Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Heboh FEB UGM Beri Opsi Bayar UKT Lewat Pinjol Danacita: Jadi Tertawaan Mahasiswa 

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
27 Januari 2024
A A
Heboh FEB UGM Beri Opsi Bayar UKT Lewat Pinjol Danacita: Jadi Tertawaan Mahasiswa  MOJOK.CO

Ilustrasi Heboh FEB UGM Beri Opsi Bayar UKT Lewat Pinjol Danacita: Jadi Tertawaan Mahasiswa. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM kerja sama dengan fintech atau pinjaman online pinjol sebagai solusi mahasiswa yang kesulitan membayar UKT. Sejak awal, kerja sama itu dipandang salah oleh mahasiswa.

***

“Hah, memang ada?,” kata Tiara* (22) menirukan ucapan teman-temannya ketika ia bertanya tentang kehebohan di media sosial X, terkait kerja sama FEB UGM dengan penyedia pinjaman online (pinjol) pembiayaan pendidikan, Danacita. 

Tiara sendiri tahu jika di fakultasnya memang ada pembiayaan pendidikan fintech atau pinjol Danacita. Itu karena setiap anak FEB pasti dapat email dari bagian kemahasiswaan terkait pengajuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) menggunakan Danacita. 

“Tapi, setahuku memang mahasiswa FEB jarang banget yang bayar UKT lewat sistem pinjol Danacita,” kata Tiara, Sabtu (27/1/2024). 

Jadi wajar ketika ia menanyakan ke beberapa teman seangkatannya tentang Danacita mereka tidak tahu, bahkan cenderung menertawakan. Padahal secara rutin pihak kampus selalu mengirim email. “Terkait Danacita FEB UGM, aku juga udah nanya barusan ke beberapa temenku sesama mahasiswa FEB. Dan respon mereka serentak bilang, “hah emang ada?,” kata Tiara.

Danacita nargetin mahasiswa FEB itu salah

Tiara menyambung, menurutnya, mahasiswa di FEB jarang sekali yang membayar UKT pakai sistem pinjol seperti Danacita. Bahkan teman-teman yang dia kenal tidak ada satu pun yang mau memanfaatkan Danacita. 

“Sejak awal, Danacita sudah salah buat nargetin mahasiswa FEB buat pinjol, karena rata-rata mahasiswa FEB kan dari kalangan kecukupan semua,” kata Tiara. Ia bisa memahami kalau sebagian temannya justru menertawakan keberadaan pinjol Danacita yang hadir untuk menyelesaikan masalah UKT.

Ia lantas menyambung, bukan berarti mahasiswa semua kaya, tapi ada cara lain untuk bisa melunasi UKT, misal meminta keringanan UKT hingga mengandalkan beasiswa. 

“Aku juga termasuk orang yang minta banding penurunan UKT, tapi gagal. Aku tetap bayar UKT 7 juta, padahal tanggungan ayahku yang jadi PNS cukup banyak, ada 5 orang di keluargaku. Tiga orang sedang kuliah,” kata Tiara.

Meski banding minta penurunan UKT ditolak kampus, dan beasiswa juga nggak lolos, Tiara tidak menjadikan pinjol Danacita sebagai solusi untuk melunasi UKT. Keluarganya berusaha untuk melunasi UKT dengan cara mereka. 

Pinjaman pihak ketiga opsi terakhir

Mojok menghubungi Sekretaris Universitas UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu terkait kehebohan di media sosial tentang kerja sama UGM dengan pinjol pembiayaan pendidikan, Danacita. 

“Jadi memang yang ada kerjasamanya dengan fintech Danacita hanya FEB UGM cuma itu bukan wajib, semua itu adalah opsi pilihan untuk mahasiswa,” kata Sandi. 

Sandi menyatakan, fintech Danacita memang adanya hanya di FEB. Di level universitas, UGM tidak mendorong kerjasama dengan pihak ketiga dalam hal ini lembaga pembiayaan pendidikan sebagai solusi membayar UKT. 

Iklan

Ini karena UGM memiliki mekanisme tersendiri. Pertama, jika ada mahasiswa yang kesulitan membayar UKT maka bisa meminta penyesuaian besaran UKT ke pihak kampus. 

Opsi berikutnya, kampus akan mengarahkan mahasiswa untuk mencari beasiswa dari berbagai mitra perusahaan dan lembaga, termasuk dari alumni.

“Banyak sekali alumni UGM yang membantu, selain itu ada CSR dari perbankan yang memberikan beasiswa. UGM sendiri juga punya beasiswa, jadi memang UGm tidak mewajibkan fakultas atau sekolah untuk menggunakan fintech untuk mengatasi persoalan pembiayaan,” kata Sandi. 

Sandi juga meluruskan, bahwa mahasiswa sarjana di FEB UGM itu semuanya mampu. Bahkan dari 423 mahasiswa angkatan 2023 kelas reguler, 60 persennya UKT-nya nol rupiah. “Jadi kalau ada yang bilang, yang masuk FEB itu anak orang mampu, menurut saya tidak,” kata Andi. 

Andi ingat, tahun lalu ia bahkan membantu melakukan advokasi empat mahasiswa yang UKT-nya tidak pas dengan posisi perekonomian mereka. Semuanya dibantu, tanpa melibatkan pihak ketiga. “Yang paling utama kami tidak ingin memberatkan mahasiswa,” katanya.

*) narasumber meminta namanya disamarkan

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Sampai Pinjam Uang Dosen, Mahasiswa Terjerat Pinjol Kian Mencemaskan Kampus

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 28 Januari 2024 oleh

Tags: DanacitaFEB UGMPINJOLukt
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO
Edumojok

Anak dari Pulau Bangka Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Jadi Wisudawan Terbaik, bikin Orang Tua Bangga dengan Gelar Sarjana Akuntansi

6 Maret 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO
Cuan

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
Menurut Ekonom FEB UGM, banyak pekerja Indonesia terpaksa overwork dan multiple jobs gara-gara persoalan jam kerja dan kelayakan upah MOJOK.CO
Mendalam

Overwork-Multiple Jobs: Keterpaksaan Pekerja demi Hidup dari Upah Tak Layak, Masih Tanggung Kesehatan Diri Sendiri Tanpa Jaminan

28 Januari 2026
Realitas pekerja swasta di Jogja: sudah gaji kecil, resign kena denda, bertahan malah kena PHK tanpa pesangon MOJOK.CO
Ragam

Risiko Dobel-dobel Jadi Pekerja Swasta di Jogja: Gaji Kecil untuk Kerjaan Nggak Ngotak, Resign Kena Denda kalau Bertahan Malah Di-PHK

14 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.