Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Cerita Mahasiswa UNY yang Hampir Menggadaikan Jiwanya pada Setan Demi Bisa Bayar UKT

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 Januari 2024
A A
Cerita Mahasiswa UNY yang Hampir Menggadaikan Jiwanya pada Setan Demi Bisa Bayar UKT MOJOK.CO

Ilustrasi Cerita Mahasiswa UNY yang Datang ke Kuburan Demi Bisa Bayar UKT. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Coba-coba cari nomor togel di kuburan

Pada titik tersebut, akal sehat Arkan mulai terguncang. Apalagi saat itu kurang dari sebulan ia harus membayar UKT. Sebelumnya ia telah sesumbar kepada orang tuanya kalau mereka cukup membayar setengahnya saja. Sebab, setengahnya lagi sudah ia punya hasil dari menabung. Namun, semua juga tahu kalau itu sebenarnya bualan saja. Jangankan tabungan, laptop saja sudah lenyap karena judi.

Ilustrasi pohon tua di kuburan MOJOK.CO
Ilustrasi pohon tua di kuburan. (Photo by Rob Martin on Unsplash.jpg)

Dalam situasi terdesak itu, teman kerjanya menyarankan Arkan buat “minta nomor” ke tempat keramat. Konon, temannya itu sudah membuktikan. Menurut cerita yang dituturkan kepadanya, pada malam hari temannya cari nomor ke salah satu tempat keramat. Keesokannya teman Arkan itu beli nomor togel di salah satu situs judi dan menang tiga angka. Duit puluhan juta pun temannya dapatkan.

“Namanya aja orang kepepet, ya cara-cara aneh pasti bakalan diambil lah,” ujarnya sambil terkekeh saat saya menanyainya mengapa ia dengan mudahnya percaya dengan testimoni seperti itu.

Tak butuh waktu lama buat Arkan mengambil langkah-langkah ekstrim tadi. Selepas gajian, ia sudah membulatkan tekad “menginvestasikan” setengah bayarannya buat beli nomor togel. Benar saja, ia datang ke salah satu makam tua di wilayah Kotagede yang konon keramat. 

Ritualnya sederhana, kata dia, “saya kulonuwun ke salah satu makam. Nah, teman saya sudah mencatatkan sejenis mantra bahasa Jawa yang harus saya ucapkan di depan makam. Setelah mengucap mantra, saya harus menghembuskan asap rokok sebanyak tiga kali dan meninggalkan putungnya di depan makam.”

Ritual itu ia lakukan begitu cepat. Hanya dalam hitungan menit. Konon, setelah Arkan kembali, “si penunggu” makam bakal menghabiskan rokok tadi dan menjawab permintaan Arkan melalui mimpi. Makanya, sebelum tidur Arkan sudah siap-siap dengan “mukjizat” yang bakal ia dapat.

“Kalau dipikir-pikir, konyol sih,” ujarnya tertawa lepas mengingat-ingat kejadian itu.

Malah merasa jiwanya terancam

Malam itu dengan sangat percaya diri Arkan sudah berhitung berapa uang yang akan ia hasilkan. Malah ia sudah mulai merencanakan; sekian juta untuk bayar UKT, sekian juta untuk dikirim ke orang tua, sekian juta untuk beli laptop, dan sebagainya. Sayangnya, malam itu Arkan malah terus terjaga. Ia tidak bisa tidur karena akunya, “dirinya terlalu excited”. Alhasil, ia baru tertidur menjelang subuh dan tidak bermimpi apa-apa hari itu.

Namun, Arkan tetap merasa lega sebab temannya bilang kalau mimpi bakal datang di malam-malam berikutnya.

“Pokoknya aku disuruh nunggu aja sampai muncul mimpinya,” kata dia.

Bukan mimpi dapat nomor togel, ia malah bermimpi aneh-aneh di malam-malam berikutnya. Mimpi buruk terus ia alami hampir setiap malam. Bahkan Arkan mengaku sering terbangun di tengah malam saking mencekamnya mimpi yang ia alami. Meski temannya menyuruhnya untuk tetap tenang, Arkan tetap ketakutan. Sebab, berdasarkan tulisan-tulisan yang ia dapat di internet, kalau ritual gagal bisa jadi “si penunggu” tadi malah mengincar kita.

“Takut banget pokoknya. Gimana coba kalau ada iblis ngambil jiwaku pas lagi tidur? Kan bisa aja ‘kan?”

Nggak jadi pertaruhkan gaji, malah kapok main judi

Ia pun mengurungkan niatnya untuk berjudi dengan separuh gajinya tadi. Sejak saat itu juga, intensitasnya main judi online juga mulai berkurang. Ia juga berpikir kalau jangan-jangan itu teguran padanya untuk berhenti berjudi. Rutinitas toxic itu mulai secara perlahan mulai ia tinggalkan.

Arkan menyebut, pada waktu itu orang tuanya tetap membayar UKT-nya secara full. Ada perasaan bersalah yang ia rasakan kala itu.  Ia pun memilih untuk tak menceritakan apa yang ia alami kepada orang tuanya. Selain merasa malu, Arkan juga tak ingin bikin orang tuanya malah kecewa.

Iklan

Alhasil, kehidupan “prihatin” seperti saat awal masuk kuliah pun kembali ia jalani hingga sekarang.

Saya, secara iseng, sebenarnya meminta Arkan untuk menunjukkan cara ritual tadi secara langsung. Rencananya, nanti kita berdua akan datang ke tempat keramat tersebut dan Arkan hanya perlu “merekonstruksi” kejadiannya. Namun, ia menolaknya.

“Saya kapok, Mas,” tegasnya mengakhiri obrolan kami dengan tawa yang tak tertahankan.

Masalah UKT UNY memang selalu pelik

Problem seputar UKT UNY memang terus menjadi bola panas. Arkan, hanya satu dari banyaknya mahasiswa UNY yang mungkin juga melakukan tindakan-tindakan irasional agar bisa tetap berkuliah–terlepas dari tabiat Arkan yang memang terjebak lingkaran judi online. Di luar Arkan, total ada 97 persen mahasiswa UNY yang keberatan dengan besaran UKT pada 2023 lalu, menurut survei kolektif UNY Bergerak dan LPM Ekspresi.

Alhasil, banyak orang tua pun melakukan banyak cara agar anaknya tetap bisa kuliah. Mulai menjual satu-satunya sapi miliknya, utang ke bank, hingga memutuskan cuti karena tak bisa bayar uang kuliah. Sejak beberapa tahun terakhir, tuntutan agar UKT diturunkan terus disuarakan oleh mahasiswa UNY.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kisah Mahasiswa UNY Bertahan Hidup di Jogja Bermodalkan Rp250 Ribu per Bulan

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2024 oleh

Tags: gadaikan jiwajudi onlinemahasiswa UNYpilihan redaksisetantogelukt
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO
Catatan

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO
Catatan

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang

20 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.