Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Zainal Arifin Mochtar: Perlawanan Masyarakat Sipil Perlahan Telah Dibunuh

Redaksi oleh Redaksi
18 Juni 2026
A A
Mas Uceng sebagai narasumber Festival Melawan-Melawan. Ia menyampaikan perlawanan masyarakat sipil perlahan telah terbunuh oleh rezim.

Mas Uceng sebagai narasumber Festival Melawan-Melawan. Ia menyampaikan perlawanan masyarakat sipil perlahan telah terbunuh oleh rezim. (Istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pakar Hukum Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar (Mas Uceng), menegaskan bahwa perlawanan masyarakat sipil perlahan telah dibunuh sejak rezim sebelumnya, dan mencapai puncak kematiannya di tangan rezim baru saat ini. Ia mengingatkan publik untuk waspada terhadap trik penguasa yang disebutnya sebagai “mistifikasi hukum”.

Hal tersebut disampaikan Mas Uceng saat menjadi pembicara Festival Melawan-Melawan, Rabu (17/6) di Akademi Bahagia EA. Hadir sebagai pembicara lainnya, penulis Muhidin M. Dahlan (Gus Muh).

Iklan

Lebih lanjut Mas Uceng mengatakan, rezim saat ini menggunakan jargon populisme dan mistifikasi hukum. Mereka membenarkan segala sesuatu lewat jalur formal institusi hukum, seperti Mahkamah Konstitusi, padahal caranya merusak konstitusi itu sendiri. 

“Bagaimana mungkin kita percaya rezim ini berpihak pada rakyat ketika proses pemilihannya merusak konstitusi?” papar Mas Uceng dalam siaran pers yang terima Mojok. Ia juga menyoroti bahwa agenda reformasi seperti pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta kembalinya TNI ke barak kini praktis tak bersisa.

Di sisi lain, Muhidin M. Dahlan (Gus Muh), seorang Penulis, memberikan kerangka pandang taktis bagi masyarakat sipil dengan merujuk pada konsep historis Aqabah (lempar jumrah). 

Hilangnya aksi mogok di masyarakat sipil

Gus Muh memecah aktor penyokong otoritarianisme menjadi tiga musuh utama. Ini yang tak pernah terpisahkan dan beroperasi dalam satu paket kekuasaan, yakni penguasa atau pemerintah yang otoriter (Firaun), kaum oligarki pemburu rente (Qorun), serta kaum akademisi maupun ulama yang ilmunya digunakan demi melayani kepentingan penguasa.

“Yang paling puncak pernah kita lakukan (dan diksi ini hilang dari narasi kita sekarang) namanya: Mogok. Cuma dua diksi yang selalu keluar: demonstrasi dan diskusi. Yang dilupakan adalah Aksi Mogok. Dulu anak SD saja bisa mogok belajar karena tidak sepakat dengan gurunya,” kata Gus Muh.

Menurutnya, tokoh seperti Suryopranoto mengabdi sebagai tokoh mogok; beliau menolak bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda, padahal lulusan institusi yang bagus. “Beliau bersumpah seumur hidup tidak akan mengabdi kepada pemerintah,” jelas Gus Muh menjawab salah satu pertanyaan dari peserta. Festival Melawan-Melawan akan berlangsung hingga Jumat (18/6/2026). (*)

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2026 oleh

Tags: mas ucengZainal Arifin Mochtar
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO
Sosok

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Kontroversi Proyek 9 Miliar Penulisan Ulang Sejarah Indonesia MOJOK.CO
Esai

Skeptis Lulusan Sejarah UNY Terhadap Kontroversi Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Senilai Rp9 Miliar Milik Negara

28 Mei 2025
kabinet 100 menteri fesmo talkshow zainal arifin mochtar
Video

Zainal Arifin Mochtar: Kekuasaan Harus Dibatasi dengan Adanya Oposisi

6 November 2024
Membaca Hitung-Hitungan Politik Belakang Layar Transisi Kekuasaan dari Jokowi ke Prabowo
Video

Membaca Hitung-Hitungan Politik Belakang Layar Transisi Kekuasaan dari Jokowi ke Prabowo

20 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Inisiatif warga Dusun Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, lewat PLTMH membuat dusun mereka tetap. Tak takut pemadaman listrik MOJOK.CO

Inisiatif dan Semangat Handarbeni Warga Kedungrong Kulon Progo, Bikin Dusun “Tak Terdampak” Pemadaman Listrik

2 Juli 2026
Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor.MOJOK.CO

Biar Nggak Mogok atau Korsleting, Ini 4 Hal yang Haram Dilakukan Saat Modif Motor

3 Juli 2026
Latihan ala penjaga warung madura dalam mengoperasikan toko kelontong 24 jam non-stop. Lebih teruji dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) MOJOK.CO

Latihan Ala Penjaga Warung Madura Operasikan Toko 24 Jam: Memang Tak Seperti Latsarmil Koperasi Desa tapi Teruji

3 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.