Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kenekatan Mahasiswa Jombang yang Ijazah S1 Kampusnya Sempat Tak Laku di Indonesia, Sekali Laku di Luar Negeri Malah Pilih Lanjut Kuliah S2 UGM dengan “Ancaman Nganggur”

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
2 Mei 2024
A A
Lepas kampus luar negeri pilih S2 UGM meski dengan ancaman nganggur MOJOK.CO

Ilustrasi - Mahasiswa Jombang lepas kampus luar negeri pilih S2 UGM meski dengan ancaman nganggur. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hadapi ancaman ijazah S2 UGM tak laku di dunia kerja

Wildan sendiri memilih Prodi ALB atau CRCS UGM karena tertarik dengan kajian sosial. Bidang kajian ini katanya juga pernah ia pelajari saat menjadi Mahasantri di MI MAHA atau S1 Ma’had Aly, Tebuireng, Jombang.

“Ada kajian Living Hadis dan Sosiologi Agama di MAHA. Saya tertarik karena Living Hadis dan Sosiologi Agama beririsan langsung dengan kajian sosial,” beber pemuda Nganjuk itu.

Sebelum mendaftar ke S2 UGM, Jogja, Wildan sebenarnya sudah kerap mendengar bahwa lulusan S2 UGM sekalipun tak ada jaminan bakal mudah mendapat kerjaan. Malah tidak sedikit juga lulusan S2 UGM yang lulus tapi nganggur.

Tentu karena banyak faktor. Entah karena tak memiliki soft sklill yang memadai atau bisa jadi dianggap terlalu overrated oleh perusahaan.

Namun pastinya, Wildan menegaskan pada dirinya sendiri bahwa ia tak mau bergantung pada ijazah S2 UGM-nya dalam urusan mencari kerja kelak. Ia sudah mempersiapkan kemungkinan jika kelak ijazah S2 UGM, Jogja yang ia punya tak membantunya dalam mencari pekerjaan mentereng.

“Secara umum jika lihat dari para alumni CRSC, maka mayoritas berkarier menjadi dosen, peneliti, bekerja di Kemenag, Kemenlu, NGO, dan lain-lain. Jadi tidak jauh dari sana,” jelas Wildan.

“Saya sendiri sudah sadar karier menjadi akademisi di Indonesia kurang menjanjikan dan berat. Maka sembari mendalami keilmuan yang saya minati di S2 UGM saya sejak lama mau jadi pengusaha,” ungkap pemuda Nganjuk tersebut.

Dengan kata lain, sambil kuliah di S2 UGM, Jogja, Wildan juga sedang belajar ilmu-ilmu bisnis. Agar jika kelak ia tak bisa menggunakan ijazah S2 UGM-nya untuk bekerja, ia bisa mengembangkan bisnisnya sendiri.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Sarjana di Rembang Malu dengan Lulusan SMA yang Gampang Cari Kerja, Nggak Punya Keterampilan dan Cuma Bisa Mancing

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 Mei 2024 oleh

Tags: ijazah s2 ugm susah cari kerjaJogjaJombangKampus di Jogjalulusan s2 jogjalulusan s2 susah cari kerjama'had alyTebuirengtebuireng jombangUGMuniversitas di jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO
Urban

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa
Kuliner

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.