Aly Reza/Mojok.co)

Bocah asal Wonosari, Jogja, itu mengaku kalau di antara para penjual bakwan kawi yang ikut saudara Radit (juragan), ia lah yang paling bocah. Sisanya pemuda-pemuda usia 20-an hingga bapak-bapak pun ada.

“Kalau bapak tinggalnya di Cangkringan. Sering juga main ke sini,” ucap Radit sambil menyulut kembali rokoknya.

Perihal alasan kenapa ia memilih putus sekolah, awalnya Radit tak menjelaskan terus terang. Bocah asal Wonosari, Jogja, itu hanya bilang kalau ia memang tidak pengin sekolah. Ia pengin cari uang saja. Sebata situ.

Bocah Wonosari Jogja yang berkorban untuk adik-adiknya

Saat obrolan kami makin dalam, Radit lalu bercerita kalau ia adalah anak pertama. Ia punya empat orang adik. Satu sekolah SMP, satu SD, lalu dua sisanya masih kecil.

Saya lalu mulai mengerti atas keputusan Radit putus sekolah dan memilih jualan bakwan kawi. Karena saya pun anak pertama. Bagi anak pertama, selalu ada keinginan untuk berkorban terhadap keluarga.

“Upah jualan bakwan kawi bukan cuma buat saya. Jadi memang sengaja saya bagi. Kalau pulang ada bagian yang saya kasih ke ibu,” tutur Radit. Jawabannya itu sudah cukup menjelaskan kenapa bocah asal Wonosari, Jogja, itu memilih putus sekolah.

Di zaman sekarang, seorang bocah putus sekolah setelah SD memang menjadi hal tak lazim. Itulah kenapa Radit mengaku ada lah beberapa orang di daerahnya yang memandangnya dengan cara aneh. Seperti hendak bilang, “Nggak mau sekolah nanti mau jadi apa?”.

Meski begitu, Radit tak terlalu memasukkannya ke hati. Terserah apa kata orang. Yang penting baginya saat ini adalah mengurangi beban orang tua dan syukur-syukur bisa membantu keduanya.

Saat hendak lanjut jalan, saya sengaja memberi uang lebih pada Radit. Bukan karena kasihan atas kondisinya. Tapi sebagai ucapan terimakasih karena sudah menemani saya ngobrol di tengah gerimis sore itu.  Namun ia mengejar saya, mengembalikan kelebihan uang yang saya berikan.

“Nggak usah, Mas, bayar sesuai pesanan saja,” kata bocah asal Wonosari, Jogja, itu dengan wajah sungkan. Saya menerimanya kembali. Tapi saya bilang padanya kalau saya akan lebih sering makan bakwan kawi di tempatnya mangkal.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Orang-Orang yang Bernasib Sial di Depok Jogja, Harus Lewati Malam dengan Ngenes dan Sendu

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2024 oleh

Tags: bakwan kawibakwan kawi jogjaJogjaKuliner Jogjakuliner slemanngaglik slemanputus sekolahslemanwonosari jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO
Catatan

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO
Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.