Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Dalam Asuhan Nenek Miskin, Mahasiswa UNESA Bisa Lulus Cepat dengan IPK 4 hingga Bersiap Kuliah Luar Negeri

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 Februari 2024
A A
Mahasiswa UNESA Lulus Cepat Berkat Nenek Miskin MOJOK.CO

Ilustrasi - Mahasiswa UNESA bisa lulus cepat IPK 4 berkat nenek miskin (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tumbuh besar dalam asuhan nenek, seorang mahasiswa UNESA tumbuh sebagai sosok inspiratif dan membanggakan. Ia baru-baru ini mencatat prestasi sebagai lulusan tercepat S2 UNESA dengan IPK sempurna.

***

Saat berkunjung ke Surabaya pada Jumat, (9/2/2024), saya menginap di tempat seorang teman yang saat ini tengah melanjutkan studi di Islamic Study Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Sejak saya tiba di tempatnya di Wage, Sidoarjo (tidak jauh dari Terminal Bungurasih), ia tampak bergelut di hadapan laptop sembari memegangi kepala.

“Mumet, Jeh (sapaan lawas Suroboyoan, kata ganti “mas”),” ujarnya. Lalu ia pun memilih menutup laptopnya, meraih rokok di sampingnya, lalu menyulut dan mengisapnya dalam-dalam.

Teman saya itu mengaku sedang pusing-pusingnya. Betapa tidak, ia menjadi satu-satunya mahasiswa di kelasnya yang sampai saat ini belum mengajukan judul untuk tesisnya.

Pikirannya mampet, energinya habis. Karena di samping S2, ia juga masih harus mengemban tanggung jawab sebagai Waka Kesiswaan di sebuah SMP di Wage guna menyambung hidup.

“Nasibku sebenarnya nggak jauh beda sama orang ini. Aku hanya kalah soal tekad,” ujar teman saya yang yatim piatu itu sembari menunjukkan sebuah rilis dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), tentang seorang mahasiswa UNESA yatim piatu yang bisa lulus dari S2 dengan cepat dan IPK sempurna.

Cuma butuh waktu 1,4 tahun untuk lulus dari S2 UNESA

Untuk diketahui, mahasiswa UNESA yang lulus cepat dengan nilai sempurna itu bernama Mohammad Turi.

Pemuda asal Sampang, Madura itu menuntaskan masa studinya di program magister (S2) prodi Pendidikan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) hanya dalam kurun waktu 1,4 tahun.

Melalui tesis berjudul, “Pengembangan Model Latihan Daya Tahan Aerobic untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama”, Turi (sapaan akrabnya) dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 4.00 dalam gelaran Wisuda ke-109 UNESA pada Kamis, (1/2/2024) lalu.

Orang tua meninggal, tumbuh dan besar dalam asuhan nenek

Di balik prestasi yang Turi torehkan, ternyata mahasiswa UNESA tersebut memiliki kehidupan yang terbilang cukup berat.

Saat masih berusia tiga tahun, kedua orang tua Turi meninggal dunia. Sejak saat itu, Turi berada dalam asuhan sang nenek dengan kehidupan penuh keterbatasan dan serba kekurangan.

Namun, hal tersebut tidak lantas menjadi penghalang bagi mimpi-mimpi besar Turi.

Iklan

Sebaliknya, terbiasa hidup dalam tekanan dan keterbatasan sejak kecil justru menjadikan Turi sebagai sosok yang tahan banting sekaligus memiliki tekad besar untuk mewujdukan apa yang ia impikan.

Kerja keras kuliah sambil cari uang di Surabaya

Sejak S1 hingga S2 di UNESA, Turi selalu bekerja keras, membagi waktu dan tenaga antara kuliah dan mencari uang. Agar ia masih bisa terus melanjutkan pendidikan.

“Selama berkuliah, saya juga diajak dosen-dosen untuk garap riset dan melakukan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap mahasiswa UNESA tersebut seperti yang Mojok kutip dari web resmi UNESA.

“Dari situ saya juga bisa belajar dan menambah pengalaman,” sambungnya.

Selain sering ikut riset dari para dosen, Turi juga mencari alternatif pemasukan lain dari event-event regional hingga nasional.

Capek sudah pasti. Akan tetapi, Turi sadar diri, ia tak seberuntung teman-temannya yang lain.

Turi menyadari, bagi orang seperti dirinya, tak ada waktu untuk bertenang-tenang diri jika ingin meraih impian.

“Kadang saya merasa capek bangat. Tetapi mau bagaimana lagi, ada impian yang harus saya capai,” tuturnya.

Baca halaman selanjutnya…

Kunci tetap berprestasi di tengah tekanan dan keterbatasan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Februari 2024 oleh

Tags: IPKMaduramahasiswa unesapilihan redaksiSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO
Ragam

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.