Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Lulusan S3 di Jogja Tolak Tawaran Jadi Dosen karena Takut Kehilangan Waktu Luang untuk Mancing

Rizky Fajar Nur Azis oleh Rizky Fajar Nur Azis
18 Maret 2025
A A
Lulusan S3 kampus Jogja tolak jadi dosen demi mancing MOJOK.CO

Ilustrasi - Lulusan S3 kampus Jogja tolak jadi dosen demi mancing. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Trauma masa lalu bikin lulusan S3 kampus Jogja enggan jadi dosen

“Bapakku dulu sering ditipu orang-orang penting, seperti carik (sekretaris desa), lurah, kiai, pokoknya orang berpangkat yang tercitra baik di masyarakat,” tutur Ujang. Bapak ujang tertipu investasi menggandakan uang.

“Aku lupa detailnya gimana, intinya  kalau kamu investasi di sini, dalam sebulan uang dua puluh juta bisa jadi tiga kali lipat. Sialnya, orang yang mengajak investasi ini ternyata lari. Pahitnya lagi, bapakku yang jadi perantara mengajak para warga untuk ikutan investasi. Otomatis malah bapakku yang disalahkan.”

Akibatnya, bapaknya Ujang harus menjual aset-aset yang dimilikinya, seperti sapi dan mobil. Keadaan pahit itu tidak hanya membuat keluarga Ujang jatuh miskin, tapi juga menimbulkan keretakan rumah tangga.

Dari kejadian itu, Ujang tumbuh dengan pilihan selalu menghindar untuk menduduki posisi yang mempunyai jabatan berpengaruh. Dosen salah satunya.

“Aku tumbuh dengan kemuakan kepada para orang berpangkat. Karena dengan kuasa, mereka bisa dengan seenaknya menipu orang,”

Lulusan S3 kampus Jogja ditawari merintis kampus

Tawaran menjadi dosen sebenarnya Ujang terima saat dia baru keterima S3, oleh rektor sebuah kampus di Bandung.

Tawaran itu kembali diberikan kepadanya setelah lulus S3 dari kampus Jogja pada awal 2025 lalu. Kali itu dari kepala prodi sebuah jurusan di kampus yang sama.

Namun, tawarannya bertambah: jadi dosen di kampus Bandung tersebut atau membantu kaprodi merintis sebuah kampus di Pangandaran.

“Oh nuhun pak, nantilah saya pertimbangkan.” Hanya begitu jawaban Ujang.

Muak dengan bagi-bagi jabatan

Dari S1 hingga S3, ujang tempuh di kampus yang kesemuanya berlabel Islam. Organisasi ekstra seperti PMII dan HMI tumbuh subur di sana.

Selama ini, lulusan S3 kampus Jogja itu merasa budaya paling kuat di kampusnya justru bukan pencarian ilmu, tetapi perebutan kursi jabatan antarkubu. Bukan hanya di level mahasiswa, tapi juga sampai di level dosen.

Transaksi jabatan tidak berhenti di jabatan dosen. Ketika seorang dosen dari kubu tertentu diangkat menjadi dekan, maka jajaran dekannya akan diisi oleh orang-orang dari kubu yang sama.

“Jabatan akademik diisi bukan base on capacity, melainkan dari hasil bagi-bagi,” gerutu Ujang.

Uniknya, Ujang tidak berangkat dari kubu manapun. Tapu dia justru dapat tawaran denga begitu mudahnya. Hanya, tetap saja dia tidak bisa berpikir yang positif-positif atas kebobrokan birokrasi apapun di negara ini.

Iklan

“Sejelek apapun kualifikasi seseorang, kalau dia punya ijazah S3, tentu akan mendongkrak akreditasi jurusan. Itu mungkin alasanku ditawari, walau misal kualifikasinya seperti Bahlil,” tutup lulusan S3 kampus Jogja itu dengan senyum sumir.

Penulis: Rizky Benang
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Jalan Hidup Lulusan S2 Filsafat UGM yang Kini Menjadi Penjual Cilok Berkostum Power Rangers atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2025 oleh

Tags: Jogjakampus jogjas3 di jogjauniversitas jogja
Rizky Fajar Nur Azis

Rizky Fajar Nur Azis

Turun ke bumi untuk bersenda gurau.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang MOJOK.CO

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang

27 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
jadi bridesmaid usai cut off di pernikahan mantan sahabat. MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Yamaha Sigma motor kelas bawah tapi paling bisa diandalkan MOJOK.CO

Yamaha Sigma adalah Motor pertama di Jogja hasil lungsuran dari bapak dan jadi saksi momen-momen paling serius dalam hidup saya

28 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.