Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Lulus SMP Jadi Tukang Cuci Steam di Cikarang, Dulu Direndah-rendahkan Kini Jadi Orang Super Sibuk di UPNVJ, Sementara Si Penghina Entah Apa Kabarnya

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
28 Mei 2024
A A
Dari Tukang Cuci Steam di Cikarang Jadi Orang Hebat di UPNVJ MOJOK.CO

Ilustrasi - Dari tukang cuci steam di Cikarang jadi orang hebat di UPNVJ. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pembuktian ditunjukkan oleh Bilal Sukarno. Dari lulusan SMP yang bekerja sebagai tukang cuci steam di Cikarang, lalu jadi lulusan terbaik UPNVJ, hingga diundang rapat bersama menteri. Padahal dulu ia sempat mendapat cap sebagai anak bermasa depan suram.

Bilal Sukarno berasal dari Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia baru saja diwisuda di UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) pada Sabtu (20/4/2024) lalu. Tak hanya sekadar wisuda, sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPNVJ tersebut juga mendapat penghargaan Karya Mahardika.

Namun, jauh sebelum apa yang Bilal capai saat ini, ia telah melewati rangkaian perjalanan hidup yang penuh kepahitan.

Broken home hingga tak lulus SD

Bilal mengaku sama sekali tak punya bayangan untuk kuliah. Ia sadar diri dengan kondisi ekonomi keluarga yang memprihatinkan. Pasalnya, bapak dan ibu Bilal bercerai saat Bilal masih kelas 1 SD. Alhasil, sarjana FISIP UPN Veteran Jakarta itu harus hidup terlunta-lunta dengan sang ibu.

Perpisahan orang tua Bilal memang sempat membuat hidup Bilal berantakan. Bilal harus mengalami beberapa kali pindah sekolah. Situasi itu membuat Bilal sempat tak lulus SD.

“Tapi satu hal yang masih saya percayai. Saya memang broken home, tapi bukan broken dreams,” ujar sarjana terbaik UPNVJ Jakarta itu seperti yang Mojok kutip dari web resmi UPN Veteran Jakarta.

Kendati begitu, Bilal sendiri tetap memiliki tekad kuat untuk belajar. Itulah kenapa meski kondisi ekonomi dan hidupnya penuh kepahitan, ia tetap menuntaskan SD-nya hingga kemudian lanjut ke SMP 2 Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Mendapat cap anak bermasa depan suram

Rentetan kepahitan hidup memang masih terus menghantui Bilal. Setelah lulus dari SMP 2 Banjarmangu, sarjana UPNVJ Jakarta itu terpaksa putus sekolah. Kondisi ekonomi sang ibu yang memburuk membuatnya harus memupus harapan untuk tak lanjut ke jenjang SMA.

Mirisnya, di tengah kondisi Bilal dan sang ibu yang tengah terpuruk, ada saja orang yang alih-alih memberi dukungan malah justru merendah-rendahkan.

“Mamah saya itu nggak sekolah. Waktu saya putus sekolah waktu itu ada orang pinter di kampung bilang ‘Lal, kowe iku yo pada bae nasibe be mbok mu (Lal, kamu itu ya sama aja nasibnya kayak ibumu)’,” ujar Bilal.

Tentu ada rasa sakit yang menghujam hati sarjana UPNVJ Jakarta itu. Akan tetapi, ucapan dari orang itu justru membuat tekad Bilal semakin kuat. Ia sangat menyayangkan ada “orang pintar” yang justru merendahkan orang lain. Oleh karena itu ia bertekad membuktikan bahwa prediksi si orang pintar tersebut salah.

“Saya juga percaya semua orang punya jalan dan kesulitanya masing-masing. Take your time, everything will be fine,” kata Bilal.

“Satu hal yang bikin hati saya terenyuh, di tengah penghakiman itu, tiba-tiba mamah saya nyeletuk, ‘Mamah emang nggak, sekolah, Nang. Tapi mamah yakin anak-anak mamah bisa mendobrak pintu dunia’,” sambungnya.

Jadi tukang cuci steam di Cikarang

Setelah lulus SMP 2 Banjarmangu, Banjarngera, Bilal memang nganggur selama satu tahun. Lalu ia berangkat ke Cikarang, Jawa Barat, untuk bekerja sebagai tukang cuci steam.

Iklan

Nasib baik kemudian menghampiri Bilal yang kemudian membuka jalannya hingga akhirnya kuliah di UPNVJ.

Di tempat cuci steam di Cikarang tersebut, Bilal bertemu dengan seorang kepala yayasan sekolah yang ingin mencuci mobilnya. Bilal sempat ngobrol-ngobrol dengan orang tersebut. Lalu ia mendapat tawaran untuk bersekolah oleh si kepala yayasan dengan tantangan tertentu.

“Tantangan itu berhasil saya jawab dan tuntaskan. Di sekolah itu, saya berhasil menjadi Ketua OSIS dan cukup banyak memberikan prestasi. Saya juga menjadi lulusan terbaik di sekolah itu,” sebut sarjana UPNVJ Jakarta itu.

Bilal Sukarno Dicap Bermasa Depan Suram tapi Jadi Sarjana UPNVJ Sukses MOJOK.CO
Bilal Sukarno, lulus terbaik UPNVJ setelah dicap bermasa depan suram. (Dok. UPNVJ)

Kuliah di UPNVJ Jakarta nyambi jadi driver ojol

Setelah lulus SMA, Bilal diterima di tiga universitas negeri dan satu swasta dengan jaminan beasiswa. Namun, Bilal menjatuhkan pilihan ke UPNVJ.

Mungkin UPNVJ kalah besar dari kampus-kampus lain di Jakarta. Akan tetapi ia memiliki pemikiran: lebih baik menjadi orang luar biasa di kampus biasa ketimbang menjadi orang biasa di kampus luar biasa.

Sebenarnya pilihannya untuk kuliah di Jakarta sempat tak mendapat restu dari anggota keluarga. Hanya saja Bilal bersikeras. Toh ia menekankan tak akan meminta dibiayai sepeserpun.

“Karena tidak dibiayai keluarga, masa-masa mahasiswa baru adalah masa paling sulit. Saya harus bangun jam 5 pagi narik ojek online (ojol) dan pulang jam 9 untuk siap-siap kuliah,” tutur Bilal.

“Pulang kuliah lanjut lagi ngojek sampai jam 12 malam. Begitu setiap hari sampai semester 1 selesai,” sambung mantan tukang cuci steam di Cikarang tersebut.

Masuk semester 2, Bilal mulai mencari alternatif pemasukan untuk kuliah di UPNVJ selain dari ojol. Ia kemudian aktif mengikuti beragam lomba dari semester 2 hingga semester 5. Selain itu ia juga aktif berorganisasi di UPNVJ. Ia bahkan sempat menjabat sebagai Ketua BEM di UPNVJ.

Lulus UPNVJ jadi orang hebat

Mojok sempat menghubungi Bilal Sukarno untuk mengulik ceritanya lebih lanjut. Termasuk apa profesi yang ia geluti setelah ia lulus sebagai sarjana terbaik UPNVJ Jakarta. Hanya saja ia tak berkenan untuk memberikan informasi secara detail.

Selain itu, Bilal juga tak berkenan memberi komentar soal kondisi “orang pintar” di Banjarmangu, Banjarngera, yang sempat menyebutnya bermasa depan suram. Meskipun kini ia berhasil membuktikan diri dengan segala pencapaiannya dari tak lulus SD, jadi tukang cuci steam di Cikarang, hingga jadi lulusan terbaik UPNVJ.

“Saya tidak ingin menyinggung orang lain,” tutur Bilal kepada Mojok, Sabtu (20/05/2024).

Bilal Sukarno Dicap Bermasa Depan Suram tapi Jadi Sarjana UPNVJ Sukses MOJOK.CO
Bilal Sukarno saat mengikuti rapat dengan pejabat-pejabat tinggi RI. (Instagram/@bilal_sukarno)

Namun jika menilik aktivitas yang ia bagikan di akun Instagram @bilal_sukarno, ia tampak aktif di berbagai forum. Bilal sendiri bahkan sempat mengikuti rapat kolaborasi bersama pejabat-pejabat tinggi RI, yakni Kepala Kantor Staf Presiden, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Kesehatan dan Bappenas selama sepekan dalam Program Indonesia Future Network.

“Siapa yang mengira anak yang pernah tidak lulus SD dan jadi tukang cuci steam di Cikarang ini bisa rapat satu meja dengan menteri?” tuturnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Cerita Ibu Kos Jogja “Super Galak” Larang Anak Kos Pacaran dan Keluar Malam, Ternyata Tempa Anak Kos hingga Jadi Rektor

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2024 oleh

Tags: banjarnegarabeasiswacikarangcuci steamkampus jakartaupn jakartaUPN Veteran Jakartaupnvj
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Beasiswa MEXT U to U di Jepang lebih menguntungkan daripada LPDP. MOJOK.CO
Sekolahan

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026
kuliah, kerja, sukses.MOJOK.CO
Sekolahan

Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus

7 April 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Sekolahan

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Cerita Felix. Kuliah di universitas Australia berkat beasiswa LPDP usai diejek dan ditertawakan. Tolak tawaran kerja dewan demi ajar anak-anak di kampung pedalaman MOJOK.CO
Sekolahan

Lulusan Beasiswa Australia Tolak Tawaran Karier Mentereng, Lebih Pilih Jadi Guru Kampung karena Terbayang Masa Lalu

10 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup anak perempuan pertama dibebankan ekspektasi orang tua

Anak Perempuan Pertama di Keluarga Korbankan Kebebasan Masa Muda demi Penuhi Tuntutan Jadi Orang Tua untuk Adik, padahal “Sengsara” Sendirian

3 Mei 2026
pekerja perempuan.MOJOK.CO

Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

1 Mei 2026
Petani di Delanggu, Klaten maju berkat sistem permakultur. MOJOK.CO

Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten

6 Mei 2026
Arta Wahana, pensiunan UGM isi waktu dengan berkebun selada (dok. UGM)

35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

3 Mei 2026
Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh MOJOK.CO

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026
Mayday 2026: Buruh tuntut 8 poin. MOJOK.CO

8 Tuntutan “Jujur” Buruh di Mayday 2026: Ciptakan Lapangan Kerja, Kendalikan Dampak AI, hingga Lindungi Pekerja Platform Digital

2 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.