Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Merajut, Kegiatan “Terapi” bagi Emak-Emak di Semarang agar Sehat Jasmani dan Ekonomi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
10 Oktober 2025
A A
Pelatihan gratis dari Pemkot Semarang untuk tingkatkan UMKM. MOJOK.CO

ilustrasi - ibu-ibu di Semarang hobi merajut dan hasilkan cuan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Lah kami ini biasa megang sutil (spatula) buat masak, nggak terbiasa pegang hakpen (jarum rajut). Mohon maklum lah ya kalau lama jahitnya, karena baru belajar,” ucap Tina Rahayu, salah satu peserta pelatihan UMKM merajut gratis di gedung UPTD PLUT KUMKM Kota Semarang pada Jumat pagi (26/9/2025).

***

Tina adalah satu dari puluhan ibu-ibu di Kota Semarang yang bersemangat mengikuti pelatihan gratis dari Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UKM) Kota Semarang, meski awalnya kesulitan. Ia dan ibu-ibu lainnya terlihat kompak menggunakan pakaian berwarna merah dan hitam. 

Ada yang fokus memperhatikan jahitannya, ada yang nyambi bercengkrama dan tertawa, ada pula yang disuruh maju ke depan seperti Tina untuk menyampaikan kesan pesannya selama pelatihan.

Tina berujar, meski susah-susah gampang, ia mengaku tak ada hobi lain yang lebih menyenangkan dari merajut. Merajut adalah terapi baginya. Lebih dari itu, merajut juga dapat meningkatkan ekonomi keluarga jika hasilnya laku di pasaran.

Merajut jadi hobi “murah” di kalangan emak-emak Kota Semarang

Sejatinya, Tina baru pertama kali ini mengikuti pelatihan merajut dari Dinkop UKM Kota Semarang. “Serius, baru kali ini saya pegang hakpen jadi amat sangat grogi dan takut. Wong bikin (pola dasar) rantai saja saya nggak bisa, tapi di sini pelan-pelan saya diajarin sama mentornya,” ucap perempuan berusia 50 tahun tersebut.

Ketertarikan Tina dengan kegiatan merajut bermula dari ketidak sengajaannya melihat sang kakak merajut sambil berpaling melakukan sesuatu yang lain. Misalnya, merajut sambil menunggu masakan matang, menunggu cucian kering, atau sekadar menonton TV. 

Perajin tangan. MOJOK.CO
Tina Rahayu (kiri) dan Retna (kanan) sedang merajut. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Tina yang penasaran akhirnya minta diajari oleh kakaknya, tapi beberapa kali mencoba ia selalu gagal. Namun, karena kegagalan itulah ia jadi makin bersemangat.

“Saya itu ingin bisa, terus carilah tutorial di Youtube tapi ternyata nggak mudah dengan apa yang saya bayangkan. Mangkanya saya cari informasi pelatihan offline. Terus nemulah program dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, One Village One Product ini, apalagi ini gratis,” tutur Tina.

Selain gratis, Dinkop UMKM juga memfasilitasi kebutuhan mereka seperti kain dan benang. Terlebih, kata Tina, biaya pengeluarannya juga tidak mahal malah untung jika produknya dijual.

Meningkatkan kesehatan lansia

Pelatihan merajut gratis dari Dinkop UKM Kota Semarang juga menarik minat Retnaningrum (58), yang sebetulnya sudah menggeluti dunia merajut sejak kecil. Retna, sapaan akrabnya mengaku lebih suka berkomunitas ketimbang merajut sendirian di rumah. Sebab ia jadi bisa mengobrol dan berbagi ilmu dengan ibu-ibu di Kota Semarang.

Hasil rajutan tangan. MOJOK.CO
Hasil rajutan ibu-ibu di Kota Semarang yang siap di pasaran. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Di sini itu kami diberi target. Jadi kadang-kadang kami harus maraton dalam sekian hari sehingga harus saling membantu,” ujar Retna. 

“Misal, kami diminta merajut sarung bantal dalam satu kelompok yang berisi anggota 5 orang tapi tentu ada yang prosesnya lambat dan ada yang cepat karena sudah bisa dari awal,” lanjutnya.

Suasana guyub dan saling mendukung itulah yang membuat Ratna jadi bermakna di usianya yang semakin senja. Merajut, kata Retna, dapat meningkatkan imajinasinya hingga mencegah kepikunan dini. 

Iklan

“Karena saya sekarang kegiatannya full ibu rumah tangga, dengan merajut sambil mendengarkan musik saya bisa mengatasi kejenuhan,” ujarnya.

Jadi selingan pekerjaan masyarakat sekitar

Kepala Dinkop UKM Semarang, Margaritha Mita Dewi Sopa, usai bertemu peserta UMKM. MOJOK.CO
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Margaritha Mita Dewi Sopa saat mengunjungi pelatihan merajut. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan, kegiatan merajut juga membantu meningkatkan perekonomian warga Kota Semarang. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang, Margaritha Mita Dewi Sopa berharap pelatihan tersebut dapat mengurangi dampak kemiskinan ekstrem.

“Pelatihan ini dapat meningkatkan pendapatan dari masing-masing orang. Supaya nanti bisa dimanfaatkan sebagai wirausaha. Jadi sasarannya itu bisa masyarakat umum atau pelaku usaha di bidang handycraft,” ujar Mita saat ditemui Mojok di gedung UPTD PLUT KUMKM Kota Semarang, Jumat (26/9/2025).

Selain pelatihan merajut, Dinkop UKM Kota Semarang juga mengadakan kelas tata boga, merias, hingga barista. Pesertanya pun macam-macam, jika kegiatan merajut diikuti oleh-oleh ibu-ibu, maka kelas barista ditujukan kepada anak-anak muda.

Mereka yang tergabung dalam pelatihan biasanya sudah terdaftar di aplikasi Sistem Informasi Usaha Mikro atau Si UMI Kota Semarang. Di mana, mereka mendapat pengetahuan tentang cara memperoleh sertifikat halal hingga bimbingan memasarkan produk ke mitra dinas serta galeri UMKM.

“Kami gandeng juga mereka agar bisa ikut pameran. Tak hanya di Kota Semarang tapi juga di luar kota seperti Jakarta,Surabaya, Malang, bahkan luar negeri,” jelas Mita.

Dukungan dari Pemerintah Kota Semarang

Antuasis warga Kota Semarang dalam mengikuti pelatihan pengembangan UMKM, menurut Mita, sudah tak perlu dipertanyakan. Baik dari yang belum punya usaha maupun yang akan atau sudah membuat usaha. 

Lansia merajut. MOJOK.CO
Peserta pelatihan merajut membuat outer. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Semangat itulah yang menghantarkan Kota Semarang mendapat penghargaan sebagai “Daerah Peduli Pengembangan UMKM dan Potensi Sumber Daya Lokal” dari Kompas TV. Hal itu juga yang menjadi amunisi bagi Dinkop UKM Kota Semarang untuk selalu berinovasi terutama dengan meningkatkan digitalisasi.

“Kami semakin gencar memberikan edukasi tentang pembuatan konten digital marketing. Tidak hanya di media sosial seperti Instagram tapi juga TikTok,” ujar Mita.

Tak hanya fokus memajukan UMKM Kota Semarang, Dinkop juga sedang gencar-gencarnya mengajak warga mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Harapannya program yang digalakkan pemerintah pusat tersebut menjadi salah satu ujung tombak pengurangan angka kemiskinan.

“Warga dapat menjadi anggota operasinya. Kalau warga sejahtera, imbas kebermanfaatannya nanti ke masyarakat sekitar juga di mana daya beli semakin meningkat.” kata Mita.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Pensiun dari Guru, Raup Puluhan Juta dengan Menganyam Bambu di Minggir Jogja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2025 oleh

Tags: kota semaranglansiamerajutpelaku umkmSemarangUMKM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO
Edumojok

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Keselamatan warga Kota Semarang jadi prioritas di tengah hujan dan angin kencang yang tumbangkan 80 lebih pohon dalam semalam MOJOK.CO
Kilas

Keselamatan Warga Semarang Jadi Prioritas di Tengah Hujan Angin yang Tumbangkan 86 Pohon dalam Semalam

5 Maret 2026
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO
Kilas

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Sarjana Jurusan Agribisnis jualan keripik buah. MOJOK.CO

Sibuk Jualan Sambil Kuliah daripada Jadi Mahasiswa “Kura-kura”, Lulusan Agribisnis Ini Sukses Dagang Keripik sampai Luar Negeri

11 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.