Jenjang karier tak jelas
Tak cuma itu. Bunga juga melihat bahwa untuk mendapatkan gaji yang layak dari pemerintah, jalannya sangat panjang dan berliku.
Salah satunya, ia harus masuk ke sistem Dapodik, mengabdi bertahun-tahun sebagai guru honorer, lalu mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang antreannya sangat panjang.
“Untuk bisa adi ASN atau PPPK pun, formasinya terbatas. Persaingannya juga sangat gila-gilaan karena harus bersaing dengan guru dari seluruh provinsi,” kata Bunga.
Alhasil, Bunga merasa sistem pendidikan di Indonesia belum benar-benar menghargai guru PAUD. Padahal, masa PAUD adalah masa paling penting bagi perkembangan otak anak. Namun, secara kesejahteraan, guru PAUD seringkali diletakkan di posisi paling bawah dibandingkan guru jenjang SMP atau SMA.
Berhenti jadi guru PAUD, memutuskan kerja di startup
Pergolakan batin Bunga mencapai puncaknya saat ia menyadari bahwa ia tidak bisa membantu ekonomi keluarga jika terus bertahan sebagai guru honorer. Kakaknya sudah punya keluarga sendiri, dan Bunga merasa bertanggung jawab untuk membantu Ibunya di hari tua.
Dengan berat hati, Bunga bicara pelan-pelan kepada Ibunya. Ia mengatakan bahwa ia ingin mencoba pekerjaan lain. Ia menjelaskan bahwa meskipun ia mencintai dunia pendidikan, realitas finansial saat ini tidak memungkinkannya untuk bertahan.
Ibunya, meski awalnya terlihat kecewa, akhirnya mengerti setelah melihat betapa lelahnya Bunga setiap pulang sekolah dengan upah yang sangat minim.
Kini, di kantor startup-nya, Bunga merasa lebih tenang secara finansial. Ia memang tidak lagi dipanggil “Ibu Guru”, tapi ia bisa makan dengan layak, membayar tagihan tanpa rasa takut, dan sesekali membelikan hadiah untuk Ibunya.
“Jujur saja aku nggak menyesal pernah kuliah di PGPAUD UNY. Ilmu kesabaran dan cara berkomunikasi yang aku pelajari di sana tetap kepakai kok,” kata Bunga. “Tapi namanya hidup kan pilihan. Mau nggak mau kita kudu milih yang paling realistis,” pungkasnya.
Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Suara Hati Lulusan PGSD UNY, Jurusan Favorit Tapi Masa Depan Lulusannya Suram: Sudah Jadi Honorer, Masih Disikut PPPK atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














