Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
5 April 2026
A A
kuliah s2.MOJOK.CO

Ilustrasi kuliah s2 (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saat membuka LinkedIn atau Instagram, linimasanya dipenuhi oleh teman-teman seangkatan yang memamerkan Letter of Acceptance (LoA) beasiswa S2, atau foto keren memakai jas di depan gedung kampus pascasarjana.

Melihat pemandangan itu, ego Dimas meronta. Ia merasa gelar sarjananya mendadak terlihat biasa-biasa saja dan tidak keren. Tanpa pikir panjang soal rencana karir, Dimas langsung mendaftar S2 di salah satu PTS di Jogja pada 2023 lalu, dengan biaya dari orang tuanya.

Iklan

“Jujur saja aku nggak malu mengakuinya. Iya, kalau dipikir-pikir motivasiku lanjut S2 ya karena FOMO,” ucapnya, Jumat (3/4/2026).

Di kepalanya saat itu, gelar magister yang menempel di belakang nama otomatis akan membuatnya terlihat elite. Ia merasa sertifikat S2 itu akan membuat perusahaan antre untuk merekrutnya, minimal sebagai calon manajer.

Setelah dapat kerja, gajinya setara lulusan SMA

Kenyataannya sangat jauh panggang dari api. Dunia nyata sama sekali tidak peduli dengan riwayat pendidikannya. Setelah lulus S2 pada 2025 lalu, Dimas mengirim puluhan lamaran ke berbagai perusahaan. Hasilnya nihil. 

Sama seperti Tari, posisinya sangat serba salah di mata HRD: gelarnya terlalu tinggi untuk jadi staf biasa, tapi pengalamannya terlalu kosong untuk jadi atasan.

Bulan berganti bulan. Karena desakan ekonomi dan rasa malu karena masih disubsidi orang tua di usia 27 tahun, ego Dimas akhirnya runtuh. Ia nekat melakukan hal yang paling ia hindari: menurunkan standar serendah-rendahnya.

Dimas melamar posisi staf administrasi dan data entry yang secara kualifikasi lowongan sebenarnya ditujukan untuk lulusan SMA/SMK atau maksimal D3. Ia pun akhirnya diterima kerja. 

Secara fisik ia tidak lagi menganggur. Namun, batinnya tersiksa setiap kali akhir bulan tiba.

“Gajiku mentok di UMR. Persis sama kayak karyawan lain, yang mohon maaf, kebanyakan lulusan SMA dan SMK,” kata Dimas sambil tertawa getir. 

“Suka nyesek sendiri kalau ingat dulu minta duit orang tua puluhan juta buat bayar uang pangkal dan semesteran S2. Ujung-ujungnya gelarku nggak kepakai sama sekali.”

Cerita Dimas maupun Tari, menjadi bukti nyata dari fenomena degree Inflation yang kini sedang melanda pasar tenaga kerja di Indonesia. Dulu, punya gelar S1 saja sudah istimewa. Sekarang, saat hampir semua orang bisa meraih gelar S1, banyak yang mengira S2 adalah kunci pembeda. Padahal, gelar master tidak lagi dilihat sebagai barang mewah.

“Aku merasa memang kurang penghargaan aja sih pada tenaga kerja terdidik di Indonesia ini,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Iklan

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 April 2026 oleh

Tags: ijazah s1kuliah s2lanjut kuliah s2lulusan s2magistermahasiswa S2pilihan redaksiPTNS1s2s2 ptn
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO
Eksplor

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO
Fragmen

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO
Catatan

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO
Urban

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Stasiun Lempuyangan Jogja jadi tempat meleram kegelisahan MOJOK.CO

Angkringan Lempuyangan Jogja Berisi Rindu, Kegagalan, dan Beban Finansial Para Pejuang Perantauan

22 Juni 2026
Ragam karya dan pertunjukan dalam Ars Longa: Generatio sebagai pembuka Trilogi Seni ARTJOG MOJOK.CO

Ragam Karya dan Pertunjukan dalam “Ars Longa: Generatio” sebagai Pembuka Trilogi Seni ARTJOG

24 Juni 2026
gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
Gen Z, membaca, buku.MOJOK.CO

Gen Z di Indonesia, Generasi Paling Aktif Membaca tetapi Paling Tak “Terliterasi”

24 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.