Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Terlanjur Dihina Mustahil Kuliah karena Miskin, Malah Keterima UGM Jogja hingga Bikin Ibu yang “Tak Punya Uang” Nangis

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
20 Juni 2024
A A
Diremehkan Miskin Mustahil Kuliah, Keterima Akuntansi FEB UGM Jogja hingga Bikin Nangis Ibu MOJOK.CO

Ilustrasi - Diremehkan mustahil kuliah karena miskin, malah keterima UGM Jogja hingga bikin ibu nangis. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Keterbatasan ekonomi sempat membuat calon mahasiswa baru asal Probolinggo, Jawa Timur, diremehkan dengan kalimat menyakitkan: “Orang miskin mustahil kuliah. Namun, ia justru keterima di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja, jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) lewat jalur SNBP 2024.

Ini adalah kisah calon mahasiswa baru bernama Love’s Nurani Hasan (19). Perempuan yang memang sudah mendambakan bisa kuliah di Akuntansi FEB UGM Jogja.

Sejak sekolah di SMA Negeri 1 Probolinggo, Love’s telah mengupayakan banyak hal agar ia bisa mewujudkan impiannya tersebut. Di samping ia harus berjuang secara ekonomi untuk membantu keuangan keluarganya yang sangat kekurangan.

Bapak kecelakaan, ibu jadi tulang punggung keluarga

Love’s merupakan anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Yuli Nur Hasan (53) dan Eny Rosida (52). Ia lahir dan besar di sebuah kota kecil di Kelurahan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Sebelum tragedi melanda keluarga Love’s pada 2017, keluarganya tergolong berkecukupan secara ekonomi. Namun, semua berubah saat pada 2017 itu bapak Love’s mengalami kecelakaan yang membuatnya cedera permanen.

Tak hanya itu, dokter juga memvonis bapak camaba UGM Jogja tersebut mengidap diabetes. Alhasil, bapak Love’s tak bisa bekerja lagi.

“Ibu yang kemudian menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan bumbu pecel dan menerima pesanan rempeyek dari tetangga. Hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” beber Love’es seperti termuat dalam website resmi UGM.

Situasi tersebut tentu membuat kondisi ekonomi keluarga Love’s carut-marut. Bahkan, orangtua Love’s sampai menjual beberapa aset keluarga demi bertahan hidup. Kondisi itu pula yang “memaksa” Love’s harus mandiri sejak dini. Sejak SD ia sudah ikut jualan yang berlanjut hingga penghujung masa SMA-nya.

“Sejak SD saya berjualan tas, stiker, masker wajah, aksesoris, dan kerudung,” ungkap camaba Akuntansi FEB UGM itu.

“Akhirnya ya saya terbiasa berjuang, dan akan selalu berjuang untuk mimpi-mimpi. Saya pun sempat bekerja sebagai pramuniaga di butik dan menjadi host live sebuah online shop,” tutur perempuan pekerja keras itu.

Takut bermimpi kuliah di UGM

Love’s mengaku sebenarnya ia sudah memiliki bayangan kuliah sejak masih SMP. Namun, saat itu ia ragu—bisa atau tidak—jika menimbang kondisi ekonomi keluarganya: bergantung dari jerih payah ibu saja karena bapak sudah tak bisa kerja lagi.

Meski begitu, Love’s memang terkenal sebagai siswi yang tekun belajar. Sederet prestasi sejak di bangku SD hingga SMA pun pernah ia torehkan.

Di masa SD, Love’s pernah menjadi peraih Nilai Rata-Rata UN Tertinggi Se-Kota Probolinggo. Lalu di bangku SMP, tercatat prestasi terbaiknya adalah dua tahun berturut-turut meraih juara 1 Lomba Siswa Berprestasi Tingkat Kota Probolinggo tahun 2019 dan 2020.

Belum lagi sederet prestasi lain seperti: juara 3 Lomba Menulis Essay Tingkat Kota Probolinggo dan menerbitkan novel berjudul “Love Yourself” di tahun 2019 (SMP). Kemudian di tingkat SMA, ia pernah meraih Juara 1 Lomba Musik Islami Tingkat Kota, dan Juara 3 OSN Ekonomi Tingkat Kota. Iapun pernah meraih Juara 1 Kompetisi Ekonomi Syariah Tingkat Kota, Juara 1 Olimpiade Akuntansi Tingkat Nasional Universitas Widyagama, Juara 1 OSN Ekonomi Tingkat Kota, Juara 1 Kompetisi Ekonomi Syariah Tingkat Kota, Juara 2 Juara National Accounting Competition Gadjah Mada Accounting Days, dan Juara 3 Olimpiade Ekonomi Tingkat Nasional PRE Universitas Jember.

Iklan

“Tentu saja setiap dapat hadiah dari lomba-lomba, saya selalu sisihkan untuk membeli kebutuhan rumah,” tutur camaba Akuntansi FEB UGM Jogja tersebut.

Bermimpi kuliah UGM, diremehkan karena miskin

Atas rekam jejaknya, banyak guru di SMA Negeri 1 Probolinggo mendorong Love’s untuk lanjut kuliah. Hanya saja Love’s sendiri masih memiliki sedikit keraguan, meski satu sisi ia juga punya tekat besar untuk menjadi mahasiswa.

Love’s terlalu takut orangtuanya bakal terbebani persoalan biaya. Sehingga ia tak berani mengungkapkan impiannya untuk kuliah pada orangtuanya di rumah. Sampai akhirnya ia mendapat pencerahan usai konsultasi dengan Komite Sekolah.

“Akhirnya saya berani beranikan mengungkapkan keinginan kuliah ke orangtua. Ternyata apa yang menjadi bayangan ketakutan hanyalah ketakutan semata. Kenyataannya, kedua orang tua langsung memberikan dukungan penuh untuk melanjutkan kuliah,” ungkap Love’s.

Love’s sendiri meyakinkan orangtuanya bahwa jika kelak ia kuliah di Akuntansi UGM Jogja (jurusan incarannya), ia bertekad tak akan menjadi beban. Ia akan berjuang sendiri (terutama soal keuangan). Toh Love’s juga sudah terbiasa susah payah sejak kecil.

Impian Love’s tersebut ternyata dianggap muluk-muluk oleh beberapa orang di sekitarnya.

“Ada saja yang meremehkan mimpi saya, mereka bilang anak orang miskin mustahil untuk kuliah,” ucap Love’s dengan isak tangis.

Tangis love’s dan sang ibu

Beruntungnya, ia memiliki ibu yang selalu memotivasi dan terus mendorongnya untuk terus menggapai mimpi. Oleh karena itu, ia makin yakin saja mengejar impiannya ke UGM Jogja. Sehingga, setiap ada yang tanya mau kuliah di mana? Ia dengan mantap akan menjawab: “UGM”.

Love’s pun pada akhirnya keterima di Akuntansi FEB UGM pada SNBP 2024. Ia juga mendapat beasiswa uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen alias bebas biaya pendidikan hingga lulus.

“Bangga, terharu, sekaligus senang bercampur. Sulit bagi saya mengungkapkannya dengan kata-kata. Bahkan saya terkadang masih tidak percaya sudah sampai di titik ini,” kata Love’s.

Diremehkan Miskin Mustahil Kuliah, Keterima Akuntansi FEB UGM Jogja hingga Bikin Nangis Ibu MOJOK.CO
Love’s, diremehkan mustahil kuliah karena miskin, tapi malah keterima Akuntansi FEB UGM Jogja hingga bikin ibu menangis. (Dok. UGM)

Sang ibu, Eny Rosida pun tak pelak turut dalam perasaan haru, bangga dan bahagia. Ia merasa mendapat keajaiban.Sebab, kuliah bagi Love’s sebelumnya hanyalah mimpi belaka, tapi kini menjadi kenyataan.

“Tidak peduli seberapa sulitnya, kami akan usahakan untuk mendukung putri kami menggapai cita-citanya. Kami berharap nantinya Love’s bisa sukses, mengangkat derajat keluarga, dan bermanfaat sekitar,” tutur ibu Love’s

“Harapannya ia jadi perempuan hebat yang menginspirasi dan takut serta beriman kepada Allah,” sambungnya.

Resmi menjadi mahasiswa UGM Jogja, Love’s bertekad akan membayar doa-doa ibunya tersebut. Mengingat, ibunya selama ini sudah banyak berjuang demi Love’s.

Misalnya satu peristiwa yang cukup membekas dalam benak Love’s, yakni ketika ia hendak berangkat mengikuti olimpiade. Saat itu hujan turun cukup deras. Kebetulan keluarganya tidak memiliki jas hujan atau payung, bahkan uang untuk memesan ojek pun taka da.

Alhasil, ibu Love’s menerjang hujan berlarian dari rumah ke rumah tetangga untuk meminjam jas hujan. Semua demi agar Love’s bisa berangkat mengikuti olimpiade.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Tembalang Semarang, Saksi Sisi Gelap Mahasiswa Undip yang Katanya Unggulan tapi Erat dengan Hal Kotor Penuh Syahwat

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

 

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2024 oleh

Tags: akuntansi ugmbeasiswa ugmFEB UGMJogjajurusan akuntansiSNBPUGMugm jogjaUKT UGM
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO
Sosok

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO
Ragam

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)
Pojokan

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.