Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Awalnya Dilarang Kuliah karena Miskin tapi Malah Bisa Tuntaskan S2 UGM, Kini Wujudkan Mimpi Bapak yang Sempat Pupus meski Banyak Kasus Lulusan S2 Nganggur

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 Mei 2024
A A
Ngeyel S2 UGM Meski Dilarang, tapi Malah Bikin Orang Tua Bangga MOJOK.CO

Ilustrasi - Awalnya Dilarang Kuliah karena Miskin tapi Malah Bisa Tuntaskan S2 UGM, Kini Wujudkan Mimpi Bapak yang Sempat Pupus meski Banyak Kasus Lulusan S2 Nganggur. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ngeyel kuliah S1 hingga lanjut S2 UGM Jogja meski orang tua melarang, tapi kini malah bikin orang tua bangga dan haru atas capaiannya. Berkat kerja kerasanya, lulusan S2 UGM ini berhasil mengangkat derajat orang tua.

***

Lulusan S2 UGM Jogja memang tak menjamin seseorang bisa mendapat pekerjaan layak sesuai harapan. Bahkan belakangan Mojok mendengar banyak cerita dari lulusan S2 UGM yang ujung-ujungnya nganggur. Ijazahnya tak laku di dunia kerja.

Namun, bagi Muhlasin (54), saat ini bisa melihat sang putri yang bernamu Ulfatun Nikmah (26) menuntaskan pendidikannya di S2 UGM Jogja adalah capaian yang lebih dari cukup. Pasalnya, membayangkan anaknya bisa kuliah S1 saja Muhlasin tak pernah. Tapi sang putri malah bisa lanjut S2 UGM.

Terlebih, sang putri tak lulus sekadar lulus. Ulfatun lulus dari Program Magister Sains Akuntansi dalam waktu 1 tahun 10 bulan 24 hari. Ia menyandang predikat cumlaude dengan raihan IPK 3,89.

“Harapannya nanti Ulfatun bisa menjadi orang yang sukses dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, serta negara,” tutur Muhlasin seperti Mojok kutip dari laman resmi UGM.

Dilarang kuliah tapi ngeyel hingga S2 UGM

Jauh sebelum lulus dari SMKN 3 Jepara, Ulfatun sebenarnya sudah bertekad lanjut pendidikan ke S1. Ulfatun merassa mampu mewujudkannya karena dari SMP hingga SMK ia memang terkenal sebagai siswa yang cerdas. Ia selalu masuk jajaran juara kelas.

Akan tetapi, saat hendak lanjut S1, orang tuanya melerang. Bukan karena tak menghendaki sang putri bisa sekolah hingga perguruan tinggi. Tapi tidak lain adalah karena faktor ekonomi.

“Bapak waktu itu tidak memperbolehkan saya lanjut kuliah S1 karena tidak mampu, tidak ada biaya,” kata perempuan asal Jepara tersebut.

Untuk diketahui, bapak Ulfatun yakni Muhlasin sehari-hari bekerja sebagai buruh ukir panggilan di Desa Wedelan, Kabupaten Jepara, Jawa tengah. Penghasilannya tidak menentu. Sementara ibu Ulfatun, yakni Masruroh (48) hanya sebagai ibu rumah tangga biasa.

Sehingga, wajar saja jika orang tua Ulfatun khawatir tak kuat membiayi Ulfatun kuliah. Karena dalam benak orang desa seperti orang tua Ulfatun, kuliah pastilah butuh biaya yang tidak kecil. Penghasilan dari menjadi buruh ukir panggilan sudah pasti tak akan cukup. Sedangkan di satu sisi Muhlasin juga harus membiayai sekolah adik Ulfatun.

“Namun saya ini tipe anak yang ngeyel. Jadi terus memberikan pengertian ke orang tua kalau saya kuliah nanti bisa mendapat pekerjaan layak dan membantu menyekolahkan adik,” kata perempuan yang baru diwisuda dari S2 UGM Jogja pada Rabu (24/4/2024) lalu.

Kuliah sambil kerja hingga lanjut S2 UGM

Karena prestasinya selama duduk di bangku SMK, Ulfatun bisa kuliah di sebuah kampus negeri di Semarang lewat jalur prestasi. Tak hanya itu, ia juga mendapat beasiswa Bidikmisi.

“Begitupun saat  mau S2 (UGM), juga ada pertentangan karena biaya,” kata Ulfatun.

Iklan

Setelah lulus S1 dengan waktu yang lebih cepat, Ulaftun lantas memiliki tekad lanjut S2. Namun, Muhlasin lagi-lagi melarang. Mengkhawatirkan biaya yang tentu akan lebih besar.

Namun, Ulfatun lagi-lagi menunjukkan pada sang bapak kalau ia bisa kuliah S2 UGM Jogja tanpa merepotkan orang tua sama sekali dalam hal biaya. Karena Ulfatun pun pada akhirnya bisa melanjutkan S2 UGM secara gratis lewat beasiswa dari LPDP RI.

Ngeyel S2 UGM Meski Dilarang, tapi Malah Bikin Orang Tua Bangga MOJOK.CO
Momen wisuda S2 UGM Ulfatun pada Rabu, (24/4/2024). (Dok. UGM)

Ulfatun pun membuktikan omongannya kepada sang bapak saat baru mau lanjut S1. Yakni alih-alih meminta uang dari orang tua, Ulfatun justru meyakinkan kalau ia malah yang akan membantu keuangan orang tua. Dari S1 hingga S2 UGM, Jogja, Ulfatun membagi waktu antara kuliah dengan kerja paruh waktu.

“Ya seperti memberikan les untuk anak-anak sekolah hingga mengikuti berbagai proyek bersama teman-teman kampus,” jelas Ulfatun.

Baca halaman selanjutnya…

Wujudkan cita-cita bapak yang pupus

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2024 oleh

Tags: beasiswacara mendaftar lpdpJogjaKampus di Jogjakampus terbaik di jogjakip kuliahLPDPs2 ugmUGMugm jogjaUniversitas Gadjah Mada
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO
Sosok

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Beasiswa MEXT U to U di Jepang lebih menguntungkan daripada LPDP. MOJOK.CO
Sekolahan

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Urban

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dolar ke Rupiah Tembus 17 Ribu Krisis Ekonomi di Depan Mata? MOJOK.CO

Rupiah Anjlok, Pakar UGM Wanti-wanti Kenaikan Harga Sembako 

7 Mei 2026
Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026
Guru Besar Fakultas Farmasi UGM bidang fitoterapi, Nanang Fakhrudin sebut usaha madu sangat potensial. Tapi ada masalah utama yang rugikan pelaku usaha madu sendiri MOJOK.CO

Usaha Madu Jadi Ceruk Bisnis Potensial, Tapi Salah Praktik Tanpa Sadar Justru Bisa Rugikan Diri Sendiri

12 Mei 2026
Anak Indonesia bicara soal isu perkawinan anak dan kekerasan di forum dunia. MOJOK.CO

Anak-anak Indonesia Muak Dipaksa Kawin tapi Jarang Didengar, Kini Kesal dan Mengadu ke Forum Dunia

8 Mei 2026
SMARAI rilis album "Semai" berisi tentang perjuangan hidup, salah satunya perjuangan guru honorer MOJOK.CO

Potret Himpitan Hidup Guru Honorer dalam Lagu “Optimis” di Album “Semai”, SMARAI Ajak Belajar Menghadapi Kesulitan dan Kegagalan

7 Mei 2026
Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.