Perjalanan jauh menembus kemacetan kota, apalagi buat ngonser, tetap bisa terasa menyenangkan asalkan bersama Fazzio, motornya anak skena.
***
Jarak Kasihan, Bantul, ke Candi Prambanan bukanlah rute yang bisa diremehkan. Pada hari biasa, perjalanan ini sudah cukup menyita waktu. Apalagi di akhir pekan, saat volume kendaraan di Yogyakarta sedang padat-padatnya.
Namun, bagi Karin (24), Minggu (23/8/2026) kemarin menjadi hari yang berbeda. Sebuah tiket festival musik CherryPop 2026 sudah ada di genggamannya. Berangkat dari wilayah selatan menuju ujung timur provinsi demi menonton band favoritnya, Perunggu, adalah keputusan yang tidak perlu diperdebatkan lagi.
Awalnya pindah ke Fazzio cuma karena lucu, ternyata nyaman juga
Bagi Karin, perjalanan panjang ini tak lagi menjadi momok yang menakutkan sejak ia mengganti tunggangannya sekitar satu tahun yang lalu. Sebelumnya, ia terbiasa menggunakan skuter matik berbodi bongsor yang dibelikan ayahnya saat pertama kuliah dua tahun lalu.
Berkendara menembus kemacetan kota dengan motor yang berat sering kali membuatnya kerepotan.
Keputusannya beralih ke Yamaha Fazzio, ia akui, memang awalnya didasari pada bentuknya yang lucu. Namun, setelah hampir setahun memakai, motor ini dirasa lebih pas untuk proporsi tubuhnya. Bobotnya yang tergolong ringan membuat bermanuver di jalanan yang padat terasa jauh lebih mudah.
Di luar itu semua, desain motor ini, disadari atau tidak, memang sejalan dengan tren anak muda masa kini yang dekat dengan skena musik.
“Motornya skena banget,” kata perempuan yang kuliah di salah satu PTS di Jogja tersebut seraya tertawa.

Parkir gratis khusus user Yamaha di Cherrypop 2026
Sore itu, pertemuan saya dengan Karin sebetulnya penuh ketidaksengajaan. Awalnya, saya sedang mengobrol dengan Rahmat, salah satu orang yang bertanggung jawab atas exclusive parking zone facility di dekat loket masuk Candi Prambanan.
Tahun ini, Cherrypop memang menyediakan fasilitas eksklusif tersebut. Khusus bagi pengguna Yamaha, diberikan akses parkir di area yang lebih strategis dan gratis. Kata Rahmat, sore itu saja sudah tercatat ada sekitar 100 motor yang menggunakan fasilitas ini.
Di tengah obrolan itu, saya melihat Karin turun dari motornya. Dari kaus yang ia kenakan, serta atribut serupa dari teman yang ia bonceng, sangat mudah untuk menebak kalau hari itu mereka ingin menonton Perunggu yang dijadwalkan bakal tampil pukul sembilan malam nanti.
Lika-liku satu jam perjalanan bersama Yamaha Fazzio
Saya menyapanya, dan kami pun masuk ke obrolan basa-basi khas sesama pengunjung festival. Ia bercerita sedikit tentang perjalanannya membelah kota.
Menempuh waktu lebih dari satu jam dari Kasihan ke Prambanan, Karin mengaku bersyukur tak harus menguras energi berlebih.
“Jalanan lumayan padat, apalagi pas sampai jalan raya Solo. Tapi enak sih bawa ini (Fazzio), nggak bikin tangan pegal buat selap-selip,” ceritanya.

Kelegaan lain muncul saat tiba di lokasi, ia tak perlu susah payah mencari parkir karena sebelumnya telah mendapatkan akses parkir eksklusif sebagai user Yamaha
Setelah bertukar sapa dan harapan agar pertunjukan nanti malam berjalan lancar, Karin dan temannya berpamitan bergegas masuk ke venue.
Motor terbaik buat anak skena
Saya sendiri memutuskan untuk melanjutkan keliling area Cherrypop 2026. Masuk ke bagian dalam festival, atmosfer senja Prambanan sedang bagus-bagusnya. Di antara riuh rendah pengunjung dan soundcheck dari panggung utama, ada satu pemandangan menarik di area stan sponsor yang letaknya tak jauh dari area food and beverage.
Sore itu, Yamaha rupanya memanfaatkan keramaian Cherrypop 2026 untuk memamerkan Fazzio Special Edition Sunset Blue yang kebetulan baru saja meluncur.

Dari pandangan mata, unit terbatas yang mengusung tema Retro Summer ini didominasi warna dasar Dull Blue dengan grafis gradasi oranye. Sebuah eksekusi desain yang menurut saya cukup jeli, sebab seolah menyalin warna langit senja Candi Prambanan sore itu langsung ke bodi samping dan dasi depan motor.
Nuansa kalcer makin terasa lewat detail tulisan “ONE TWO FIVE” dan sentuhan aksen silver di beberapa titik, mulai dari pelek, spion, hingga handle grip belakang.
Menariknya lagi, peluncuran ini juga menggandeng band lokal asal Bandung, Alkateri. Kolaborasi ini rasanya sangat tepat sasaran, apalagi Alkateri juga turut masuk dalam jajaran line-up pengisi panggung Cherrypop tahun ini.

Mengingat pabrikan sejak awal memposisikan skutik ini sebagai “kanvas putih” bagi anak muda untuk bebas berekspresi, kehadiran unit musik seperti Alkateri jelas semakin memperkuat identitas kultural motor tersebut.
“Pilihan terbaik buat kalian yang ngaku anak skena,” kata Fauzan Ghifari, vokalis Alkateri, saat menyapa para user Fazzio di booth Yamaha.
Bagi penikmat konser yang datang dari berbagai penjuru kota, seperti Karin tadi, kehadiran tunggangan yang tepat membuktikan satu hal: perjalanan jauh menembus kemacetan kota bisa tetap terasa menyenangkan, asalkan bersama tunggangan yang tepat.
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan















