Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Fragmen

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
20 Januari 2026
A A
Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO

ilustrasi - Muria Raya alami banjir terparah di awal tahun 2026. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seperti yang sudah-sudah, banjir dan tanah longsor kembali melanda Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) di Muria Raya yang meliputi Kudus, Pati, dan Jepara di awal Januari 2026. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah menegaskan bencana ekologis tersebut bukan peristiwa insidental, tapi kondisi yang terus diabaikan dari tahun ke tahun hingga muncul masalah serius seperti sekarang.

Muria Raya alami banjir terparah di awal tahun 2026

Sebagai warga Pati, Jawa Tengah, Channia (26) cukup kaget saat melihat banjir di kawasan Muria Raya sejak Selasa (12/1/2026). Bencana banjir dan tanah longsor saat musim hujan, kata dia, memang sudah biasa. Namun, kali ini dampaknya merupakan yang terparah.

“Waktu aku SMA, banjir seperti ini memang kerap terjadi. Bahkan teman-temanku yang tinggal di daerah Bendar dan Bajomulyo sering cerita kalau akses jalan di sekitar rumahnya ditutup karena lumpuh total. Alhasil mereka sering pakai getek,” ujar Channia.

Channia sendiri terakhir kali terjebak banjir saat ia pulang dari Jogja ke Pati pada liburan akhir semester kuliah tahun 2023. Saat itu, ia memutuskan pulang menggunakan transportasi bus. 

Ketika melewati Jalan Kaligawe, bus sudah susah berjalan karena banjir rob yang mengakibatkan kemacetan total. Alhasil, perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh 5-6 jam, harus ia tempuh sekitar 9-10 jam.

“Daerah situ memang terkenal langganan banjir tapi menurutku banjir awal tahun ini terparah sih, karena sampai menimbulkan korban jiwa. Rasa-rasanya baru kali ini dampaknya sebesar ini,” ujar Channia.

Korban jiwa yang dimaksud Channia berasal dari Kudus, Jawa Tengah. Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Ahmad Munaji melaporkan bencana hidrometeorologi yang terjadi di kawasan Muria Raya itu memakan tiga korban jiwa. Selain itu, 14 desa di tiga kecamatan Kudus juga mengalami longsor.

“Akibatnya, sebanyak 32 rumah yang ditinggali 109 jiwa dari 41 keluarga rusak. Dua kendaraan juga dilaporkan rusak dalam bencana itu,” ujar Munaji dikutip dari Kompas.id, Senin (19/1/2026).

Penyebab banjir Muria Raya

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah menegaskan bencana ekologis di kawasan Muria Raya bukan peristiwa insidental, tapi kondisi yang terus diabaikan dari tahun ke tahun hingga muncul masalah serius seperti sekarang.

Meski tingkat keparahan terjadi di kawasan Muria Raya, Deputi Direktur WALHI Jateng, Nur Colis berujar penyebabnya bisa berasal dari kawasan hulu pegunungan Muria wilayah hilir dan pesisir. Tanda-tandanya bisa dilihat dari tahun 2023 hingga 2025.

Grafis tren banjir dan longsor Jateng. MOJOK.CO
Grafik Tren Bencana Jawa Tengah 2023-20251. (Sumber: BPBD Jawa
Tengah dibuat oleh Gemini).

Pada tahun 2023, tercatat 132 kejadian banjir dan 126 kejadian tanah longsor. Selanjutnya, pada tahun 2024 terjadi penurunan signifikan, dengan 37 kejadian banjir dan 18 kejadian tanah longsor. Namun, pada tahun 2025, frekuensi bencana kembali meningkat tajam, dengan 146 kejadian banjir dan 45 kejadian tanah longsor. 

“Pola di atas menunjukkan tren yang fluktuatif, di mana kedua jenis bencana mengalami penurunan drastis pada 2024 sebelum kembali meningkat pada 2025,” ujar Nur Colis melalui Zoom, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan ada tiga faktor yang menyebabkan banjir di kawasan Muria Raya menjadi parah. Pertama, kerusakan daerah aliran sungai atau DAS. Kedua, deforestasi dan alih fungsi kawasan hulu. Ketiga, ekstraktivisme dan tekanan terhadap ruang hidup.

Kegagalan tata ruang dan perizinan

Nur Colis menjelaskan aktivitas industri ekstraktif yang masif berlangsung di berbagai kawasan. Aktivitas itu mencakup sektor pertambangan, perkebunan skala besar melalui Hak Guna Usaha (HGU), Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), hingga rencana dan pengembangan proyek panas bumi (geothermal).

Iklan
WKP Jateng. MOJOK.CO
Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) di Provinsi Jawa Tengah telah mencapai
218.270 hektare berdasarkan data Kementerian ESDM. (Sumber: WALHI Jateng)

“Rencana dan pengembangan proyek geothermal memiliki cakupan luasan relatif luas dan banyak berada di wilayah hulu serta kawasan lindung,” ujar Nur Colis. 

Pada akhirnya, kegiatan industri itu menjadi salah satu pemicu kuat banjir di Muria Raya karena mengakibatkan penurunan kualitas (degradasi) lahan dan menghilangkan hutan alam secara permanen untuk dialihfungsikan menjadi lahan non-hutan (deforestasi). Alhasil, fungsi ekologis daerah resapan air ikut melemah.

“Aspek teknis dan ekonomi dalam perizinan tambang adalah ESDM. Namun, saya meyakini ESDM tidak mempertimbangkan aspek lingkungannya,” kata Nur Colis.

Dengan begitu, Nur Colis menegaskan krisis ekologis di Muria Raya bukan semata akibat faktor curah hujan, melainkan akibat kegagalan tata kelola ruang yang tidak berpihak pada perlindungan kawasan hulu dan fungsi ekologis wilayah.

Hentikan izin usaha yang merusak hutan

Mengingat proyeksi curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga Dasarian ke-2 Februari 2026, WALHI Jateng menuntut beberapa hal kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota terdampak.

Pertama, mengimbau Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota terdampak agar segera melakukan mitigasi darurat sesuai dengan informasi dan prediksi dari BMKG.

Kedua, pemerintah Provinsi Jawa Tengah harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tata ruang dan perizinan, khususnya yang mendorong model pembangunan berbasis ekonomi ekstraktif di kawasan hulu dan daerah tangkapan air.

Evaluasi tersebut termasuk dengan menghentikan dan membatasi proyek serta izin usaha yang cenderung merusak hutan, DAS, dan ekosistem penyangga banjir. 

Ketiga, mempercepat pemulihan dan perlindungan fungsi ekologis kawasan hulu dan DAS melalui rehabilitasi hutan, perlindungan kawasan lindung, serta penguatan peran masyarakat lokal. Sebab, peran itulah yang mengubah pendekatan mitigasi bencana, dari solusi teknis-infrastruktur menuju pencegahan berbasis ekosistem dan keadilan ekologis.

Terakhir, membangun kebijakan kebencanaan berbasis wilayah (regional) yang melihat keterhubungan ekologis antardaerah, terutama relasi hulu–hilir, agar penanganan bencana tidak lagi bersifat sektoral dan administratif semata.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2026 oleh

Tags: banjirbencana ekologisMuria Rayapanturatanah longsorWALHI Jawa Tengah
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

4 jenis pengendara motor di pantura seperti Rembang yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya MOJOK.CO
Catatan

4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

23 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO
Esai

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Pengendara motor plat K ngga ngerti fungsi zebra cross, lampu, sein, hingga spion MOJOK.CO
Catatan

Pengendara Plat K Tak Paham Fungsi Zebra Cross-Spion, Cuma Jadi Pajangan dan Abaikan Keselamatan Orang saat Bawa Kendaraan

7 Maret 2026
bencana.MOJOK.CO
Jagat

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.