Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Histori

Sungguh-sungguh Terjadi, Seorang Petani di Trenggalek Membangun Jembatan dari Uang Hasil Judi

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Februari 2024
A A
Seorang Petani di Trenggalek Membangun Jembatan dari Uang Hasil Judi.mojok.co

Ilustrasi Seorang Petani di Trenggalek Membangun Jembatan dari Uang Hasil Judi (Mojok/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Judi lotre SDSB memang jadi candu di masa Orde Baru

Fyi, SDSB sendiri merupakan judi yang legal di masa kepemimpinan presiden Suharto. Program undian yang dikocok tiap dua minggu ini berlangsung dari 1991-1993. 

Sebelum adanya SDSB, masyarakat sudah akrab dengan undian sejenis. Seperti undian Pekan Olahraga dan Ketangkasan (Porkas) dan Sumbangan Sosial Berhadiah (SSB). Masyarakat mengenalnya dengan sebutan lotre buntut atau lotre toto raga. Setelah MUI mengharamkan “sumbangan berkedok judi” itu, pada akhir 1990, Suharto kemudian bikin program SDSB. 

Iklan

Narasumber Mojok, Wagino (76), ingat betul bagaimana ia dan kawan-kawannya kecanduan SDSB. Kata Wagino, dulu ada dua jenis kupon.

“Pertama, kita milih sendiri angka-angkanya. Satu lagi kita beli acak di dalam amplop,” katanya, Minggu (18/2/2024). Harganya sendiri beragam, mulai dari Rp500 sampai Rp1.000, tergantung jumlah angka yang mereka beli. Makin banyak nomor yang tertebak, makin besar juga hadiahnya.

Seorang Petani di Trenggalek Membangun Jembatan dari Uang Hasil Judi.mojok.co
Ilustrasi kupon lotre SDSB yang beredar di masa Orde Baru (dok. Edelweiss99)

Wagino mengaku, dulu dirinya bahkan sampai harus bikin “buku ramalan” untuk menebak angka-angka yang akan ia beli. Bahkan, minta nomor ke tempat keramat alias nyanggar pun kerap ia lakukan.

Sayangnya, seumur hidupnya, ia belum pernah merasakan kemenangan. Yang ia tahu, tetangga desanya di Wonogiri sempat menang tiga angka. “Dapat beberapa juta,” kata dia. “Kalau sekarang lebih mirip togel,” sambungnya.

Marinir hingga tukang becak pernah menang juga

Selain Suradi, sang petani asal Trenggalek, menang judi SDSB juga pernah dirasakan seorang marinir hingga tukang becak. 

Suseno, seorang kapten marinir, memenangkan lotre SDSB sebesar Rp1 miliar pada Mei 1991 lalu. Sementara kisah Sayat, tukang becak asal Magelang yang juga dapat undian Rp1 miliar, bisa pembaca simak di liputan Mojok berjudul “Sungguh-sungguh Terjadi, Seorang Tukang Becak di Magelang Dapat Uang Rp1 Miliar dalam Semalam” berikut ini.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Semalam Menang Judi Slot Rp17 Juta, tapi Aku Pilih Berhenti Selamanya

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2024 oleh

Tags: judilotrepetanipilihan redaksiSDSBtogeltrenggalek
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co
Eksplor

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM MOJOK.CO
Esai

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM

29 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO
Eksplor

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO
Fragmen

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

29 Juni 2026
Cerita awardee Beasiswa LPDP University of Edinburgh, Skotlandia, pilih pulang ke Indonesia untuk bangun bisnis brand tas kerja lokal MOJOK.CO

Pulang Kuliah dari Skotlandia Pilih Bisnis Tas Lokal di Indonesia: Buka Lapangan Kerja hingga Terlibat Pemberdayaan Perempuan

29 Juni 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM MOJOK.CO

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM

29 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.