Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Dugaan Polisi Lakukan Kekerasan pada Pagar Nusa Sukoharjo, Padahal PN Sudah Tertib dan Damai

Muhammad Ridhoi oleh Muhammad Ridhoi
15 September 2024
A A
Oknum Polisi Diduga Lakukan Tindak Kekerasan pada Pencak Silat Pagar Nusa Sukoharjo MOJOK.CO

Ilustrasi - Oknum Polisi diduga lakukan tindak kekerasan pencak silat Pagar Nusa Sukoharjo. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Anggota perguruan pencak silat Pagar Nusa (PN) diduga menjadi korban kekerasan oleh oknum Polisi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kejadian yang lantas memantik kekecewaan dan tanda tanya.

Pasalnya, saat ini perguruan silat–terutama Pagar Nusa–sudah mulai mengupayakan terciptanya situasi yang damai dan kondusif, dari yang selama ini tercitrakan sebagai organisasi atau komunitas yang kerap diidentikkan dengan kerusuhan.

Iklan

Kronologi dugaan kekerasan oknum Polisi pada anggota Pagar Nusa Sukoharjo

Pada Sabtu, (7/9/2024), Pengurus Cabang Pagar Nusa Sukoharjo tengah melakukan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pembaiatan 375 anggota baru Pagar Nusa Sukoharjo.

Namun ketika acara selesai, rombongan anggota Pagar Nusa diduga mendapatkan tindak kekerasan dari pihak aparat: memukul, menginjak-injak, hingga menembakkan gas air mata. Padahal, Nabil Haroen, Ketua Umum Pagar Nusa menyebut bahwa anggotanya dalam keadaan tertib.

“Sebelum memasuki lokasi acara, naluri saya tergerak untuk memantau situasi di sekitar. Dua kali saya berputar, mengamati dan memastikan bahwa segala sesuatu berjalan tertib,” ungkap Gus Nabil, sapaan akrabnya, dalam rapat terbatas Pagar Nusa di kediaman Ketua PCNU Sukoharjo, Minggu (15/9/2024) pukul 00.57 WIB.

“Sepanjang acara, saya menyaksikan langsung bagaimana teman-teman Pagar Nusa dengan penuh kedisiplinan mengikuti setiap rangkaian kegiatan,” imbuhnya.

Namun, selepas acara, Gus Nabil justru mendengar berita mengejutkan. Ada pengerahan aparat keamanan (Polisi) dalam jumlah besar, seakan-akan ada ancaman besar yang harus segera dihadapi. Hal ini, kata Gus Nabil, tidak sesuai dengan situasi di lapangan yang ia saksikan sendiri.

“Oleh karena itu, dalam sambutan saya, saya katakan dengan tegas, menyenggol anggota saya, berarti menyenggol saya. Karena mereka adalah bagian dari keluarga besar saya,” beber Gus Nabil dengan nada tegas.

Beberapa hari setelahnya, laporan-laporan mulai masuk ke Gus Nabil. Video-video beredar menunjukkan tindakan kekerasan oknum Polisi terhadap anggota PN. Bukti video-video itu pun sudah Mojok terima.

Oknum Polisi Diduga Lakukan Tindak Kekerasan ke Perguruan Silat Pagar Nusa Sukoharjo MOJOK.CO
Tangkapan layar video diduga kekerasan oknum Polisi pada perguruan silat Pagar Nusa Sukoharjo. (LBH PP Pagar Nusa)

Kenapa serang Pagar Nusa?

Gus Nabil tentu menyayangkan kejadian ini. Sebab, menurutnya saat ini perguruan silat (apapun) perlahan mulai akur dan damai. Tidak seperti sebelumnya yang saling bermusuhan. Namun, kok justru mendapatkan tindakan kekerasan yang sebenarnya tak begitu jelas juga apa alasannya.

Ia mengungkapkan, sebenarnya selama ini hubungan Pagar Nusa dengan Polri terjalin dengan baik. Hubungan Ketua Umum Pimpinan Pusat PN dengan Kapolri, Ketua PN Jawa Tengah dengan Kapolda, serta hubungan-hubungan lainnya menjadi bukti nyata kalau perguruan silat dan aparat selalu berusaha menjalin sinergi positif.

“Namun, mengapa arogansi seperti ini bisa terjadi? Apakah ini hanya dialami Pagar Nusa, atau juga perguruan pencak silat lain di berbagai daerah?,” ungkap Gus Nabil penuh tanda tanya.

Ia khawatir jika hal ini terus berlanjut, maka pencak silat akan perlahan-lahan punah. Para orang tua akan takut mengizinkan anak-anak mereka berlatih pencak silat. Entah karena takut mendapat tindak kekerasan dari Polisi, atau bisa jadi sudah tak percaya lagi dengan pencak silat karena diidentikkan sebagai biang kerusuhan.

“Tidak salah jika saya pernah berkata, Pencak Silat seperti orang asing di rumahnya sendiri. Warisan agung yang lahir dari bumi Nusantara ini, yang seharusnya dijaga dan dilestarikan, malah terpinggirkan di tanah kelahirannya sendiri,” tutur Gus Nabil. Terbaca perasaan tak habis pikir dari caranya bicara.

Iklan

“Apakah kita akan membiarkan pencak silat tenggelam dalam kenangan tanpa sempat memperjuangkan martabatnya?” pungkasnya.

Belum ada pernyataan dari Polisi

Beredar desas-desus, tindakan aparat tersebut diduga bermula dari kericuhan anggota Pagar Nusa dengan sekelompok warga di sekitar Taman Pakujoyo, Sukoharjo. Polisi lalu datang mencoba mengamankan yang berujung melakukan tindak kekerasan pada anggota pencak silat di bawah naungan PBNU tersebut.

Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan yang jelas dari pihak Kepolisian Sukoharjo. Hal ini seperti dibenarkan oleh  Tim Lembaga Badan Hukum (LBH) PP Pagar Nusa, Ahmad Muzakka.

“Belum ada (pernyataan dari pihak Kepolisian Sukoharjo), Mas,” terang Muzakka ketika Mojok hubungi pada Sabtu (15/9/2024) malam WIB.

Hingga saat ini, Tim LBH dari PP Pagar Nusa masih mencoba mendalami kejadian ini. Karena dari kabar yang beredar, ada lima titik yang menjadi lokasi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Polisi terhadap anggota PN.

“Saat ini masih kami coba telaah, kami dalami di kelima titik itu,” ungkap Muzakka.

Tim LBH PP Pagar Nusa menegaskan masih akan mendalami dan mengerjakan analisa hukum, pendapat hukum, serta langkah-langkah hukum yang akan diambil.

Penulis: Muhammad Ridhoi
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Bagi Saya, Polisi yang Baik Hati Hanya Ada di Lagu Slank

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 15 September 2024 oleh

Tags: pagar nusapagar nusa sukoharjopencak silatPolisisukoharjotindak kekerasan polisi
Muhammad Ridhoi

Muhammad Ridhoi

Artikel Terkait

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO
Tajuk

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO
Tajuk

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO
Kampus

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.