Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Februari 2026
A A
Pemuda Jakarta kerja di Jepang untuk bayar utang keluarga. MOJOK.CO

ilustrasi - Rela kerja di Jakarta meski nggak kuat. Bertahan untuk bayar utang keluarga. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Saya punya cita-cita financial freedom di umur 25 tahun setelah menikah, tapi hal itu nggak mungkin bisa dicapai kalau kerja di Indonesia karena saya juga generasi sandwich,” ucap pekerja migran asal Jakarta yang kerja di Jepang, Cahya Mulia.

Pilih kerja di Jepang karena nggak punya modal ke Australia

Jepang atau Australia. Dua negara ini jadi pertimbangan awal Cahya Mulia (23) saat memutuskan kerja di luar negeri. Sebagai anak ke-4 dari 5 bersaudara, Cahya mengaku tinggal di keluarga sederhana. 

Menginjak remaja, ia sudah harus memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri sekaligus membayar utang-utang keluarganya. Sayangnya, pemuda asal Jakarta ini menyadari jika mimpinya itu tak akan terwujud jika dia masih berkutat untuk mencari kerja di Jakarta.

“Sebagai generasi sandwich yang harus membagi penghasilan saya untuk memenuhi ekonomi keluarga dan merintis cita-cita di masa depan, saya harus berpenghasilan 2 kali lipat UMP Jakarta,” kata Cahya saat dihubungi Mojok, Rabu (25/2/2026).

Berangkat dari motivasi tersebut, Cahya mulai belajar Bahasa Inggris dan mengobrol langsung bersama turis-turis yang datang di Kota Tua, Jakarta. Ia pun mulai mencari informasi tentang kerja di luar negeri dari nol.
Setelah mengumpulkan berbagai informasi, pilihannya jatuh di negara Australia. Namun ternyata, ia harus mengumpulkan modal sebesar Rp50 juta untuk syarat minimal kerja di sana.

Awalnya, Cahya sudah bertekad untuk mengumpulkan uang tapi kemudian ia dapat informasi kalau kerja di Jepang juga tak terlalu buruk. Berdasarkan testimoni dari sekitar, tenaga kerja asing yang kerja di sana berpotensi dapat gaji lebih besar serta keamanannya terjaga.

Oleh karena itu, Cahya memutuskan ikut program Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Jakarta untuk kerja di Jepang, sembari tak menutup kemungkinan untuk work and holiday visa (WHV) di Australia.

Gila-gilaan kerja di Jepang

Di sebuah LPK di Jakarta, Cahya harus belajar Bahasa Jepang mulai dari nol. Termasuk soal budaya dan etika kerja di sana. Dari berbagai bidang pekerjaan yang ditawarkan, Cahya memilih pelatihan khusus di perusahaan perakit kursi mobil.

“Awalnya aku harus ikut wawancara perusahaan Jepang, baru dimasukkan asrama belajar. Jadi saya mulai dari 0 itu tentang jejepangan, baru belajar di LPK sampai berangkat,” kata Cahya.

Pertengahan tahun 2024, Cahya akhirnya kerja di Jepang. Tiba di sana, Cahya mengaku sedikit syok karena tugasnya tidak sesederhana dengan apa yang ia pelajari selama ini. Dalam setahun ia hampir tak pernah pulang Teng-Go.

Baca Halaman Selanjutnya

Gila kerja dan sering lembur

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2026 oleh

Tags: gaji jepangjakartaJepangkerja di jepangLPKpekerja migranpelatihan pekerja migrantenaga kerja asing
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Kompetisi Campus League 2026 - Basketball Regional Bandung Season 1 menjadi saksi terjalinnya kerja sama antara Campus League dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bertujuan untuk membangun ekosistem olahraga jangka panjang dan pembentukan karakter mahasiswa MOJOK.CO
Kilas

Campus League Basketball Season 1 Regional Jakarta: Jadi Ajang Pembuktian Diri di Level yang Berbeda

25 Mei 2026
Cerita Mafatihatul Maghfirah: Mahasiswi Madura kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan jualan risol hingga lulus tanpa skripsi MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswi Madura Kuliah di Jakarta: Jualan Risol demi Biaya Kuliah, Bisa Mandiri Finansial hingga Lulus Terbaik Tanpa Skripsi

24 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO
Urban

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.