Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Punya Banyak Prestasi tapi Ditolak UGM lewat Jalur UTBK, Akhirnya Pilih Kampus Swasta hingga Kerja dengan Gaji Melebihi UMR Jogja

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Mei 2025
A A
Ditolak UGM lewat jalur UTBK sekarang bisa sombong. MOJOK.CO

ilustrasi - tetap santai walaupun gagal UTBK di UGM. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi Ridwan* (22), tak lolos UTBK bukanlah akhir dunia. Ia pernah nekat merantau dari Sumatera ke Jogja untuk kuliah di kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun, mimpinya itu tak terwujud hingga ia memilih jalan lain. Yakni, kuliah di kampus swasta.

Nekat kuliah di UGM modal ngeyel ke orang tua

Nama UGM masih mentereng bahkan bagi pemuda-pemudi di Sumatera. Dan Ridwan adalah salah satu pengagum setianya. Siapa pula yang tak kagum dengan kampus peringkat pertama di Indonesia tersebut?

Maka, setelah lulus SMK, Ridwan pun ikut mendaftar ke sana. Sembari mewujudkan mimpinya untuk merantau dan menjalani kehidupan baru. Kalau kata pepatah bijak begini, a new place, a new journey, and a new you.

“Guru panutanku juga pernah kuliah di sana. Setelah beliau cerita, aku jadi tertarik dan Jogja sepertinya memang istimewa untuk disinggahi,” kata Ridwan saat dihubungi Mojok, Selasa (20/5/2025).

Tapi ternyata, perjalanan Ridwan tak berjalan mulus. Orang tuanya khawatir kalau anak bungsunya itu “aneh-aneh” alias salah pergaulan selama merantau. Apalagi, mereka tak bisa mengawasi jika Ridwan kuliah di luar pulau Sumatera sana. Kalau bisa sih, kata orang tua Ridwan, kuliah yang dekat-dekat saja.

Tapi Ridwan tak menyerah. Sebelum pendaftaran UTBK berlangsung, ia berusaha meyakinkan orang tuanya bahwa selama kuliah ia akan serius belajar. Tidak macam-macam seperti persepsi orang tuanya. Beberapa kali Ridwan menegaskan kalau ia bisa jaga diri.

“Toh, selama di rumah aku juga nggak pernah macam-macam karena aslinya emang anak rumahan. Walaupun sebenarnya aku emang ingin melarikan diri hehe,” tutur Ridwan yang akhirnya mendapat restu dari orang tuanya. 

Patah hati gara-gara ditolak UGM lewat jalur UTBK 

Usai mendapat restu dari kedua orang tuanya, Ridwan makin semangat membayangkan dirinya kuliah di UGM, Jogja. Segala sertifikat lomba dan workshop selama SMK di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan pun ia kumpulkan. Mulai dari lomba merakit jaringan hingga berbagai olimpiade terkenal. 

“Aku juga sering ditunjuk mewakili sekolah. Aku sih nggak beban ya, karena senang ikut lomba walaupun nggak banyak juara, kalau nggak gitu lihat pameran,” kata Ridwan yang tertarik dengan dunia teknologi. 

Sayangnya, Ridwan yang memang sering rangking di kelas tak lolos masuk UGM lewat jalur prestasi atau SBMPTN. Lagi-lagi, ia masih mencoba dengan harapan lolos UTBK. Dan sekali lagi, harapannya patah saat itu juga.

“Mungkin standar kampus UGM juga tinggi ya, terus latar belakang sekolah sebelumnya juga sepertinya berpengaruh,” ujar Ridwan.

Baca Halaman Selanjutnya

Kuliah di kampus swasta

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2025 oleh

Tags: gagal utbkjurusan sistem informasikampus swasta di Jogjalulusan SMKUGMUniversitas Gadjah Mada
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co
Sosial

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026
Lulusan SMK cuma kerja jadi pegawai di SPBU, diremehkan saudara tapi malah jadi tempat ngutang MOJOK.CO
Sehari-hari

Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

21 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis
Sekolahan

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Mahasiswa keperawatan UGM Jogja lulus berkat ibu
Sekolahan

Malas dan Lelah Kuliah, Telepon Ibu Selamatkan Mahasiswa Keperawatan UGM hingga Lulus dengan IPK Sempurna

12 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.