Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Alasan Banyak Mahasiswa KKN Kesurupan Menurut Psikolog, Memang Bisa Menular Jadi Kesurupan Massal

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
17 Juli 2024
A A
kesurupan saat kkn menurut psikolog.MOJOK.CO

Ilustrasi kesurupan saat KKN (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setiap masa KKN selalu ada cerita tentang mahasiswa yang kesurupan. Fenomena yang terus terjadi bertahun-tahun ini berakar dari sebuah masalah yang manusiawi.

Selain kesurupan, pengalaman mistis seperti jadi oleh-oleh wajib sepulang program pengabdian kepada masyarakat ini. Jadi kisah yang begitu asyik dibagikan kepada teman-teman di kampus.

Di salah satu unggahan Instagram Mojok tentang KKN, pengalaman horor jadi sesuatu yang mendominasi kisah-kisah berkesan dari para warganet. Ada yang bercerita pengalaman nendang sesajen di sumur keramat desa, lalu pulang-pulang ketempelan makhluk gaib.

Selain itu, ada pula yang teman kamarnya kesurupan. Sampai mengamuk dan mencakar teman-teman yang mencoba menahan orang kesurupan itu. Bahkan ada yang bercerita bahwa kejadian kesurupan langsung terjadi saat baru disambut oleh warga desa.

Program pengabdian masyarakat bagi mahasiswa seperti sangat identik dengan pengalaman berbau klenik. Hal itu semakin populer saat cerita “KKN di Desa Penari” viral di Twitter lewat sebuah utas yang diunggah pada 24 Juni 2019. Cerita KKN di Desa Penari diangkat ke layar lebar dan menjadi film dengan penonton terbanyak di Indonesia hingga saat ini.

Mahasiswa penuh tekanan selama program

Kegiatan KKN memang jadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Menetap selama rata-rata dua bulan di tempat yang cukup asing dengan tuntutan untuk membaur sekaligus memberikan impak positif bagi masyarakat tidak mudah bagi sebagian orang.

Psikolog Dessy Pranungsari mengungkapkan bahwa meninggalkan rumah atau kos untuk tinggal di wilayah baru yang jauh memang berpotensi jadi pemicu stres bagi mahasiswa. Memilih kos saja pasti penuh pertimbangan agar nyaman, sementara saat KKN tidak ada pilihan ingin tinggal di tempat seperti apa.

ilustrasi kesurupan kkn.MOJOK.CO
Ilustrasi. Mengalami stres dapat menimbulkan berbagai dampak bagi seseorang (Nik Shuliahin/Unsplash)

Menurutnya, beberapa orang akan menerapkan sikap waspada dan selalu waswas saat di tempat baru. Sehingga secara psikologis selalu merasa tertekan.

“Apalagi ketika program yang dilakukan itu cukup sulit dan menantang atau sering juga ada masalah dengan warga. Hal-hal ini memicu kerentanan stres yang semakin tinggi,” ujarnya kepada Mojok Selaa (16/7/2024).

Penyebab mahasiswa KKN sering kesurupan itu bukan makhluk halus

Sebenarnya, kesurupan adalah fenomena yang kerap ada di sekitar kita. Penjelasan medisnya sudah banyak dijelaskan oleh para ahli. Namun, alasan mengapa kegiatan KKN begitu identik dengan kesurupan sebenarnya juga bisa dijelaskan secara logis.

Dessy mengungkapkan stres yang dialami mahasiswa, ketika sudah terlalu menumpuk dan tersimpan di alam bawa sadar, tiba-tiba bisa meluap karena pemicu tertentu. Saat tadinya mahasiswa mampu menguatkan diri perlahan tidak kuat lagi.

“Sehingga muncul lah ke dalam bentuk seperti kesurupan itu. Kesurupan sebenarnya bentuk benteng pertahanan ego yang sudah tidak kuat lagi,” terangnya.

Bahkan, perihal reaksi yang tak terduga seperti teriakan hingga bersuara aneh sebenarnya terjadi karena ketiadaan benteng pertahanan diri. Di saat dalam situasi nyaman, tanpa disadari, kita juga kerap mengeluarkan hal-hal yang tidak terduga.

“Ini mirip misalnya kita ada di tempat nyaman, merasa aman, itu kita bisa nangis secara lepas. Ketika nyaman kita juga bisa cerita ngelantur sana-sini kepada teman. Ya itu karena pikiran merasa tidak perlu membentengi diri,” paparnya.

Iklan

Kesurupan massal, tekanan dan reaksi emosional memang bisa menjalar

Selain itu, saat KKN juga ada fenomena kesurupan massal. Perihal ini, secara saintifik juga bukan karena para jin memasuki tubuh banyak mahasiswa.

“Secara emosional kita memang bisa terpengaruh oleh orang sekitar. Ada yang nangis, kita juga bisa ikut nangis juga. Hal semacam itu juga terjadi dalam konsep kesurupan itu. Ketika tidak kuat, teman-teman yang sebenarnya di dalam pikirannya sedang stres bisa terpicu mengeluarkan reaksi serupa,” jelasnya.

Selain itu, kesurupan sebenarnya sudah dikenal dalam dunia medis sebagai possession trance disorder. Sebuah gangguan mental disosiatif yang ditandai dengan hilangnya sebagian atau seluruh integrasi akan pikiran, memori, identitas diri, dan kontrol gerakan tubuh.

Tekanan dan stres memang jadi salah satu tantangan selama menjalani kegiatan di lapangan. Sepanjang sejarahnya sejak mulai bergulir sejak tahun akademik 1971/1972, kesurupan memang jadi fenomena yang selalu identik dengan KKN.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Aly Reza

BACA JUGA Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Mahasiswa KKN: Nggak Bantu Atasi Masalah Desa, Cuma Bisa bikin Les dan Acara 17 Agustusan

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2024 oleh

Tags: KampusKKNMahasiswamahasiswa kknpengabdian masyarakat
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan MOJOK.CO
Tajuk

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan

25 Mei 2026
Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO
Esai

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO
Esai

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

27 Mei 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
makan mie ayam di Solo. MOJOK.CO

Curiga dengan Pedagang Mie Ayam di Dekat Rutan Solo, Beli Seporsi tapi Tak Diminta Bayar. Eh, Ternyata Intel Lagi Nyamar

28 Mei 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.