Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
18 Juni 2026
A A
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

ilustrasi - konten "plenger" yang parodikan difabel viral di medsos. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Siapa yang tak lebih sakit hatinya saat menonton konten endorse milik akun Instagram @violettaxandrea, jika bukan teman-teman difabel itu sendiri. Kreator konten yang akrab dipanggil Xander itu akhirnya meminta maaf setelah menerima kecaman dari masyarakat karena kontennya memuat ableisme yang merendahkan teman difabel.

“Aku meminta maaf atas sikap aku yang tidak bijak dalam pembuatan konten. Konten yang aku buat menyinggung penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus,” kata Xander, Jumat (5/6/2026).

Iklan

Dalam video klarifikasi tersebut, Xander turut menyesali perbuatannya, karena telah banyak mempromosikan produk kecantikan dengan meniru kondisi kelompok difabel untuk menarik perhatian penonton.

Di salah satu konten misalnya, dia mencoba memiringkan mulut dengan bola mata menghadap ke atas seperti kondisi difabel yang mengalami gangguan saraf. Beberapa detik kemudian, wajahnya berubah biasa saja tanpa kesakitan. 

Selanjutnya, dia menggunakan lipstik milik brand ternama sembari menikmati musik dan sesekali ikut bernyanyi. Karena kritik dari masyarakat, Xander pun berjanji tidak akan mengulanginya. 

Konten kreator bikin video ableism. MOJOK.CO
Konten endorse milik akun Instagram @violettaxandrea yang menghina difabel. (Sumber: Instagram/ntvnews.id.Edit by Canva)

“(tapi) mohon maaf kalau ada beberapa video yang tidak bisa dihapus karena masih ada kontrak kerja sama dengan brand yang tidak bisa aku hapus secara sepihak,” tuturnya. 

“…izinkan aku untuk berbenah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Sekali lagi, aku meminta maaf atas apa yang aku lakukan. Terima kasih,” tutupnya.

Ableisme menganggu masalah kesehatan mental

Resah melihat video Xander yang masih beredar, dokter umum lulusan Universitas Indonesia, Adam Prabata akhirnya angkat suara di akun Threads pribadinya. Dia menilai bahwa apa yang dilakukan Xandrea tergolong ableisme, yakni tindakan diskriminasi, prasangka, atau stereotip yang merendahkan teman difabel.

“Hal-hal kaya begini, yang dinormalisasi, apalagi dijadikan konten hiburan, hitungannya NGGAK LUCU!” serunya, dikutip Kamis (18/6/2026).

Adam mengungkapkan bahwa kelompok difabel yang menonton video Xandrea dapat mengalami masalah kesehatan mental, termasuk rasa malu yang memicu gejala depresi dan kecemasan.

Melansir jurnal berjudul “Humor that Hurts: An Exploration of Jokes about Black Women with Disabilities on TikTok in South Africa”, humor semacam itu justru memperkuat stereotip negatif pada kelompok difabel, karena menurunnya rasa empati di masyarakat. 

“Korban jadi sering mengalami ejekan, cyberbullying, dan self-censorship karena takut diejek lebih lanjut, sehingga bisa menyebabkan distress emosional bagi penyandang disabilitas meskipun pembuat konten mengklaim ‘hanya bercanda’,” jelas Adam.

Mengingat dampaknya yang kian nyata, pelaku ableisme seharusnya dapat dipidanakan jika tindakan tersebut mengarah pada perundungan, pencemaran nama baik, atau penghalangan hak. Hal itu diatur secara khusus dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), serta UU ITE. 

Ableisme dilihat dari aktor dan konteksnya

Sebagai penyandang tunanetra, Alfian Andhika berujar, adanya ableisme bukan berarti kelompok difabel anti terhadap humor. Namun, memang harus dilihat dulu siapa yang menyampaikan dan apa konteksnya.

Iklan

“Kalau yang dilakukan oleh konten kreator di atas sebagai nondisabilitas, itu termasuk menghina kami. Bahkan, aku saja yang tunanetra lalu meniru teman-teman tunarungu, itu sudah melanggar norma,” jelas Alfian kepada Mojok, Rabu (17/6/2026).

Hal itu berbeda dengan konsep stand up yang pemainnya adalah penyandang disabilitas. Menurut Alfian, mereka masih bisa menerima humor tersebut karena tujuan pemain jelas, yakni menghibur penonton dari pengalaman atau keresahan pribadi komunikator. 

“Walaupun ada yang merasa sedih, tapi saya mengartikan bahwa mereka sudah berdamai dengan dirinya,” tutur alumnus S2 Universitas Airlangga (Unair) tersebut.

Teman difabel hanya ingin dihargai

Bentuk ableisme lain juga bisa terjadi ketika ada seseorang yang menanyakan kondisi seorang difabel ke orang lain. Jika penasaran, orang tersebut seharusnya dapat langsung bertanya ke teman difabel. 

“Nggak perlu bisik-bisik ke orang tua, saudara, atau pendamping yang ada di sana. Itu sangat aneh dan terkesan tidak menghargai. Jadi sebaiknya, tanyakan langsung ke orangnya, dia disabilitas karena apa,” jelas pemuda asal Surabaya itu.

Alih-alih menyoroti kondisi fisik mereka, Alfian mengungkap ada isu besar yang seharusnya diperjuangkan bersama untuk teman-teman difabel. Yakni masalah seperti kuota dan syarat pekerjaan, bahkan akses pendidikan inklusif yang belum merata di Indonesia.

“Tidak semua teman disabilitas diterima di sekolah negeri atau kampus hanya karena institusi tidak siap. Saya masih banyak menjumpai fenomena itu,” ujar Alfian.

Dari kejadian ableisme di atas, Alfian berharap masyarakat tidak berpikir bahwa penyandang disabilitas terlalu gila hormat atau baperan. Mereka hanya ingin diperlakukan sebagaimana manusia yang berhak untuk hidup.

“Perlakukanlah kami sebagaimana teman-teman memperlakukan diri sendiri,” ucapnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Memanusiakan Difabel bersama Relawan PRYAKKUM dengan Mewujudkan Lingkungan yang Inklusif atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2026 oleh

Tags: ableismedifabelmerendahkan difabelpendidikan inklusifpenyandang disabilitas
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO
Sekolahan

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

27 Mei 2026
Arif Prasetyo, alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta penerima LPDP. MOJOK.CO
Sekolahan

Kerap Didiskriminasi Sejak Kecil karena Fisik, Buktikan Bisa Kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga dengan LPDP hingga Jadi Sutradara

13 April 2026
Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia
Sekolahan

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026
tunadaksa lulusan S1 universitas terbuka (UT). MOJOK.CO
Sekolahan

Lulus SMA Cuma Diterima Kerja Jadi Babu dan Dihina karena Fisik, Kini Malah Jadi Asesor Sertifikasi dengan Gelar S1 UT

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips Membuat Utang Tidak Lagi Menjadi Beban Kehidupan MOJOK.CO

Nggak Semua Utang Itu Buruk: Cara Mendeteksi Utang yang Baik dan Tidak Menjadi Beban

15 Juni 2026
Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur MOJOK.CO

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur

15 Juni 2026
Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026
Suntikan dana investasi dari investor Tiongkok untuk pengembangan industri kendaraan listrik (EV) di Kendal Jawa Tengah (Jateng) MOJOK.CO

Saat Tiongkok Suntik Rp15 T untuk Industri Kendaraan Listrik di Kendal Jateng: Serap 10.000 Tenaga Kerja, Lokal Jadi Prioritas Utama

15 Juni 2026
Kirab pusaka malam 1 Suro di kawasan Pura Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, tidak hanya upaya menjaga warisan budaya-tradisi turun-temurun. Tapi juga jadi penggerak ekonomi daerah MOJOK.CO

Nilai Lain Kirab Malam 1 Suro di Surakarta: Jadi Daya Tarik Lintas Zaman, Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah Jateng

17 Juni 2026
Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika.MOJOK.CO

Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika

12 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.