Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Universitas di Indonesia Ada 4.000 Lebih tapi Cuma 5% Berorientasi Riset, Pengabdian Masyarakat Mandek di Laporan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
18 Desember 2025
A A
Riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi/universitas di Indonesia masih belum optimal MOJOK.CO

Ilustrasi - Riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi/universitas di Indonesia masih belum optimal. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada lebih dari 4.000 perguruan tinggi/universitas di Indonesia. Akan tetapi, baru sekitar 5% saja yang bisa bertransformasi menjadi universitas riset. Aspek pengabdian masyarakat pun dinilai masih belum berjalan secara optimal.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, Mukhamad Najib, dalam acara Journalist Bootcamp Dikti 2025 bertajuk ”Sinergi Dikti dan Media untuk Kampus Berdampak” di Bogor belum lama ini.

Iklan

Oleh karena itu, pemerintah melalui Kemendiktisaintek, saat ini tengah mendorong seluruh universitas di Indonesia untuk menyeimbangkan perannya di bidang pendidikan dengan penelitian dan pengabdian.

Sebab, hal ini merupakan bagian dari visi pembangunan nasional dalam menguatkan peran perguruan tinggi di bidang riset serta pengabdian pada masyarakat.

Negara ingin tambah lulusan perguruan tinggi, tapi masuk universitas bukan tujuan utama anak muda

Menanggapi kondisi pendidikan tinggi tersebut, Dekan FMIPA UGM, Prof. Kuwat Triyana, mengatakan bahwa perguruan tinggi di Indonesia saat ini tengah berada pada uji relevansi. Sebab, sebagian anak muda ada yang menganggap kuliah di perguruan tinggi bukan menjadi pilihan utama.

“Anak muda ini tidak lagi menganggap kuliah itu sebagai keputusan otomatis. Mereka lebih memilih jalur hidup lain, sepert kursus singkat, bootcamp, atau gigs economy,” ungkap Kuwat dalam keterangan tertulisnya dalam siaran resmi Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (17/12/2025).

Dalam penilaian Kuwat, pendidikan di Indonesia saat ini memiliki dua narasi berseberangan. Di satu sisi negara ingin menambah jumlah lulusan perguruan tinggi sebagai standar negara.

Akan tetapi, di sisi lain banyak individu mulai berpikir pragmatis: Memperhitungkan baliknya modal pendidikan yang dikeluarkan.

Lebih-lebih kurikulum di Indonesia, kata Kuwat, masih tertinggal jauh dari negara lain. “Karena itu, fokus kampus tidak cukup pada transfer ilmu, tetapi harus menjadi ekosistem penempaan yang melatih kemampuan memecahkan masalah nyata,” tegas Kuwat.

Pengabdian masyarakat masih sekadar formalitas

Persoalan lain, bagi Kuwat, masih banyak universitas di Indonesia yang belum optimal, terkesan formalitas, bahkan jauh tertinggal. “Jadi banyak pengabdian kepada masyarakat berhenti pada output administrasi, jumlah kegiatan, foto, laporan, dan ini belum sampai menyentuh pada outcome atau dampak yang terukur,” jelasnya.

Dampak terukur yang Kuwat maksud misalnya bagaimana ada penurunan biaya kesehatan masyarakat, peningkatan produktivitas, dan penurunan risiko yang terjadi di masyarakat akibat kerja pengabdian.

Riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi/universitas di Indonesia masih belum optimal MOJOK.CO
Ilustrasi – Riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi/universitas di Indonesia masih belum optimal. (Kaleidico/Unsplash)

Selama ini, Kuwat melihat ada ketidaksesuaian antara program penelitian dan pengabdian dengan kondisi masyarakat. Penyebabnya, pemilihan topik dan penyusunan program pengabdian acap kali ditentukan berdasarkan kemudahan pengerjaan serta akses terhadap alat, bahan, dan data semata. Belum jauh menyentuh persoalan dan solusi konkretnya.

“Stakeholder mapping, siapa penerima manfaat, siapa pengambil keputusan adopsi, siapa yang membiayai, itu belum disiapkan sejak awal,” kata Kuwat.

Peran perguruan tinggi/universitas seharusnya…

Bagi Kuwat, peran perguruan tinggi/universitas seharusnya menjadi jembatan antara realitas hari ini dengan kebutuhan masa depan. Implementasinya melalui program pengabdian kepada masyarakat berbasis riset dan kolaborasi multipihak.

“Jadi universitas itu penghubung pemuda, industri, komunitas, media, platform belajar, dan lain-lain, agar solusi tidak berhenti di laporan,” tekan Kuwat.

Riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi/universitas di Indonesia masih belum optimal MOJOK.CO
Ilustrasi – Riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi/universitas di Indonesia masih belum optimal. (Brad Rucker/Unsplash)

Agar pniversitas/perguruan tinggi bisa menjalankan perannya dengan ideal dan optimal, lanjut Kuwat, perlu adanya kontribusi dari pemerintah.

Antara lain, pemerintah perlu memperbaiki insentif regulasi dan jalur adopsi, agar pendidikan tinggi dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Tak hanya itu, perlu juga adanya perubahan dari struktur kurikulum pendidikan yang menurut Kuwat masih sangat kaku. maka pemerintah seharusnya membangun jalur inovasi universitas

BACA JUGA: Sisi Gelap PTN yang Bikin Dosen Menderita, Sibuk Mengejar Akreditasi tapi Kesejahteraan Dosen Jauh Panggang dari Api  atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 18 Desember 2025 oleh

Tags: pengabdian masyarakatperguruan tinggirisetriset kampusriset perguruan tinggiuniversitas
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Unpad: riset kampus bukan sekadar untuk lulus. MOJOK.CO

Sarjana di Indonesia Banyak tapi Riset Ilmiahnya Nggak Guna

13 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

1 Juta Sarjana Jadi Pengangguran hingga Terpaksa Pinjol untuk Biaya Konsumtif, Apa yang Harus Pemerintah Lakukan?

11 Agustus 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
14 juta pekerja terima gaji di bawah UMP/UMK, sebagian besar dari kalangan lulusan perguruan tinggi (sarjana) MOJOK.CO

Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

9 Januari 2026
program KKN.MOJOK.CO

Program KKN yang Benar Terasa Manfaatnya dan Bisa Bikin Warga Nangis Kalau Mahasiswanya Pergi

24 Juli 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

budidaya kenari

Perjuangan Bapak Hobi Kicau Mania: Dari Budidaya Kenari, Bisa Hantarkan Anak Meraih Gelar Sarjana 

26 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.