Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Jagat

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
31 Januari 2026
A A
Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi MOJOK.CO

Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Pundong dan SMA Negeri 1 Jetis di Kabupaten Bantul, Yogyakarta kini tak lagi panik berhamburan keluar kelas saat terjadi gempa. Sebab mereka sudah mengikuti pelatihan tanggap bencana gempa bumi dari InJourney Destination Management (IDM).

***

Azkia Shofwa Al Maala (16) teringat cerita ayahnya soal kejadian gempa bumi di Yogyakarta pada 2006 lalu, ketika ia mengalami langsung gempa berkekuatan Magnitudo 4,4 mengguncang Kabupaten Bantul pada Selasa (27/1/2026).

Azkia mengaku, baru kali ini ia benar-benar merasakan gempa yang membuat guru dan teman-temannya panik keluar kelas. Untungnya, mereka berhasil menyelamatkan diri. Barangkali, kepanikan itu juga yang dirasakan oleh keluarganya dulu.

Siswi SMA di Bantul, Yogyakarta mengikuti pelatihan tanggap bencana dari IDM. MOJOK.CO
ilustrasi – siswi SMA di Bantul menyimulasikan pelatihan tanggap bencana. (sumber: IDM)

“Saya diceritakan ayah, kalau nenek dan kakek saya meninggal karena tertimpa reruntuhan rumahnya waktu gempa tahun 2006. Paman saya pun juga mengalami patah tulang saat kejadian tersebut. Walau saya belum lahir, namun cerita tersebut membekas bagi saya,” jelas siswi Kelas X SMA 1 Jetis Bantul tersebut, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).

Kenangan itulah yang menjadi alasan kuat Azkia semangat mengikuti pelatihan tanggap bencana gempa bumi dari IDM pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026) lalu. Bersama 200 murid lainnya dari SMA Negeri 1 Pundong dan SMA Negeri 1 Jetis di Kabupaten Bantul, Azkia belajar keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Murid berhamburan kelas. MOJOK.CO
Murid menyimulasikan perlindungan kepala saat terjadi gempa. (sumber: IDM)

“Sebelum ada simulasi ini, aku berlindungnya itu lari keluar panik. Aku bisa tahu kalau kepala harus dilindungi, serta mencari tempat perlindungan terlebih dahulu sebelum keluar menuju ke titik kumpul,” ucapnya.

Ia berharap pelatihan ini dapat diketahui dan diikuti oleh banyak orang, agar tidak ada lagi korban bencana yang berjatuhan. 

Pelatihan bencana untuk pelajar SMA di Bantul

Koordinator Pengurus Harian Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (PH Sekber SPAB) DIY, Budi Santoso menjelaskan pelatihan tanggap bencana gempa bumi di Kabupaten Bantul meliputi serangkaian materi intensif yang mencakup spektrum mitigasi. 

Misalnya, pemahaman risiko mengenai potensi bencana gempa bumi, teknik penyelamatan, evakuasi hingga simulasi penanganan darurat. Dalam pelatihan tersebut, kata Budi, peserta juga diajarkan untuk merespons bencana dengan tenang, mencari perlindungan, serta simulasi jalur evakuasi menuju titik kumpul (assembly point) tanpa kepanikan. 

“Pemilihan lokasi pelatihan juga karena di sini menjadi pusat dan salah satu daerah terdampak paling parah saat lindu besar mengguncang Yogyakarta 20 tahun silam,” jelasnya.

SMA Negeri 1 Pundong dan SMA Negeri 1 Jetis Bantul. MOJOK.CO
Pelatihan tanggap bencana gempa bumi di SMA Negeri 1 Pundong dan SMA Negeri 1 Jetis Bantul. (sumber: IDM)

PH Sekber SPAB DIY mencatat terdapat indikasi sebanyak 14 potensi bencana di Yogyakarta. Sementara, kajian risiko bencana di Kabupaten Bantul sendiri ada 11 potensi yang meliputi bencana gempa, tsunami, cuaca ekstrem, banjir, kebakaran, tanah longsor, kekeringan, abrasi dan gelombang ekstrem, wabah penyakit, kegagalan teknologi.

“Indikator SPAB yang utama adalah terkumpulnya informasi ancaman, potensi kerentanan dan

tindakan penyelamatan untuk mengurangi risiko bencana. Dukungan berbagai pihak diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran dan keterampilan penanganan bencana di seluruh lapisan masyarakat,” ujar Budi.

Iklan

Membangun memori kolektif bencana sejak dini

Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY Tukiman mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian mengenalkan kembali potensi rawan bencana di daerah Yogyakarta. Menurutnya, potensi bencana di Yogyakarta memang cukup kompleks. 

Oleh karena itu, ia mengajak para murid di Kabupaten Bantul bersyukur karena masih bisa belajar bersama tentang mitigasi bencana. Ia berharap para peserta yang sudah mengikuti pelatihan dapat menjadi pionir bagi teman-teman satu kelas mereka. Tak hanya menularkan ilmunya di sekolah tapi juga di kampung.

Peserta melindungi kepala. MOJOK.CO
Para peserta pelatihan tanggap bencana. (sumber: IDM)

“Kita bersyukur bisa mengenali, agar tidak terlalu panik menghadapi bencana,” ujar Tukiman.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo mengapresiasi langkah IDM dalam membangun memori kolektif bencana pada masyarakat Yogyakarta sejak usia dini.

Langkah kolaboratif dalam pengurangan risiko bencana (PRB) ini selaras dengan pelaksanaan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) dan Indeks Kapasitas Daerah (IKD) sebagai instrumen utama pengukuran kinerja pengurangan risiko bencana nasional.

“IRBI dan IKD merupakan indikator strategis dalam mewujudkan ketangguhan nasional terhadap bencana. Diperlukan sinergi agar data, kebijakan dan aksi di lapangan bisa memperkuat sistem ketahanan bencana nasional,” jelasnya.

Dalam rangka memperingati 20 tahun gempa bumi di Yogyakarta

Operation Group Head IDM, Leonardus Adityo Nugroho menjelaskan pelatihan tanggap bencana gempa bumi di Kabupaten Bantul, Yogyakarta berfungsi meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar terutama dalam menghadapi situasi darurat bencana. 

Pelatihan bencana di SMA Bantul, Yogyakarta. MOJOK.CO
Jajaran InJourney Destination Management (IDM). (Sumber: IDM)

“Komitmen kami untuk memperkuat dan meningkatkan kesadaran rekan-rekan terutama di daerah rawan bencana agar terus siaga dan siap menghadapi bencana,” jelasnya.

Pelatihan ini rencananya selesai sebelum puncak peringatan 20 Tahun Gempa Yogyakarta pada Mei 2026 mendatang, dengan target seribu peserta dari 10 sekolah di wilayah Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta. 

“Melalui sinergi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan ini, peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta tidak hanya menjadi momen reflektif serta kebangkitan untuk membangun Yogyakarta yang lebih tangguh dan siap menghadapi risiko bencana di masa depan,” ujarnya.

IDM juga turut menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DI Yogyakarta melalui Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB) di masing-masing sekolah.

“Kolaborasi ini adalah langkah awal untuk memperkuat kerja sama, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat DIY,” ucap Leonardus Adityo.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Trauma Gempa Jogja yang Tak Kunjung Hilang, Seorang Lelaki Tua di Bantul Tak Berani Tidur di Kamar Selama 17 Tahun atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2026 oleh

Tags: Bantulgempa bumigempa bumi 2006Kabupaten Bantulmitigasi bencanapelatihan bencanaYogyakarta
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kos di Jogja
Catatan

Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari

19 Februari 2026
Jumanah pedagang jamu parem kendil di pasar jangkang Yogyakarta. MOJOK.CO
Sehari-hari

“Ngopag” ala Lansia: Menikmati Jamu Parem Kendil yang Sudah Berdiri Sejak Tiga Generasi di Pasar Jangkang Yogyakarta

17 Februari 2026
Mahashivaratri, festival tahunan yang dirayakan umat Hindu untuk menghormati Dewa Siwa di Candi Prambanan. MOJOK.CO
Kilas

Hari Suci Terpenting Umat Hindu, Mahashivaratri Perdana Digelar di Candi Prambanan dengan 1008 Dipa Menyala

14 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pekerja Jakarta merenung di hutan kota GBK.MOJOK.CO

Hutan Kota GBK Tempat Merenung Terbaik Para Pekerja SCBD Jakarta, Obat Stres Termanjur Meski Kadang Kesal dengan Kelakuan Pengunjungnya

18 Februari 2026
Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska

Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

19 Februari 2026
PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Jumanah pedagang jamu parem kendil di pasar jangkang Yogyakarta. MOJOK.CO

“Ngopag” ala Lansia: Menikmati Jamu Parem Kendil yang Sudah Berdiri Sejak Tiga Generasi di Pasar Jangkang Yogyakarta

17 Februari 2026
Rosalia Indah Armada Tua Bikin Kecewa- Mogok Sampai 4 Kali MOJOK.CO

Pengalaman Buruk Naik Rosalia Indah Tua Rombakan: Empat Kali Mogok, Menghadirkan Kekecewaan di Akhir Perjalanan

17 Februari 2026
Ngekos setelah menikah, ngekos di jogja, kesehatan mental.MOJOK.CO

Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman

16 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.