Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Omong Kosong Slow Living di Jawa Tengah: Gaji Kecil, Tanggungan Besar, Ditambah Tuntutan “Rukun” yang Bikin Boros

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
11 Februari 2026
A A
slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO

Ilustrasi - slow living (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nggak mungkin bisa slow living kalau mau “santai” sedikit jadi cibiran tetangga

Ratna menekankan poin penting lain, yakni sanksi sosial. Jika di kota besar kamu bisa cuek tidak datang ke pernikahan teman karena alasan sibuk atau bokek, di desa hal itu adalah dosa besar. 

Absen di acara tetangga berarti siap-siap menjadi bahan pergunjingan. Atau yang terburuk, dikucilkan saat kamu sendiri butuh bantuan.

Iklan

Selain uang, energi juga tersedot habis. Ada tradisi “rewang” atau membantu tetangga yang punya hajat. Ini bukan sekadar datang sejam dua jam, tapi bisa berhari-hari. Mulai dari mengupas bawang, memasak, hingga mencuci piring kotor segunung. 

Bagi mereka yang bekerja kantoran, ini dilema. Tidak ikut rewang dianggap sombong, ikut rewang berarti harus cuti kerja atau kelelahan luar biasa.

“Aku pernah ngerasain hal ini (dikucilkan). Anak sedang demam, jadi nggak bisa ditinggal. Tapi aku jadi omongan gara-gara nggak bisa datang rewang,” keluhnya.

Belum lagi soal arisan. Di banyak kampung di Jawa Tengah, arisan bukan sekadar menabung, melainkan cara wajib untuk srawung alias bersosialisasi. Ada arisan RT, arisan dasawisma, arisan PKK dan lain-lain.

Sering kali, arisan ini hanyalah basa-basi yang memakan waktu berjam-jam, mendengarkan ocehan yang diulang-ulang, kadang juga cuma bergunjing soal gosip tetangga.

“Kadang males harus keluar malam gitu buat arisan. Tapi kalau nggak datang, pasti aku yang jadi pergunjingan.”

Slow living cuma privilese si kaya

Maka, premis bahwa Jawa Tengah adalah pusat slow living perlu dikoreksi besar-besaran. Narasi itu, barangkali hanya berlaku bagi pensiunan jenderal, pengusaha sukses dari Jakarta, atau digital nomad bergaji dolar yang memilih menetap di rumah-rumah sederhana di Salatiga atau Boyolali. 

Mereka punya uang untuk membayar segala tagihan. Mereka punya cukup dana untuk mengisi amplop kondangan tanpa mengurangi jatah makan. Dan, mereka bisa menikmati kopi sambil melihat gunung atau spot estetik lain tanpa pusing memikirkan kebutuhan dasar.

Sementara bagi Bayu, Ratna, dan jutaan warga lokal lainnya, hidup di Jawa Tengah adalah seni bertahan hidup. Mereka tidak bisa “slow”. Mereka harus berputar otak bagaimana membagi gaji Rp2 juta untuk makan, bensin, pulsa, dan amplop kondangan tetangga yang tak kunjung henti.

Alhasil, bagi Bayu, Jawa Tengah ia akui memang indah, tenang, dan kadang ngangeni. Namun, menyebutnya sebagai tempat di mana hidup menjadi mudah dan murah adalah sebuah omong-kosong.

“Kalau kamu bukan orang kaya yang uangnya sudah tidak berseri, pikir dua kali sebelum termakan jargon slow living di sini. Jangan sampai niat hati ingin tenang, malah berakhir buntung seperti kami,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Slow Living dan Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong, Apalagi Kalau Kamu Cuma Buruh Rendahan dan Gajimu Mengenaskan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: jawa tengahkota pensiunkota pensiun jawa tengahpilihan redaksislow livingslow living jawa tengah
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Green al-Maun dan Bagaimana Masjid Menjadi Sentral Dakwah Tauhid Lingkungan untuk Menciptakan Kesejahteraan Sosial

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Green al-Maun dan Bagaimana Masjid Menjadi Sentral Dakwah Tauhid Lingkungan untuk Menciptakan Kesejahteraan Sosial

26 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.