Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

8 Kali Ditolak Beasiswa, Mahasiswa Anak PNS Miskin asal Jogja Rela Kerja Nyablon Demi Bisa Sarjana

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 Maret 2024
A A
8 Kali Ditolak Beasiswa, Mahasiswa Anak PNS Miskin asal Jogja Rela Kerja Nyablon Demi Bisa Sarjana.mojok.co

Ilustrasi 8 Kali Ditolak Beasiswa, Mahasiswa Anak PNS Miskin asal Jogja Rela Kerja Nyablon Demi Bisa Sarjana (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Memasuki masa penerimaan mahasiswa baru (PMB), pemerintah kembali menegaskan bahwa pihkanya melarang anak PNS mendapatkan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK). Hal ini disampaikan langsung oleh Sony H. Wijaya dari Tim Teknis KIP Kuliah Puslapdik Kemendikbud Ristek. 

“Iya. Tetap tidak boleh walaupun gajinya rendah, misal Golongan I,” ungkapnya, melansir Kompas.com, Selasa (5/3/2024).

Hal itu buntut dari salah satu postingan di media sosial X, @sbmptnfess, pada awal tahun 2024 ini.

8 Kali Ditolak Beasiswa, Mahasiswa Anak PNS Miskin asal Jogja Rela Kerja Nyablon Demi Bisa Sarjana.mojok.co
Postingan di X tentang anak PNS yang bisa lolos beasiswa KIPK (dok. tangkapan layar @sbmptnfess)

Tips!? Anak PNS bisa lolos kip-k. Rill ayah ku pns tpi aku kuliah gak ngeluarin sepeser pun buat kuliah gak bayar ukt samsek mustahil? Buktinya aku bisa ptn! pic.twitter.com/AznWDWDI0A

— BURUANN CEK PINNED!!— SBMPTNFESS (@sbmptnfess) January 30, 2024

“Tips!? Anak PNS bisa lolos kip-k. Rill ayah ku pns tpi aku kuliah gak ngeluarin sepeser pun buat kuliah gak bayar ukt samsek mustahil? Buktinya aku bisa ptn!” tulis pengunggah.

Persoalan apakah anak PNS berhak menerima beasiswa negeri atau tidak, mengingatkan saya pada Rani (23), mahasiswa PTN Jogja asal Magelang yang mengalami diskriminasi secara berlapis-lapis selama berkuliah.

Bagaimana tidak. Rani mendapat UKT tinggi, lebih dari Rp4 juta tiap semester. Jalannya memperoleh beasiswa pun dipersulit, sudah sekian kali mencoba langsung tertolak saat baru mendaftar. Perkaranya hanya satu: gara-gara dia anak PNS. Celakanya, Rani adalah anak PNS miskin yang hidupnya pas-pasan.

Ibunya adalah seorang PNS guru dengan gaji golongan 3C sebesar Rp3,2 juta per bulan. Ibunya juga seorang janda, yang seorang diri harus menguliahkan Rani dan adiknya. Sayang beribu sayang, niat Rani buat meringankan beban ibunya dengan mendaftar beasiswa selalu kandas hanya karena dia anak PNS.

Ditertawakan guru BK saat hendak daftar Bidikmisi

2019 lalu, saat memasuki masa penerimaan mahasiswa baru, Rani mencoba peruntungannya. Bersamaan dengan masa pendaftaran SNMPTN, Rani bermaksud mendaftar beasiswa Bidikmisi (sekarang Beasiswa KIPK). Tujuannya tak lain dan tak bukan untuk meringankan beban ibunya. 

“Minimal kalau dapat bidikmisi, ibuku cuma perlu memikirkan biaya kuliah adikku saja,” ujar Rani, Minggu (18/2/2024) lalu.

Ia sudah meminta izin ke ibunya dan mendapat restu. Berdasarkan pengalaman kakak kelasnya juga, sebenarnya buat lolos bidikmisi tak terlalu sulit. Buktinya, ada banyak kakak kelas yang sebetulnya tajir, tapi lolos beasiswa ini. “Makanya aku juga yakin bakal lolos,” sambungnya.

Saat sedang konsultasi dengan guru BK untuk menentukkan prodi dan kampus pilihannya di SNMPTN, Rani menyampaikan niatnya. Kebetulan, hampir semua siswa yang ikut seleksi SNMPTN juga mendaftar beasiswa Bidikmisi. 

Sayangnya, jawaban yang ia terima sangat menyakitkan. Ia ditertawakan oleh guru BK dan beberapa guru lain di ruangan konsultasi saat itu. Mereka tidak menyarankan Rani mendaftar Bidikmisi “karena anak PNS”.

“Mereka bilang, ‘bisa-bisanya anak PNS daftar Bidikmisi’. Lah, mereka mikirnya anak PNS itu semua kaya raya kali ya,” kata dia, mengingat perkataan menyakitkan sang guru BK. “Katanya suruh kasih kesempatan yang lebih membutuhkan,” lanjut Rani.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi di PTN Kota Jogja ini pun amat kecewa. Belum juga mendaftar, tapi penolakan sudah ia terima.

Iklan

Ditolak 8 beasiswa lain, juga gara-gara anak PNS

Tak bisa ikut Bidikmisi, Rani masih berharap pada asa lain. Memasuki semester dua perkuliahan, Rani bergabung ke UKM penelitian dan karya tulis ilmiah. Kebetulan, tiap kali ada info beasiswa, baik negeri maupun swasta, UKM-nya selalu mendapat keistimewaan.

Hampir slot jatah beasiswa yang kampusnya dapat, berasal dari mahasiswa di UKM ini.

Saat ada pengumuman pendaftaran beasiswa, Rani kembali mencoba peruntungannya. Nilai semester satunya sangat bagus. Di atas 3,5 alias cumlaude. Tentu dia memenuhi syarat untuk mendaftar beasiswa.

UKM-nya juga tak melarang, sebab semua boleh mendaftar tanpa terkecuali. “Sayangnya waktu pengumuman, aku ditolak. Jadi satu-satunya mahasiswa dari UKM aku yang enggak lolos administrasi.”

Ia shock berat. Bagaimana mungkin dia tak lolos syarat administrasi. Sebab, ia yakin semua persyaratan sudah lengkap. “Nah, pas tanya ke senior ternyata alasanku tidak lolos karena aku anak PNS, gaji terlalu tinggi,” kata Rani.

Dia coba berlapang dada. Toh, bakal ada beasiswa lain di kemudian hari. Namun, satu yang bikin dadanya sesak, ternyata beberapa temannya ada yang memalsukan data penghasilan orang tua. “Ada yang ngisi 800 ribu sebulan, 700 ribu. Sementara aku ngisi sesuai gaji yang ibuku terima.”

Nestapa Rani nyatanya tak sampai di situ. Berulang kali ia mendaftar beasiswa lain tapi hasilnya selalu sama. Kadang, terlintas di benaknya untuk memalsukan data orang tuanya. Namun, itu sangat mustahil. Total, jumlah beasiswa yang menolaknya ada delapan.

Baca halaman selanjutnya…

Rela kerja nyablon demi bisa lanjut kuliah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2024 oleh

Tags: anak pns miskinbeasiswa kipkJogjakipkPNSpns miskin
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Ilustrasi Mie Ayam di Jogja, Penawar Kesepian dan Siksaan Kemiskinan (Unsplash)
Pojokan

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO
Ragam

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)
Pojokan

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina

20 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.