Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 Februari 2026
A A
produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Ilustrasi - Indomaret (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Produk Indomaret kadang menjadi hidden gems. Di tanggal-tanggal tua Bulan Ramadan, private label minimarket ini bisa menjadi penyelamat kantong dan perut.

***

Bulan Ramadan, bagi sebagian orang, selalu membawa suasana yang spesial dan penuh kehangatan. Namun, ada satu momen di mana suasana damai ini berubah menjadi tantangan, yakni ketika Ramadan bertepatan dengan datangnya tanggal tua. 

Bagi kebanyakan dari kita, akhir bulan berarti saldo rekening yang mulai menipis dan pengeluaran yang harus dihemat sebisa mungkin. Di sisi lain, kebutuhan tubuh untuk tetap bertenaga selama berpuasa tentu tidak bisa ditawar. 

Kalau kata Dokter Tirta, “Kita butuh asupan nutrisi yang cukup saat sahur dan makanan penyegar dahaga saat berbuka.”

Dalam situasi serba terjepit seperti ini, insting bertahan hidup anak kos seperti saya biasanya langsung mengarah ke satu tempat, yaitu minimarket terdekat di ujung jalan. Lebih spesifik lagi, pandangan saya akan menyapu rak-rak yang memajang private label Indomaret. 

Awalnya mungkin karena terpaksa oleh keadaan dompet yang pas-pasan, tetapi lama-kelamaan, saya menyadari satu hal penting. Berbagai produk Indomaret ini adalah pahlawan yang sebenarnya di tanggal tua, karena harganya sangat ramah di kantong tapi kualitasnya bisa diandalkan.

Produk Indomaret yang bikin budaya sarapan kita mirip bule

Mari kita mulai dari urusan perut di waktu sahur. Bangun dini hari sering kali menjadi godaan terberat, apalagi setelah seharian bekerja. Tidak jarang beberapa orang baru terjaga beberapa menit sebelum waktu imsak tiba. 

Dalam kondisi tersebut, memasak nasi beserta lauk-pauknya adalah hal yang nyaris mustahil dilakukan.

Solusi andalan saya, yang dulu saat masih kuliah sering saya jadikan life-hack, sangat sederhana tapi mengenyangkan: roti tawar, meses, selai kacang, dan abon sapi. Semuanya tentu saja merupakan produk Indomaret. 

Dulu, kawan satu kos saya pernah berkelakar. Menyantap roti tawar dengan olesan selai atau taburan meses bikin kita merasa sedang menikmati makanan ala orang “bule”–tapi dalam versi yang jauh lebih ekonomis dan praktis.

Jika sedang ingin rasa yang gurih dan bernuansa lokal, roti tawar itu tinggal saya taburi abon sapi dari private label ini. Tekstur rotinya cukup empuk, tidak seret saat ditelan, dan abon sapinya punya rasa daging yang gurih pekat. 

Awalnya saya pikir ini hanya selera aneh saya sendiri karena kepepet waktu dan biaya di akhir bulan.

Namun, rasa penasaran membawa saya melakukan observasi kecil-kecilan di media sosial seperti Twitter dan Threads. Ternyata, selera saya ini sangat valid dan diamini oleh banyak orang. 

Iklan

Banyak netizen, terutama anak kos dan pekerja kantoran, yang secara terbuka sepakat bahwa kombinasi roti tawar dan aneka topping dari produk Indomaret ini adalah penyelamat sejati. Selain murah, menu ini terbukti ampuh mengganjal perut hingga azan magrib tanpa harus repot menyalakan kompor.

Air minum yang lebih worth it dibanding isi ulang 

Setelah urusan makanan sahur aman, hal krusial berikutnya adalah air putih. Saat berpuasa, aturan minum dua liter air dari waktu berbuka hingga sahur tetap harus terpenuhi agar tubuh tidak mengalami dehidrasi. 

Sayangnya, membeli air mineral kemasan merek ternama terus-menerus bisa membuat anggaran belanja bulanan jebol. Isu ini sering banget relate dengan anak kos.

Untuk urusan hidrasi ini, pilihan mutlak saya, sampai saat ini, jatuh pada air galon yang juga bagian dari produk Indomaret. Kualitas airnya jernih, segar, dan tidak berbau, sama seperti merek-merek besar lainnya. 

Namun, yang paling penting tentu saja harganya yang jauh lebih murah untuk ukuran kantong di tanggal tua.

Pilihan ini rupanya tidak cuma saya yang merasakan manfaatnya. Saya sempat berbincang dengan seorang kawan kos bernama Arsa, yang kebetulan sampai saat ini juga mengandalkan private label Indomaret untuk urusan minum sehari-hari. Arsa mengamini bahwa air galon ini sangat membantunya mengatur pengeluaran bulanan agar tidak kebobolan.

“Beda harganya lumayan banget kalau dibandingin sama merek yang itu,” kata Arsa saat saya tanya alasannya. “Kalau galon di kosan habis malam-malam atau pas mau sahur, tinggal jalan kaki ke depan buat tukar galon kosong.”

Kurma, jagoan saat bulan puasa

Kini kita masuk ke waktu yang paling ditunggu-tunggu setiap harinya: berbuka puasa. Tradisi berbuka selalu identik dengan makanan atau minuman yang manis–meski belakangan saya memahami ini budaya yang keliru. Namun, sampai saat ini, dua produk Indomaret yang selalu wajib ada di meja kamar saya adalah sirup dan kurma kemasannya.

Saya harus membuat pengakuan kecil soal kurma ini. Sebenarnya, saya memang sangat doyan makan kurma. Bahkan di luar bulan puasa, kalau saya sedang mampir dan kebetulan melihat ada stok kurma di raknya, saya pasti akan membelinya sebagai camilan harian. Kemasannya kecil dan praktis, rasanya manis alami, dan daging buahnya lumayan lembut.

Tapi ada fenomena yang cukup menarik. Banyak netizen di media sosial setuju bahwa kurma dari private label ini punya semacam daya tarik magis tersendiri saat bulan puasa. 

Di berbagai obrolan di Threads dan X, mereka mengaku bahwa rasa kurma ini entah kenapa terasa jauh lebih nikmat ketika dipakai untuk membatalkan puasa. Mungkin karena porsinya yang pas dan harganya yang tidak membuat kita merasa bersalah saat membelinya.

Sebagai pelengkap kurma, segelas es sirup cocopandan atau melon yang juga merupakan produk Indomaret adalah penutup yang sempurna. Satu botol sirup ini harganya sangat terjangkau dan bisa dipakai untuk membuat puluhan gelas minuman segar. Sensasi manis dan aromanya tidak kalah saing dengan merek-merek sirup legendaris yang biasa muncul di televisi.

Menjalani bulan Ramadan di tengah impitan tanggal tua memang butuh strategi jitu. Melalui barang-barang private label Indomaret ini, saya belajar bahwa berhemat tidak selalu berarti kita harus menahan lapar atau menurunkan kualitas hidup secara drastis.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Duduk di Kursi Indomaret Ternyata Juga bikin Orang Makin Nelangsa dan Iri Hati karena Standar Orang Lain atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2026 oleh

Tags: air galon Indomaretcara hemat di bulan puasaharga kurma IndomaretIndomaretmenu buka puasa murahmenu sahur hematprivat label indomaretprivate labelproduk indomaretrekomendasi produk Indomaret terbaikreview produk private label Indomaretroti tawar Indomarettakjil hemat
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

3 Dosa Indomaret yang Bikin Kecewa karena Terpaksa (Unsplash)
Pojokan

3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan

21 Februari 2026
Drama sepasang pekerja kabupaten (menikah sesama karyawan Indomaret): jarang ketemu karena beda shift, tak sempat bikin momongan MOJOK.CO
Ragam

Menikah dengan Sesama Karyawan Indomaret: Tak Seperti Berumah Tangga Gara-gara Beda Shift Kerja, Ketemunya di Jalan Bukan di Ranjang

17 Desember 2025
Dari Indomaret Point Jakal km 9, menguak fakta orang-orang yang merasa iri hati pada standar orang lain MOJOK.CO
Ragam

Duduk di Kursi Indomaret Ternyata Juga bikin Orang Makin Nelangsa dan Iri Hati karena Standar Orang Lain

11 November 2025
rekomendasi indomaret di Jogja yang cocok untuk melamun. MOJOK.CO
Ragam

3 Indomaret Unik di Jogja yang Cocok Disinggahi untuk Meromantisasi Hidup, Dijamin bikin Kamu Betah Melamun

10 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Barongsai di bandara saat imlek. MOJOK.CO

Semangat Tahun Kuda Api bikin Trafik Penumpang Milik InJourney Melambung 10 Persen Saat Imlek 2026

19 Februari 2026
Bukber, ASN, kantor.MOJOK.CO

Ikut Bukber Kantor di Acara ASN Itu Bikin Muak: Isinya Orang Cringe dan Seksis yang Bikin Risih, tapi “Haram” Buat Ditolak

22 Februari 2026
PGPAUD, Guru PAUD.MOJOK.CO

Nekat Kuliah di Jurusan PGPAUD UNY demi Wujudkan Mimpi Ibu, Setelah Lulus Harus ‘Kubur Mimpi’ karena Prospek Kerja Suram

19 Februari 2026
Beasiswa LPDP selamatkan hidup seorang difabel yang kuliah S2 di Amerika Serikat (AS). MOJOK.CO

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.