Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Sisi Gelap Nikah Siri di Jogja, Mahasiswa Berani Melakoni dengan Dalih Hindari Zina

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
5 Desember 2023
A A
Nikah siri.MOJOK.CO

Ilustrasi nikah siri (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Jogja, sepanjang 2023 angka pencarian tentang jasa nikah siri menjadi yang tertinggi di Indonesia. Selain mereka yang ingin berpoligami, di lapangan praktik menikah tanpa pencatatan negara ini juga dilakoni sejumlah mahasiswa.

***

Ada temuan menarik saat saya mencoba meriset kata kunci “Jasa Nikah Siri” di Google Trends. Sepanjang 2023 ini, pencarian kata kunci tersebut paling banyak berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Jogja melampaui DKI Jakarta yang berada di urutan kedua. Selanjutnya, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menyusul di urutan ketiga hingga kelima. Temuan ini membuat saya penasaran apakah praktik nikah siri di Jogja memang tinggi.

Sebagai informasi, nikah siri merupakan nikah secara agama yang tidak tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA). Statusnya tidak memiliki kekuatan hukum dan tidak mendapat pengakuan negara. Sehingga tidak ada hak dan kewajiban antar pasangan yang dilindungi oleh undang-undang.

Pada praktik nikah siri yang terpenting adalah pemenuhan rukun nikah secara Islam. Rukun nikah tersebut yakni ada calon mempelai laki-laki dan perempuan, wali nikah bagi mempelai perempuan, dua orang saksi, dan proses ijab Kabul.

Namun, ada juga nikah siri yang ternyata tidak sah secara agama. Di lapangan, banyak jasa berseliweran yang menawarkan untuk membuat surat nikah siri tanpa perlu repot-repot melangsungkan akad. Saya menemukan penawaran jasa semacam ini di Facebook Marketplace hingga Shopee.

nikah siri.MOJOK.CO
Ilustrasi pernikahan (Drew Coffman/Unsplash)

Jasa pembuatan surat nikah tanpa proses akad

Saya mencoba menghubungi salah satu penyedia jasa yang mengaku berdomisili di Surabaya. Mulanya, penyedia jasa itu menawarkan paket yang mencakup penghulu, wali hakim, saksi, tempat nikah, hingga surat nikah. Paket itu seharga Rp1,2 juta.

Namun, di balik penawaran paket yang memenuhi rukun pernikahan itu, ia menawarkan jasa untuk membuat surat tanda nikah secara agama saja. Tanpa perlu melakukan akad dan melengkapi rukun lain.

Syaratnya sangat sederhana. Hanya perlu foto KTP dan foto diri kedua pasangan, nama ayah kandung keduanya, nama saksi, dan mas kawin yang hendak ditulis di sertifikat nikah. Semua syarat ini hanya perlu dikirim lewat WhatsApp.

Biaya yang perlu dikeluarkan hanya Rp150 ribu. Surat atau sertifikat nikah ini nantinya akan ia kirim lewat ekspedisi.

Menurut penyedia jasa tersebut, banyak yang meminta surat semacam ini untuk kebutuhan kos bersama pasangannya. Permintaan berasal dari berbagai daerah. Ia mengirimkan beberapa testimoni dari pelanggannnya lengkap beserta surat mereka.

“Ada Jabodetabek. Jogja juga termasuk banyak,” ungkap penghulu nikah siri yang enggan disebut namanya ini. Ia juga tidak mau saya mintai keterangan lebih lanjut.

Saya sempat mencoba orang lain yang menawarkan jasa serupa di internet. Sebagian ada bersedia menyediakan surat nikah tanpa proses akad namun mayoritas tetap menekankan pentingnya pemenuhan rukun nikah secara Islam.

Iklan

Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Yogyakarta, Ghufron Su’udi membenarkan fakta bahwa banyak penyedia jasa nikah siri yang tidak mengindahkan pemenuhan syarat secara agama.

“Jasa tersebut mereka tawarkan secara terang-terangan. Berani mempromosikan bahkan menyebut hotel yang mereka pakai,” paparnya saat saya hubungi Senin (4/12/2023).

“Persoalan nikah siri cukup umum saya temui di Jogja. Jumlahnya seberapa saya tidak berani bicara karena belum ada perhitungan resmi,” imbuh Ghufron.

Fenomena mahasiswa nikah siri di Jogja

Temuan itu Ghufron dapati selama bertugas di 10 KUA wilayah Kota Yogyakarta. Sebagian permasalahan terkait nikah tanpa pencatatan negara ini menurutnya justru datang dari kalangan masyarakat berpendidikan.

“Setiap tahun itu ada saja orang tua dari mahasiswa yang mencari anaknya. Menurut kabar dari teman-temannya sudah menikah di Jogja dan ikut suaminya. Sementara orang tua tidak merasa menikahkan. Kalau begitu walinya siapa?” paparnya.

Menurutnya, ada beragam alasan para pasangan memutuskan nikah siri. Salah satunya karena jauh dari keluarga dan ingin menghindari perzinaan dengan pasangan. Selain itu ada juga yang memutuskan pernikahan tidak resmi ini karena terhalang restu.

Praktik umum terkait nikah siri lainnya adalah lelaki yang ingin berpoligami. Ketimbang repot meminta izin istri, banyak yang memilih jalan pintas untuk melangsungkan nikah siri secara diam-diam.

“Mereka berpikir yang penting sudah merasa sah sebagai pasangan suami istri,” papar Ghufron.

Lucunya, Ghufron sempat mendapati beberapa pasangan nikah siri yang datang ke KUA. Mereka dijanjikan oleh penghulunya bahwa bisa mendapat surat nikah setelah akad secara siri dengan mendatangi KUA.

“Katanya bisa menukar sertifikatnya dengan surat nikah resmi di KUA. Ini kan pemikiran yang nggak benar,” kelakarnya.

Padahal di pernikahan KUA saja biasanya ada bimbingan pra nikah. Supaya calon pasutri bisa melakukan persiapan lebih matang secara psikologis sebelum mengarungi bahtera rumah tangga. Mengingat, pernikahan bukan urusan main-main.

Bahaya yang mengintai anak dan perempuan

Pernikahan yang tak tercatat negara ini masih terjadi padahal risiko besar mengintai bagi pasangan perempuan. Terlebih lagi bagi anak dari hasil pernikahannya.

Pernikahan resmi yang diakui negara bukan sekadar ritual biasa namun juga mendatangkan dampak hukum. Sementara pernikahan siri tidak memiliki kekuatan di mata hukum. Sehingga anak dan pasangan bisa tidak terjamin hak-haknya.

Menurut Ghufron, jika nantinya terjadi pertengkaran atau perselisihan, istri dan anak sangat sulit untuk menutut haknya. Suami bisa lepas dari tanggung jawab untuk menafkahi anak.

Belum lagi, status anak hasil pernikahan tidak resmi rawan bermasalah. Sebab, syarat pengajuan akta kelahiran anak adalah buku nikah yang resmi.

“Makannya sering kami jumpai anak itu tercatat dan diakui hanya anak dari seorang ibu. Bapaknya tidak tercatat,” kata Ghufron.

Persoalan lainnya adalah kolom status pernikahan di KTP. Bagi mereka yang di KTP-nya tercatat status perkawinannya “Kawin Tidak Tercatat” akan sulit untuk memulihkan menjadi janda/duda atau belum menikah.

“Kalau KTP tertulis “Kawin Tidak Tercatat” itu sulit nanti mengembalikannya. Kalau nikah siri cerainya seperti apa? Itu kan mereka nggak pernah terpikir sampai di sana,” paparnya.

Bagi Ghufron, ini saatnya perempuan menyadari bahwa nikah siri mendatangkan risiko yang besar dalam jangka panjang. Ia menyayangkan praktik semacam ini terus terjadi di Jogja dengan masyarakat yang tergolong berpendidikan.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Penghulu tapi Belum Menikah

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2023 oleh

Tags: jasa nikah siriMahasiswaNikah Sirinikah siri jogjapilihan redaksi
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh  MOJOK.CO
Esai

Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 

1 Mei 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO
Catatan

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pelatihan skill digital IndonesiaNEXT Telkomsel berdampak bagi kesiapan kompetensi untuk terjun industri MOJOK.CO

Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing

1 Mei 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.