Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Histori

Sungguh-sungguh Terjadi, Seorang Tukang Becak di Magelang Dapat Uang Rp1 Miliar dalam Semalam

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
18 Januari 2024
A A
tukang becak.MOJOK.CO

Ilustrasi Jalan Sewandanan Jogja Memotret Kepiluan Para Lansia di Dekat Pura Pakualaman: Kesepian dan Siap Mati Kapan Saja karena Kelaparan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saat ini tukang becak identik dengan kehidupan yang prihatin. Namun, pernah ada tukang becak di Magelang yang beruntung mendapat uang Rp1 miliar karena adu nasib di SDSB.

Beberapa waktu lalu, saya sempat membuat tulisan seputar nasib pengayuh becak di sekitar kawasan Sumbu Filosofi Jogja. Nasibnya kini penuh nestapa karena tak banyak tak banyak penumpang. Padahal, banyak di antara mereka yang asalnya jauh dari Klaten hingga Magelang.

Beberapa di antara mereka bahkan ada yang mengaku bisa tak makan berhari-hari. Tidur beralas tikar di depan toko. Pulang ke rumah ketika ongkos yang terkumpul sudah mencukupi.

tukang becak magelang.MOJOK.CO
Ilustrasi. Tukang becak sepi penumpang di kawasan Sumbu Filosofi Jogja (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Pada masa lalu, tukang becak pernah punya masa kejayaan saat masih jadi andalan warga untuk mengantar dari satu titik ke titik lain. Meski begitu, sulit rasanya untuk mengantongi uang Rp1 miliar dalam waktu singkat.

Namun, keberuntungan pernah menghinggapi seorang tukang becak asal Magelang bernama Sayat atau Raden Sayadi. Lelaki kelahiran Klaten itu merupakan veteran perang yang hidupnya prihatin. Pada masa pendudukan Jepang 1942, ia bergabung dengah Heiho. Pascakemerdekaan ia lantas menjadi bagian dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Berubahnya nasib tukang becak di Magelang dalam Semalam

Pada 1990, saat mendapat rezeki nomplok dalam semalam, Sayat sudah berusia 72 tahun. Di masa senjanya itu ia belum memiliki tempat tinggal sendiri sehingga masih mengontrak rumah seharga Rp30 ribu setahun di Magelang. Ukurannya kecil, hanya 10×3 meter persegi dengan dinding bambu.

Begitulah catatan tentang Sayat. dari Surat Kabar Wawasan edisi 16 Mei 1990 pada laman Perpustakaan Nasional. Hingga akhirnya, dalam semalam, nasibnya berubah drastis.

Nasib Sayat berubah lantaran menang undian Sumbangan Dermasan Sosial Berhadiah (SDSB) sebesar Rp1 miliar. Jumlah yang sangat melimpah saat itu. Kabar kemenangan lelaki tua ini sempat menggegerkan warga Magelang.

Lelaki ini mengaku sebelum mendapat limpahan uang itu melakukan laku prihatin total dengan mengurung diri tanpa makan dan minum selama tujuh hari tujuh malam. Laku ini dikenal dengan sebutan pati geni.

Kepada Surat Kabar Wawasan, Sayat mengaku melihat cahaya besar pada malam sebelum ia mendapat hadiah tersebut. Hal itu ia yakini sebagai pertanda akan datangnya anugerah dari tuhan.

SDSB yang digandrungi masyarakat era orde baru

Sebagai informasi, SDSB yang mengubah nasib Sayat merupakan judi lotre yang legal pada era Orde Baru Soeharto.  Dulu, banyak masyarakat yang menaruh pengharapan besar pada permainan judi ini. Bahkan sampai mencari cara-cara di luar nalar agar bisa beruntung.

Narasumber Mojok, Sugiman (82) bercerita kalau dulu di Kampung Jogoyudan tempatnya tinggal banyak orang menaruh harapan pada judi SDSB. Tidak hanya ramai karena orang bermain, banyak orang yang datang dari luar kampung untuk mendapatkan nomor keberuntungan.

Hampir setiap malam, deretan kendaraan terparkir di jalan. Para pemiliknya menyambangi sebuah rumah tempat kediaman seseorang yang mereka anggap punya kesaktian menebak nomor.

Iklan

Di Jogoyudan, SSDB mendapat julukan “nalu”. “Dulu banyak orang yang cari nomor datang ke Jogoyudan. Ke tempat Mbah Putih. Dia memang ahli ramal yang terkenal,” kata Sugiman.

Di berbagai daerah lain, fenomenanya pun serupa. Banyak masyarakat yang melakukan praktik-praktik tertentu demi bisa beruntung. Mereka menanti-nanti saat pengumuman pemenang tersiar di radio.

Empat tahun berselang setelah Sayat beruntung, peredaran kupon SDSB yang dikelola Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS) sesuai Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor BS-10-4/91 yang diteken Mensos Haryati Soebadio akhirnya terhenti. Tepatnya pada 24 September 1994. Kini, hal itu tinggal kenangan dan sejarah.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Blak-blakan Reno Candra Sangaji, Lurah 1.000 Baliho yang Sempat Bikin Geger Jogja

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2024 oleh

Tags: magelangOrde BaruSDSBtukang becak
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO
Eksplor

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Arca Unfinished Buddha yang ada di Candi Borobudur. MOJOK.CO
Kilas

Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak

27 Mei 2026
Melihat semarak event lari Tidar Borobudur 10K yang diikuti 8000 pelari, Magelang punya potensi jadi jujukan sport tourisme MOJOK.CO
Kilas

Rute Lari Sejuk dan Nyaman di Magelang, Jadi Destinasi Sport Tourism seperti Tidar Borobudur 10K yang Diminati Banyak Orang

24 Mei 2026
Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO
Cuan

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Solusi agar lansia di Indonesia tidak rentan miskin tanpa dana pensiun untuk putus siksaaan finansial sandwich generation MOJOK.CO

Lansia Indonesia Rentan Miskin Tanpa Dana Pensiun bikin Anak Muda Tersiksa Finansial Jadi Sandwich Generation, Harus Diputus

11 Juni 2026
Lima daerah di Jawa Tengah jadi pilot project BPOM Pusat untuk produk jamu aman demi menjaga citra obat tanaman herbal warisan UNESCO MOJOK.CO

Merawat Citra Jamu di Jateng sebagai Warisan Sehat dan Aman, Campuran Bahan Kimia Bisa Merusaknya

9 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO

Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO

9 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Uang recehan di dasbor motor Honda Genio ibu jadi berkah dan penyelamat bagi anak-anaknya dan orang-orang di lampu merah MOJOK.CO

Kebiasaan Ibu Taruh Uang Receh di Dasbor Motor: Jadi Berkah dan Penyelamat bagi Anaknya serta Orang-orang di Lampu Merah

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.