Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
31 Maret 2026
A A
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

ilustrasi - kereta eksekutif (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kereta Api (KA) Eksekutif sering dijuluki “anak emas” oleh KAI karena fasilitasnya yang mewah. Tak hanya itu, kecepatan dan kenyamanannya tak usah dipertanyakan, sebab layanan premiumnya setara dengan fasilitas pesawat. Namun, bukannya puas karena sudah membayar mahal, beberapa penumpang justru kecewa saat melakukan perjalanan dari Jogja ke Jakarta.

***

Panji Putranto mengaku lebih suka KA eksekutif generasi pertama yang menggunakan kursi Mild Steel berwarna biru terang dibanding KA Stainless Steel New Generation seperti Taksaka. Sebagai informasi, KAI punya 4 jenis kereta eksekutif. 

Pertama, Mild Steel (baja ringan atau baja karbon rendah) yang sudah digunakan sejak era 1990-an hingga 2000-an. Ia punya kaca jendela yang lebar dan panjang, serta tirai yang terbuat dari kain. Misalnya, KA Singasari, Brantas, Dharmawangsa, hingga Ciremai.

Kedua, jenis New Image yang sudah ada sejak tahun 2016. Ciri khasnya ialah jendela yang saling tersambung, tapi masih menggunakan body mild steel. Misalnya, KA Argo Merbabu, Purwojoyo, Cakra Buana, hingga Gunung Jati. 

Kereta generasi ketiga adalah Stainless Steel yang diluncurkan pada tahun 2018. Bodi luarnya mengkilap khas logam tanpa cat, serta menggunakan pintu geser elektrik, dan interior modern. Misalnya, KA Argo Wilis, Papandayan, hingga Manahan.

Keempat, KA Stainless Steel (SS) New Generation yang sudah beroperasi sejak tahun 2023. Cirinya tidak jauh berbeda dengan kereta eksekutif generasi ketiga, hanya saja kursinya bisa diatur sesuai kemiringan (reclining) dan diputar (revolving). Misalnya, KA Argo Bromo Anggrek, Jayabaya, Gaya Baru Malam Selatan, hingga Taksaka.

Dari keempat jenis kereta di atas, Panji sebenarnya tak masalah mau pakai yang mana asal kursinya tetap yang generasi pertama. Masalahnya, ia sudah membayar lebih untuk KA Stainless Steel New Generation seperti Taksaka tapi berujung kecewa.

Kekecewaan nyata pengguna KA Eksekutif

Pemuda dari Jakarta yang kerja di Jogja itu rela merogoh kocek sekitar Rp1,2 juta lebih untuk naik KA Taksaka dengan harapan bisa menikmati fasilitas yang nyaman dari KA. Namun, setelah duduk selama 6 jam di dalam kereta, Panji merasa rindu dengan kursi eksekutif lama.

“Mulanya, perjalanan dari Jakarta ke Jogja aku dapat kursi yang biru terang. Pinggang dan kepala kesangga. Aman, nyaman, sentosa lah pokoknya,” kata Panji saat dikonfirmasi Mojok, Kamis (26/3/2026).

“Tapi pas balik dari Jakarta ke Jogja pakai rangkaian Stainless Steel New Generation (KA Taksaka), aku malah dapat kursi abu-abu. Alamat boyoken (sakit pinggang) sampai Jakarta,” lanjutnya.

Baca Halaman Selanjutnya

Pesan cinta untuk KAI

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 April 2026 oleh

Tags: EksekutifjakartaJogjakaikereta apikereta eksekutifkereta new generationkursi eksekutif
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO
Urban

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co
Pojokan

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026
Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO
Cuan

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja, parkir liar, desa.MOJOK.CO
Catatan

Tukang Parkir di Desa Lebih Amanah Ketimbang Jukir di Kota, Tak Ada Drama Getok Harga apalagi Makan Gaji Buta

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Derita S2 karena Dipaksa Ibu, kini Bahagia Menanam Cabai Rawit MOJOK.CO

Menyesal Kuliah S2 karena Dipaksa Ibu, kini Lebih Bahagia Menanam Cabai Rawit dan Berkebun

15 April 2026
Derita tak punya motor dan tidak bisa naik motor di tongkrongan laki-laki MOJOK.CO

Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam

16 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Habis Doa Langsung Goyang- Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri MOJOK.CO

Habis Doa Langsung Goyang: Cara Orang Indonesia Menjalani Agama yang Bikin Orang Pakistan Iri

17 April 2026
Orang Jogja Syok Merantau ke Jakarta karena Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak Mojok.co

Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta

16 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.