Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Jalan Hidup Lulusan S2 Filsafat UGM yang Kini Menjadi Penjual Cilok Berkostum Power Rangers

Muhammad Ridhoi oleh Muhammad Ridhoi
1 November 2024
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Siapa sangka, penjual cilok berkostum Power Rangers yang kerap ditemui di Jalan Magelang adalah lulusan S2 Filsafat UGM. Sebelum jualan cilok di jalanan, dia sempat berbisnis minyak goreng dan punya puluhan karyawan.

***

Siang itu, pada Selasa (29/10/2024), saya menyusuri Jalan Magelang, sekadar untuk melepas rasa suntuk. Di padatnya jalanan itu, saya menepi sejenak di sebuah Indomaret untuk membeli air mineral. Cuaca terik di siang itu membuat tenggorokan saya kering. 

Setelah membeli sebotol minum dan rokok, mata saya tertuju pada penjual cilok di depan Indomaret, Jalan Magelang KM 13,5. Ada yang unik dari penjual cilok itu. Dia terlihat memakai kostum Power Rangers warna biru. Saya mendekat, menyapa dan membeli cilok miliknya. 

Saya cukup penasaran dengan ide penjual cilok ini yang berjualan sambil mengenakan kostum Power Rangers. Setelah membeli ciloknya, saya duduk dan mengobrol lebih lanjut soal penjual cilok ini.

Lulusan S2 UGM yang meneruskan bisnis temannya

Namanya Antok (44), warga Solo yang kini menetap di Jogja. Saya cukup terkejut ketika dia mengaku sebagai lulusan S2 UGM. Tak tanggung-tanggung: Jurusan Filsafat. Bahkan, dia mendapatkan beasiswa dari kampus dan swasta,  sejak kuliah S1 jurusan Psikologi di UNS. 

Soal bagaimana kisahnya sampai hari ini dia menjadi penjual cilok, ternyata sangatlah panjang. Yang jelas, saat ini dia hanya melanjutkan usaha temannya. Saya sebenarnya sempat menelusuri di berbagai sumber berita, bahwa cilok dengan kostum Power Rangers ini sudah banyak diliput media. Namun, penjual ini berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya. 

“Saya di sini magang, Mas. Sebetulnya ini usaha teman saya. Idenya juga dari saya untuk jualan cilok pakai kostum ini,” ujar Antok, saat Mojok wawancarai, Selasa (29/10/2024).

Dari situ saya simpulkan, ternyata kisah penjual cilok berkostum Power Rangers yang saya baca dari kompas.com, adalah ide dari Antok ini. Temannya sewaktu itu kesusahan untuk mencari pekerjaan. Akhirnya, Antok memberi saran untuk berjualan cilok dengan memakai kostum unik.

“Karena kalau jualan cilok biasa sudah banyak, ya. Laku sih laku, tapi untungnya juga segitu-gitu aja,” ungkap Antok. 

“Tapi ketika saya belajar manajemen risiko, teknik marketing ketika kuliah dulu, saya pikir di era digital ini orang lebih suka yang viral. Jadi saya menyarankan teman saya untuk berjualan cilok dengan cara unik. Nah, tercetus lah ide ini,” imbuh lulusan S2 UGM ini.

Dengan ide jualan yang seperti ini, Antok mengaku mendapat omset yang luar biasa. Sehari ia bahkan bisa mendapatkan Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per hari. Kalau hari Sabtu-Minggu, bisa lebih dari itu. Karena jika ditotal dalam sebulan berjualan, dia bahkan bisa mencapai Rp9 juta, melebihi gaji ASN.

Pernah merintis usaha minyak goreng sendiri

Antok bercerita, sejak 2009 dia bekerja di sebuah perusahaan yang memproduksi Minyak merek “Hemart”. Namun, setelah setahun di sana, dia memilih berhenti dari pekerjaannya itu. Padahal, jika ditotal, gajinya sudah mencapai Rp30 juta perbulannya. 

“Tapi saya memilih untuk membuat merek sendiri. Minyak Kita,” ungkap penjual cilok ini.

Iklan
Jalan Hidup Lulusan S2 Filsafat UGM yang Kini Menjadi Penjual Cilok Berkostum Power Rangers.MOJOK.CO
Antok, lulusan S2 UGM sempat merintis bisnis minyak goreng mereknya sendiri (Mojok.co/M Ridhoi)

Dengan modal yang sudah dikumpulkan hingga mencapai Rp408 juta, dia mengambil keputusan untuk memproduksi minyaknya sendiri. Sebab, dia yakin dengan modal pendidikannya hingga S2 UGM serta pengalaman di perusahaan sebelumnya, dia pasti bisa untung. Sayangnya, dalam kurun waktu enam bulan, dia menemui kegagalan.

“Saya pikir dalam pengalaman saya belajar manajemen risiko hingga teknik marketing saya sudah bisa membuat produk sendiri. Tapi, saya kewalahan ketika tidak menguasai pasar ketika ada barang yang rusak dan perlu retur.” kata Antok.

Dari situ lah, lulusan S2 UGM ini berusaha mengevaluasi usahanya. Dia mulai mempelajari lagi tentang hal-hal yang diluar kalkulasinya seperti meretur barang yang rusak, dan semacamnya. Hingga akhirnya, pada 2014 dia berhasil menguasai pangsa pasar. 

Tak pelit ilmu ke teman-temannya

Setelah sempat merasakan masa kejayaan, bisnisnya mulai goncang saat Covid-19 melanda. Dia harus menghidupi ratusan pegawainya yang ingin terus dia pertahankan; tak mau mem-PHK mereka. Sebab, bagi Antok, usaha itu bisa melejit juga berkat pegawai-pegawainya itu. Dia pun tak sampai hati untuk PHK karyawannya. 

“Jadi biaya produksi itu akhirnya saya pakai untuk menghidupi karyawan pabrik saya, Mas,” ujar Antok. 

Lekas itu, pabrik yang hampir saja tumbang dia serahkan ke temannya untuk dikelola. Dia akhirnya kembali menjajaki kehidupan sebagai orang biasa. Di kesempatan itulah, dia bertemu temannya, Juwanso. Dia mengajak Juwanso untuk bekerja sama mendirikan usaha cilok dengan kostum Power Rangers itu. 

Dua tahun berjalan, akhirnya Juwanso berhasil membuka cabang. Jualannya pun semakin laris dan omzet semakin naik. Melihat hal itu, Antok berinisiatif untuk menggantikan Juwanto berjualan mengenakan kostum Power Rangers.

“Awalnya saya malu, Mas. Biasanya saya kerja di ruangan, rapat, ketemu orang penting. Tapi setelah mencoba ‘magang’ jualan cilok, saya jadi tahu nikmatnya bersyukur,” kelakar Antok.

Penjual cilok lulusan S2 UGM belajar banyak dari jalanan

Baru satu bulan lebih dia menjajal jadi penjual cilok di pinggir jalan. Di situ dia bertemu dengan teman-temannya di perusahaan dulu. Banyak perubahaan yang dia rasakan dari situ. Teman yang dia kenal awalnya punya ekonomi menengah ke atas, sekarang jadi melarat. Di situ dia belajar banyak tentang mensyukuri nikmatnya kehidupan.

Saya tertegun, berbicara dengan Antok begitu mengasyikkan. Memang, terlihat betul background pendidikannya dari cara dia berkomunikasi. Saya bahkan diberi wejangan untuk menjalani hidup dengan penuh rasa syukur.

Jalan Hidup Lulusan S2 Filsafat UGM yang Kini Menjadi Penjual Cilok Berkostum Power Rangers.MOJOK.CO
Bagi lulusan S2 Filsafat UGM ini, hidup hanya fatamorgana (Mojok.co/M Ridhoi)

Kata lulusan S2 Filsafat UGM ini, “hidup itu hanyalah fatamorgana”. Semua yang diberikan hanya titipan dari sang pencipta. Dia sendiri mengakui bahwa pendidikannya hingga S2 UGM belum cukup untuk bisa dipraktekkan. Semua butuh pengalaman.

“Manusia itu, segala hal yang dilalui tidak perlu disesali. Itu adalah bagian dari belajar, pengalaman. Sebab pengalaman adalah guru terbaik,” tandasnya kepada saya. 

Dua jam kami berbincang, terik matahari sudah berada di atas ubun-ubun. Azan Dzuhur berkumandang, Antok pun pamit untuk pergi salat. Saya pun juga beranjak pamit. Berharap, suatu saat saya akan bertemu dan belajar darinya lagi tentang kehidupan. 

Penulis: Muhammad Ridhoi

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA Kisah Cilok Legend Jogja yang Bertahan 30 Tahun di Alun-alun Kidul, Buat Warga Berduka Saat Pemiliknya Meninggal

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2024 oleh

Tags: cilokfilsafatminyak kitapenjual cilokpower rangerss2s2 ugm
Muhammad Ridhoi

Muhammad Ridhoi

Artikel Terkait

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker MOJOK.CO
Sekolahan

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker

24 April 2026
Mahasiswa S2 PAUD UNJ, WNA Malaysia
Sekolahan

Cerita Mahasiswa Malaysia Nekat Kuliah S2 di UNJ karena Dosen “Unik”, Bahagia Meski Tiap Hari Diceng-cengin

21 April 2026
Derita S2 karena Dipaksa Ibu, kini Bahagia Menanam Cabai Rawit MOJOK.CO
Pojokan

Menyesal Kuliah S2 karena Dipaksa Ibu, kini Lebih Bahagia Menanam Cabai Rawit dan Berkebun

15 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO
Sekolahan

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026
Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.